Halloween party ideas 2015

Titik Soeharto. (foto: net)

TASIKMALAYA, JNNews -- Rakyat berpendidikan rendah dan kurang memiliki keahlian seharusnya mendapatkan perlindungan pemerintah dari ancaman tenaga kerja asing tak terdidik. Semestinya kesempatan kerja di lapangan kerja kurang terdidik itu tidak seolah diberikan begitu saja untuk diisi tenaga kerja asing.

Komitmen tegas untuk melindungi tenaga kerja kurang terdidik anak negeri itu disampaikan  Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi, atau lebih akrab dipanggil Titiek Soeharto, saat memberikan sambutan pada acara penyerahan beasiswa Primajasa Foundation di Gedung Mandalawangi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa, (19/03/2019). 

Putri Presiden Soeharto itu tak lupa mengamanatkan kepada hadirin, khususnya para penerima beasiswa, bahwa pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk mengubah kondisi ekonomi dan strata social.

Menurut Titiek, setiap agama dan kearifan budaya selalu memberikan penghargaan tinggi kepada belajar atau menempuh pendidikan. 

Dalam Islam, belajar adalah kewajiban setiap Muslim yang berlangsung sejak buaian dan hanya berhenti saat datangnya kematian.

“Ini zaman persaingan terbuka. Bahkan kita lihat, kini untuk pekerjaan sederhana pun harus bersaing dengan warga negara lain,” kata Titiek. 

Ia juga menyayangkan kurangnya komitmen penyelenggara negara untuk melindungi tenaga kerja lokal.

Karena itulah, menurut Titiek, semua warga negara harus terus mendorong generasi penerus untuk mendapatkan kesempatan seluas-luasnya guna menempuh pendidikan. 

“Kita ingin anak-anak kita dapat pekerjaan baik dan menjadi pengusaha muda yang dapat menciptakan karya-karya baru," kata Titiek.

Kehendak berkarya dan mencipta tersebut  juga menjadi semangat yang hidup dalam  Partai Berkarya. Pada saat mengunjungi Kampung Bordir siang harinya, Titiek  mengimbau para pengrajin-pengusaha kecil untuk terus berkreasi. Ia meyakinkan para pengusaha kecil tersebut bahwa hanya dengan berkreasi dan berkarya maka masyarakat bisa membangun kemandirian dan mencapai kesejahteraan.

“Teruslah menjaga semangat untuk berkarya dalam setiap kondisi, Insya Allah, semua akan membawa kepada kondisi yang lebih baik. Allah yang Maha Kuasa selalu menghargai jerih payah hamba-Nya,” tuturnya.

Tentang semangat  untuk senantiasa berkarya itu, menurut mantan wakil ketua Komisi IV DPR RI itu didapatkannya dari sosok ayah, Presiden Soeharto, yang semasa hidupnya selalu menanamkan dan menumbuhkan keyakinan untuk terus berkarya dan membawa kebaikan bagi sesama.

Selain menghadiri dan menyerahkan beasiswa Primajasa Foundation dan mengunjungi serta bersambung rasa dengan para pengrajin-pengusaha kecil di kampung Bordir, selama berada di Tasikmalaya Titiek juga mengunjungi dan bersilaturahmi dengan warga Pesantren Idrisiyyah, Cisayong. (*)


MESUJI, JNNews -- Ratusan Wartawan yang tergabung ditiga Organisasi yakni, Ajoi, AWI dan PWI Mesuji kembali mengelar unjuk rasa ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, (DPUPR) Mesuji.

Kedatangan wartawan di kantor DPUPR Mesuji tidak lain untuk menuntut Kepala Dinas PUPR meminta maaf kepada Rekan - Rekan media yang ada di Kabupaten Mesuji. (18/3/19).

Koordinator Aksi Herman Baginda yang juga Ketua DPC Aliansi Jurnalistik Online Indonesia, mengatakan dalam orasinya, tidak lain menuntut agar kepala dinas DPUPR meminta maaf secara umum terkait pengekangan wartawan dalam menjalankan tugas kejurnalistiknya.

"Kami memimta agara Kepala Dinas untuk meminta maaf atas ketidak bolehan awak media meliput acara Expos pekerjaan Pasca OTT KPK beberapa waktu lalu. Dan Kenapa Kepala Dinas memerintahkan untuk tidak boleh diliput,"tegas Herman.

Tak berselang lama orasi yang disampaikan wartawan didepan kantor DPUPR Mesuji langsung disambut langsung Kadis DPUPR Mesuji Najmul Fikri, bahkan Kiki menegaskan bahwa dirinya meminta maaf atas adanya miskomunikasi yang terjadi.

