Halloween party ideas 2015

WAY KANAN,JNNews - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung merupakan salah satu sekolah perintis dan diresmikan pada tahun 2012, Kepala Sekolah Kasimin Antoro, S.Pd yang ikut membenahi dan memperjuangkan sekolah ini baik dalam bidang pembangunan hingga dalam mekanisme KBM kegiatan belajar mengajar disekolah tersebut, dengan jumlah pengajar 17 orang diantaranya 5 pegawai negeri sipil (PNS) dan 12 guru honor serta ditambah dengan 4 orang staf dan 1 tukang kebun, Kasimin sedikit gelabakan dalam pengelolaan anggaran dana BOS karena jumlah siswa/i disekolah ini hanya 140.  Dengan hal tersebut mau tidak mau kepsek dengan beberapa jajaran dewan guru harus dapat mengelola anggaran BOS setepat mungkin dengan anggaran yang  ada.

Sesuai dengan keadaan sekolah yang harus mengikuti program ujian nasional dalam setiap tahunnya, Kasimin memiliki visi dan misi agar siswa/i SMPN 8 Blambangan Umpu dapat meraih nilai yang semaksimal mungkin, mengingat pada ujian nasional sebelumnya siswa/i disekolah ini mendapatkan nilai yang kurang baik didalam bidang mata pelajaran IPA dan Matematika karena guru dari pada mapel tersebut masih guru honorer.

Mengenai bidang extra kurikuler baik yang diselenggarakan kecamatan, kabupaten hingga tingkat propinsi Kasimin berharap kedepan sekolah ini dapat ikut bersaing dalam kegiatan tersebut hingga menuai hasil yang lebih baik dan dapat memberikan suatu kebanggaan tersendiri bagi SMPN 8 Blambangan Umpu.

"Walaupun sekolah dipinggir, kami pernah mengikuti OSN tingkat Kabupaten Way Kanan mewakili ke Provinsi Lampung, meskipun dengan fasilitas sekolah yang belum memadai, visi dan misi kami selaku tenaga pendidik disini kedepan kami optimis siswa/i kami dapat ikut perlobaan dalam bidang O2SN OSN dan masih banyak cabang lain dan tentunya dapat menuai hasil yang baik dan membanggakan,"ungkapnya

"Kalau untuk bidang mata pelajaran kami mengedepankan ujian nasional untuk kedepan agar dapat menuai nilai yang lebih bagus,karena melihat tahun yang sudah nilai anak didik kami kurang baik dalam mapel MTK dan IPA, dan juga guru-gurunya pun masih honorer, jadi harapan kami untuk bidang mapel tersebut agar pihak pemerintah dapat memberikan guru yang sudah PNS ,"ucap kasimin.


"Perubahan semenjak masa jabatan saya sudah luar biasa yang dulunya kumuh kini kita benahi, dan tetap mengajukan rehab untuk ruang kelas namun hingga saat ini belum diakomodir,” imbuhnya.  (win)

METRO, JNNews - SMK Negeri 2 Kota Metro mendapat kepercayaan dari Direktorat Pembinaan SMK untuk menyelenggarakan Job Matching  SMK Tahun 2016. Kegiatan yang dilakukan selama dua hari ini akan berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Kota Metro, Rabu (14/09/2016).

Sebanyak 40 perusahaan telah menyatakan kesediaannya untuk menyukseskan Job Matching SMK Tahun 2016, dan akan melakukan rekruitment tenaga kerja sesuai kebutuhan. Job Matching terbuka untuk umum, terutama tamatan SMK/SMA dan terdapat bidang yang membutuhkan lulusan dari D3 dan S1 untuk semua kompetensi keahlian.
Pembukaan Job Fair di SMK Negeri Metro direspon masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, karena di job matching ini membuka lowongan pekerjaan untuk seluruh Provinsi Lampung maupun luar Provinsi Lampung dan ada bagian pekerjaan masing-masing yang di sesuaikan dengan kelulusan.  

Prawito sebagai koordinator Job Fair, menjelaskan bahwa job fair bertujuan untuk merekrut tenaga kerja dan kegiatan ini juga membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

“Jadi perusahaan baik BUMN (Badan Usaha Milik Negara) maupun swasta bekerja sama dengan pihak sekolah untuk jemput bola, dalam arti alumni-alumni dari siswa maupun mahasiswa yang mempunyai keahlian dan bidang masing-masing tidak susah-susah untuk mencari pekerjaan atau melamar pekerjaan,” jelas Prawito kepada Journal Nusantara, Rabu (14/9). 

Dan pihaknya berharap siapa saja yang ingin melamar pekerjaan dapat mendatangi job matching di SMK Negeri 2 Kota Metro yang diselenggarakan selama dua hari tanggal 14 sampai 15 September 2016. 

“Pengusaha dan perusahaan juga bekerjasama untuk membentuk formasi kerja dari kelulusan sarjana maupun SMK dan SMA  sederajat untuk di jadikan tegana kerja ahli dalam bidang masing-masing yang bertujuan bertujuan untuk mensejahterahkan dibidang apapun seperti pendidikan, management, pertanian, perkebunan, teknik otomotif, kesehatan dan sebagainya,” pungkas Prawito.

Acara yang dibuka oleh Walikota Metro Achmad Pairin, juga tampak dihadir oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Hery Suliyanto, Kepala Disdikbudpora Kota Metro Bangkit Haryo Utomo dan para Kepala Sekolah se Provinsi Lampung. (rah/adi)

METRO, JNNews – Taman dekat terminal 16 C Kota Metro, kondisi tidak terawat dan terkesan terlantar, dan taman untuk bersantai menjadi tidak layak dikunjungi karena kurangnya perawatan sehingga terlihat kotor dan kumuh. 