"Saya atas nama privadi dan Pemerintahan Kabupaten Mesuji meminta maaf dengan sebesar - besarnya kepada rekan - rekan media, atas ketidak bolehan saya untuk meliput acara tersebut dan ini hanya miskomunikasi,"tegasnya.

Masih dikatakan Kiki nama akrabnya, dengan ada masalah seperti ini kami harap kemanusian kawan - kawan semuanya, dan hapan saya selaku kepala dinas PUPR, supa kedepanya dapat bekerja sama dengan baik untuk membangun kabupaten mesuji kedepanya.

Sementara dalam ujuk rasa tersebut di kawal ketat oleh pihak kepolisian, Satpol PP Kabupaten Mssuji. (*)

Ganda Hariyadi. (foto: net)

LAMPUNG TENGAH, JNNews -- Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto direncanakan, besok Rabu (20/03/2019) melakukan peletakan batu pertama pembangunan aula sekretariat PWI Lamteng.

Perencaan itu disampaikan Ketua PWI Lamteng, Ganda Hariyadi, setelah melaksanakan audensi dengan Bupati, akan diteruskan dengan berkunjung ke Sekretariat PWI dan Bupati diminta meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan.

"Saya sudah komunikasi dengan Kabag Protokol utuk dijadwalkan audensi pengurus PWI dengan Bupati, setelah itu kita minta bapak Bupati berkenan meletakkan batu pertama pembangunan aula kantor PWI Lampung Tengah yang kita targetkan selesai pada bulan Mei tahun ini," ujar Ganda, Selasa (19/03/2019). (jn)

Pengurus PWI Lamteng ikut mengawasi pembangunan aula. (foto: jn)
LAMPUNG TENGAH, JNNews -- Pembangunan aula sekretariat PWI Lampung Tengah (Lamteng) pengerjaan sudah dimulai, terlihat para pekerja sibuk bekerja dan tumpukan material bangunan juga sudah disiapkan.

Pembangunan berlokasi di belakang Graha PWI, menurut Ketua PWI, Ganda Hariyadi, pihaknya memperkerjakan 5 orang.

"Mereka menggali lobang tiang untuk menanam besi cakar ayam yang terdiri dari 6 tiang cor kontruksi cakar ayam," Ganda saat ditemui di lokasi, Selasa (19/03/2019).

Ketua PWI, menambahkan, pembangunan itu harus rampung paling lambat pertengahan bulan Mey tahun ini, baik aula, ruang hospot yang dibawahnya bisa digunakan untuk parkir kendaraan maupun penambahan ruang toilet umum.

"Pekerjaan harus diselesaikan paling lambat pertengahan atau akhir bulan Mey tahun ini, pasalnya terhitung awal bulan Juni kita sudah konsentrasi dengan agenda program lainnya,” tegasnya.


Target percepatan pembangunan, Ganda menuturkan, karena pada pertengahan tahun ini, PWI Lamteng diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019 tingkat provinsi Lampung dan agenda lainnya, pelaksanaan Rapat Kerja PWI Cabang Lampung yang dipusatkan di Kabupaten Lamteng.

“Dalam peringatan puncak Hari Pers Nasional tingkat provinsi, Rakercab PWI Lampung, juga akan ada aacarapelantikan pengurus PWI Lampung Tengah periode 2019-2022,” paparnya.

Terkait anggaran pembangunan, Ketua PWI menjelaskan, global anggaran biaya pembangunan tersebut akan menelan dana  sekitar Rp 250 juta lebih.

”Dari total rencana anggaran yang diperlukan, bersumber dari sumbangan donatur yang tidak mengikat, baik dari kalangan birokrasi maupun pengusaha yang dianggap peduli terhadap program PWI Lampung Tengah,” tegasnya. (jn)



Jajaran Mappilu PWI Lamteng bersama Komisioner KPUD. (foto: jn)
LAMPUNG TENGAH, JNNews -- Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu Persatuan Wartawan Indonesia (Mappilu PWI) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) beraudiensi dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat.

Dalam pertemuan Ketua Mappilu PWI Lamteng Aris Subing memperkenalkan jajarannya serta menyampaikan keberadaan Mappilu sebagai lembaga pemantau pemilu besutan PWI Pusat.

Mappilu PWI Lamteng sedang beraudiensi dengan KPU. (foto: jn)

Ia juga menjelaskan, pihaknya siap bekerjasama dengan KPU untuk melakukan pemantauan Pemilu agar dapat menghasilkan Pemilu bersih aman, jujur dan adil dan atas semua temuan atau kejanggalan dan pelanggaran dalam proses Pemilu akan disampaikan kepada Mappilu Provinsi yang diteruskan ke Mappilu Pusat di Jakarta.

"Keberadaan Mappilu PWI Lampung Tengah akan memberi kontribusi positif dalam pelaksanaan pemilu yang bersih, aman, jujur dan adil. Kami segenap pengurus Mappilu Lampung Tengah akan selalu berkoordinasi dengan KPU Lampung Tengah, agar pemilu bersih, aman, jujur dan adil dapat terlaksana. Kalau pun ada dugaan pelanggaran dalam proses pemilu akan kami laporkan ke Mappilu PWI Provinsi Lampung untuk diteruskan kepada Mappilu PWI Pusat di Jakarta," ujar Aris.

Dia menjelaskan Mapilu PWI adalah bagian dari masyarakat pers yang memang harus tetap kritis mengawasi dan mengembangkan pendidikan politik di masyarakat.


"Keberadaan Mappilu PWI merupakan bagian dari masyarakat Pers yang tetap kritis mengawasi jalannya pesta demokrasi serta jauh lebih penting, Mappilu PWI dalam perannya adalah mengedukasi politik ditengah masyarakat," ujarnya.


Dilain pihak, Komisioner KPUD Lamteng, Siti Khodijah menyambut baik kehadiran Mappilu PWI, karena pihaknya membutuhkan mitra kerja dalam penyelenggaraan Pemilu akan yang kurang dari sebulan lagi.


Ia menuturkan, demokrasi membutuhkan peran Pers atau media dan tidak menutup kemungkinan peran media dalam pelaksanaan Pemilu dan dia juga menegaskan, KPUD Lamteng tetap netral dan tidak akan mau adanya pertemuan dengan pihak-pihak peserta pemilu dan mereka siap diawasi semua pihak termasuk Mappilu PWI.


"Dalam proses pemilu kami tetap netral dan untuk menjaga netralitas KPU, kami juga tidak mau bertemu pihak-pihak yang terlibat dalam kepesertaan Pemilu dan kami juga sangat terbuka bagi siapa saja yang akan memantau dan mengawasi," tegas Siti Khadijah.


Siti Khadijah menambahkan, rekapan suara C1 harus dapat segera disampaikan kepada KPU pada hari pemilihan dinyatakan selesai dan pihak-pihak pemantau tidak mendapatkan salinan C1 dari KPU.


"Kami sudah menyampaikan ke panitia pemilihan suara di TPS-TPS terdekat agar segera menyampaikan C1 ke kami pada hari itu juga, terutama TPS-TPS terdekat. Dan perlu diketahui, sesuai aturan kami tidak bisa memberikan salinan C1 ke pemantau, akan tetapi plano C1 dapat dilihat karena akan kita tempel," tukasnya.


Hadir dalam acara tersebut jajaran Mappilu Lamteng, Komisioner KPUD Siti Khadijah dan Ikhlas Transada, Sekretaris KPUD Merseptoni, audensi berlangsung di ruang pertemuan kantor KPUD setempat, Selasa (19/03/2019). (jn)







ZAGREB, JNNews -- Gubernur Muhammad Ridho Ficardo bersama Duta Besar (Dubes) RI untuk Kroasia Sjachroedin ZP ikut membuka Place2Go International Tourism Festival, di Zagreb, Kroasia, Jumat (15/3/2019). Pada kesempatan itu, Ridho dan Sjachroedin membuka booth Indonesia dengan suguhan tarian tradisional Lampung.

Booth Indonesia bersanding dengan negara-negara kawasan Eropa dan Asia. Kali ini, booth Indonesia tampil penuh dengan nuansa budaya dan informasi pariwisata Lampung. Di tengah cuaca yang bersahabat, pombongan Provinsi Lampung bersama KBRI Zagreb menggelar Lampung Day di pusat kota.

Pada Lampung Day menyajikan pagelaran budaya Lampung di hadapan pengunjung pusat alun-alun kota Zagreb, Cvetni Trg. Beberapa gelaran antara lain tari bedana, tari lalang waya, tlagu khas lampung, seni musik tradisional lampung, dan tarian massal yang menarik pengunjung untuk ikut menari bersama.

Acara tersebut disaksikan langsung Sjahroedin ZP bersama Truly Sjahroedin dan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dan Yustin Ficardo. Dubes Sjahroedin cukup senang acara tersebut berjalan lancar dan menjadi awal yang membanggakan. Acara dirancang baik di ruang terbuka dan lebih interaktif kepada para pengunjung. Para pengunjung sangat aktif ikut berpartisipasi pada setiap tampilan acara.

Bahkan Truly Sjahroedin dan Yustin Ridho Ficardo beserta ikut menari bersama dan memperoleh sambutan antusias dari warga dan wisatawan. Di akhir kegiatan  Sjahroedin berharap tahun depan Provinsi Lampung hadir lagi pada even itu. Sjahroedin berharap diadakan setidaknya di tiga negara Eropa. (ella/rls)


ZAGREB, JNNews-- Rombongan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo beraudiensi dengan Kementerian Pendidikan Kroasia,
usai salat Jumat di Masjid Zagreb (15/3/2019 waktu setempat. Gubernur Ridho didampingi Plt. Sekdaprov Hamartoni Ahadis, Kadisdikbud Sulpakar, Kadis Cipta Karya Ali Subaidi, Sekretaris Disdikbud Aswarodi, dan Staf KBRI Wasana, diterima State Secretary of Education Tome Anticic.

Pada kesempatan tersebut, Ridho menyampaikan berbagai potensi hubungan kerja sama baik yang dibangun di bidang pendidikan antara pemerintah provinsi Lampung dan Pemerintah Kroasia. Saat ini Universitas Zagreb membangun kerjasama dengan beberapa universitas di Indonesia khususnya dengan Universitas Lampung.

Pada kesempatan ini, Ridho menawarkan dan mendorong kerja sama lebih intensif agar University of Zagreb lebih kuat dengan perguruan tinggi di Lampung, baik sains, pendidikan, maupun kebudayaan, dalam bentuk beasiswa.

Tome Anticic menyambut baik tawaran Gubernur Lampung dan menyatakan kesiapan kerja sama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknolog, dan pendidikan. Menteri Pendidikan juga mengatakan kerja sama Kroasia dan Indonesia di sektor pendidikan dan sains terjalin dalam bentuk nota kesepahaman, dan sangat positif jika diikuti dengan kerja sama lebih spesifik misalnya dengan Provinsi Lampung.

Pada tataran pendidikan tinggi, Kroasia memiliki keunggulan di pendidikan kedokteran dan teknik, khususnya energi listrik. Institut Sains di Kroasia berkembang cukup maju dan siap bekerjasama dengan perguruan tinggi di Provinsi Lampung.

Gubernur Ridho berharap dari hasil kunjungan ini akan diikuti dengan langkah yang spesifik dan tersusun baik dalam rangka kerjasama pendidikan tersebut. "Sejauh ini dukungan dari KBRI Kroasia dalam hal ini melalui Duta Besar Sjahroedin ZP sangat banyak membantu terjalinnya kerja sama antara Provinsi Lampung dengan negara Kroasia," kata Ridho. (ella/rls)


Bandar Lampung, JNNews -- Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo memercayakan khitanan putranya, Rivan Alzio Muhammad Ficardo (8) kepada tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, Senin (18/3/2019) sore. Rivan yang dikhitan bertepatan dengan Ulang Tahun ke-55 Provinsi Lampung itu, ditangani tim medis dipimpin dr. Mars Dwi Tjahyo, Sp.U.

"Hari ini melaksanakan kewajiban sebagai orang tua yang mempunyai anak laki-laki yakni mengkhitankan. Saya mempercayakan khitannya di Rumah Sakit Abdul Moeloek karena kualitas penanganan medik di sini merupakan yang terbaik di Provinsi Lampung," kata Ridho didampingi istri Yustin Ficardo usai khitanan.

Rivan Alzio Muhammad Ficardo, merupakan putra kedua Gubernur Ridho. Proses khitan berlangsung lancar. Ivan panggilan kesayangannya memberanikan diri memasuki kamar tindakan untuk dikhitan didampingi kedua orang tuanya. Sambil berseloroh Ridho berucap, "Anak Gubernur aja khitan di Rumah Sakit Abdul Moeloek, berarti rumah sakitnya bagus, dipercaya sama Gubernur."

Proses khutan (cirkumsisi) berlangsung di ruang tindakan operasi Delima RSUDAM.  Sebelumnya, pada 20 Februari 2017, Yustin Ricardo juga melahirkan anak ketiganya di Ruang Delima. Secara medis, cirkumsisi unutk menghindari munculnya fimosis, menurunkan risiko infeksi kandung kemih, dan risiko kanker menurun.

Melalui khitan, sejak dini anak diajarkan mengenai pentingnya kesehatan dan kebersihan badan, terutama alat kelamin. Bagi laki-laki, khitan berfungsi untuk mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah bagi umat Islam.

"Dari sudut medis, khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan bau yang tidak sedap," kata Direktur Utama RSUDAM dr. Hery Djoko Subandriyo yang ikut mendampingi keluarga besar Ridho Ficardo. (*)

Pengurus Mappilu PWI Lamteng beraudiensi dengan Bawaslu. (foto: jn)
LAMPUNG TENGAH, JNNews -- Pengurus Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu Persatuan Wartawan Indonesia (Mappilu PWI) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) melakukan audensi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lamteng.

Kedatangan Mappilu PWI di sambut Ketua Harmono dan anggota Bawaslu Alfian Wahyudi dikantornya, Senin (18/03/2019).

Pada kesempatan itu Ketua Mappilu Aris Subing menyampaikan telah terbentuknya lembaga pemantau pemilu dari unsur Pers yang diprakarsai PWI Pusat, dalam itu juga ia mengatakan siap bekerjasama dengan Bawaslu untuk melakukan pemantauan Pemilu yang bersih, aman, jujur dan adil.

"Keberadaan Mappilu PWI Lampung Tengah akan memberi kontribusi positif dalam pelaksanaan pemilu yang bersih, aman, jujur dan adil. Kami segenap pengurus Mappilu Lampung Tengah akan selalu berkoordinasi dengan Bawaslu, agar pemilu bersih, aman, jujur dan adil dapat terlaksana," ujar Aris.

Menanggapi kedatangan Mappilu PWI Lamteng, Ketua Bawaslu, mengungkapkan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Mappilu dan dia juga mengapresiasi terbentuknya Mappilu Lamteng.

"Semoga dengan adanya Mappilu dari rekan-rekan Pers merupakan titik awal kerjasama yang baik, dapat membantu kami memantau berjalannya proses pemilu yang baik. Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Mappilu yang selanjutnya untuk sama-sama melakukan pelaksanaan pengawasan," ungkap Harmono.

Masih kata Harmono, mereka melakukan pengawasan pemilu tidak bisa bekerja sendiri tanpa partisipasi partisipasif dari berbagai elemen diantaranya Mappilu PWI sendiri.

"Kami sangat sangat mengapresiasi kehadiran Mappilu, kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa partisipasi parrpartisif dari berbagai elemen, baik itu masyarakat maupun Mappilu PWI sendiri.

Hadir dalam pertemuan itu, Ketua dan anggota Bawaslu Lamteng, pengurus Mappilu PWI Lamteng, Ketua Aris Subing, Sekretaris Sudirman Hasanuddin, Bendahara Tika Sudarlis, Ketua Satgas Mappilu Firman Hakiki, Wanhat Mappilu Roy M Prioly, Ketua Relawan Mappilu Wahyu, anggota Gunawansyah, Noval, Syaiful.

Pertemuan berlangsung di aula kantor Bawaslu setempat dengan suasana penuh keakraban dan pembicaraan berjalan santai dan rileks. (jn)

Tabung gas 3 Kg. (foto: net)
LAMPUNG TENGAH, JNNews -- Ketersediaan gas tabung 3 kilogram di Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah dalam sebulan ini mengalami kelangkaan, kalau pun ada harganya cukup mahal sekitar Rp 30 ribu per tabung.

Seperti diakui salah satu warga, Fajar Asri, Sutini, ibu rumah tangga yang memiliki usaha rumahan itu mengeluhkan langkanya gas, sudah sebulan dia kesulitan mendapatkan bahan bakar gas (BBG) 3 kilogram.

"Udah sebulan ini di tempat kami gas yang 3 kilo susah di dapat, kalo ada juga pasti mahal, nyarinya muter-muter dari warung ke warung," ujarnya, Minggu (17/03/2019).

Dia berharap kelangkaan gas dapat diatasi pemerintah, karena gas BBG  sudah menjadi bagian kebutuhan hidup keseharian masyarakat.

"Saya berharap kelangkaan gas dapat segera diatasi pemerintah, kasihan masyarakat kesulitan mendapatkan gas, saya mau masak harus dibuat pusing dulu gara-gara gas ga ada," tuturnya.

Hal senada disampaikan, Syailendra warga Kampung Selusuban, ia juga mengeluhkan kelangkaan BBG.

"Sudah sebulan ini gas tabung 3 kilogram sulit ditemukan dipasaran, saya juga ga ngerti kenapa jadi langka, istri saya dan warga lainnya bener-bener susah mau beli gas, padahal mau beli bukan minta, tapi ya ampun entah kemana itu gas," ungkapnya. (jn)



Diberdayakan oleh Blogger.