Sebagai salah satu tempat penghijauan kota Metro, masyarakat berharap pemerintah setempat dapat memperhatikan dan merawatnyanya sehingga taman tersebut terlihat indah dan asri.
 
Warga sekitar, memintah pemerintah untuk menata dan membersihkan taman dan perawatan terhadap pohon-pohon disekita taman dan pohon yang ada di kota Metro khususnya di taman 16 C yang memang terlihat sangat kotor dan tidak terawat. (rah/adi)


GUNUNG SUGIH, JNNews - Upaya meminimalisir kejahatan seksual terhadap anak di Indonesia, kaum wanita khususnya para ibu di Kabupaten Lampung Tengah diharapkan dapat meningkatkan peran di masyarakat dengan menggaungkan anti kekerasan seksual pada anak. Demikian dikatakan Ketua TP PKK Lampung Tengah, Ny. Nessy Calviya Mustafa pada acara sosialisasi gerakan nasional anti kekerasan seksual terhadap anak di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Rabu, (7/9).

Menurut Nessy, kasus kekerasan seksual di Indonesia semakin marak dan menghantui para orang tua. Krisis moral ini harus diantisipasi dengan meningkatkan peran masyarakat khususnya kaum ibu yang relatif lebih dekat anak.

"Para ibu harus peka terhadap sekelilingnya, terus dampingi anak dan jangan mudah percaya untuk menitipkan anak meski terhadap keluarga dekat, sebab sebagian besar pelaku kasus pelecehan seksual adalah orang-orang terdekat," ungkapnya.

Dia menambahkan, besar pengaruh teknologi terhadap sikap anak, orang tua juga diharapkan dapat mendampingi anak dalam memanfaatkan gadget atau menerima informasi dari dunia maya.


“Ini penting agar anak tidak mudah terkontaminasi input-input negatif dari internet yang akhirnya membahayakan anak. Ibu juga dituntut bisa mengakses atau mengeoprasikan perangkat gadget sehingga dapat mengecek pemanfaatan teknologi pada anak,” ujar Nessy. (jn)

GUNUNG SUGIH, JNNews – Kemdiknas terbitkan Permendiknas nomor 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal atau SPM pendidikan dasar. Kemdiknas telah menerbitkan regulasi baru yakni Permendiknas nomor 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal atau SPM pendidikan dasar. Oleh karen itu Direktorat Mandikdasmen mengadakan sosialisasi Standar pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Jakarta. SPM Pendidikan Dasar ini bertujuan untuk peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan SD/MI dan SMP/ MTs.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Disdas) Dinas Pendidikan Lampung Tengah, Candra Puasati menjelaskan,  SPM pendidikan dasar dapat diartikan sebagai ketentuan tentang jumlah dan mutu layanan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten/kota untuk SD dan SMP dan Kandepag untuk MI dan MTs secara langsung maupun secara tidak langsung melalui sekolah dan madrasah.

“SPM diharapkan mampu mempersempit kesenjangan mutu pendidikan  yang kedepannya juga diharapkan berimplikasi pada mengecilnya kesenjangan sosial ekonomi, dan hari ini kita sedang mengadakan sosialisasi SPM di aula LEC Seputih Banyak, yang bertujuan agar sekolah-sekolah di Lampung Tengah nantinya berstandar nasional pedidikan semua, dengan tahapan rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah pelatihan guru dan tenaga pendidik,” jelas Kabid Dikdas diruang kerjanya, Selasa (13/9).

Standar pelayanan minimal pendidikan dasar, selanjutnya dikatakan Candra Puasati, tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar melalui jalur pendidikan formal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Standar Pelayanan Minimal Pendidikan merupakan  ketentuan tentang jumlah dan mutu layanan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota secara langsung maupun secara tidak langsung melalui sekolah dan madrasah,” jelas Candra Puasati.
Penerapan SPM dimaksudkan, lanjut Candra peraih gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta,  “untuk memastikan bahwa di setiap sekolah dan madrasah terpenuhi kondisi minimum yang dibutuhkan untuk menjamin terselenggaranya proses pembelajaran yang memadai.
Dalam SPM Pendidikan, secara tegas dan rinci berbagai tanggungjawab Pemerintah dalam ini Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama dalam menyelenggarakan layanan pendidikan.

SPM Pendidikan menyatakan secara tegas dan rinci berbagai hal yang harus disediakan dan dilakukan oleh dinas pendidikan, sekolah/madrasah untuk memastikan bahwa pembelajaran bisa berjalan dengan baik. SPM menyatakan dengan jelas dan tegas kepada warga masyarakat tentang tingkat layanan pendidikan yang dapat mereka peroleh dari sekolah/ madrasah di daerah mereka masing-masing,” terang Kabid Dikdas kepada Journal Nusantara.

“SPM juga tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan tahapan menuju pencapaian Standar Nasional Pendidikan atau SNP.  Dengan ditetapkannya SPM Bidang Pendidikan Dasar maka di Lampung Tengah perlu menyusun perencanaan program/kegiatan untuk mencapai SPM. Untuk mengukur sejauh mana sekolah-sekolah di Kabupaten Lampung Tengah yang telah mencapai SPM atau belum, maka  dinas pendidikan perlu melakukan pemetaan terhadap kinerja layanan dinas pendidikan (sekolah-sekolah), dari pemetaan tersebut diketahui kinerja mana yang belum mencapai SPM dan kinerja mana yang sudah mencapai SPM,” pungkas Candra Puasati.

Acara sosialisasi dihadiri Kabid Dikdas Candra Puasati, Kasi SMP Erdalina, Kasi SD Riyanto, dan staf Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Lampung Tengah, serta para peserta sosialisasi kepala sekolah SD dan SMP se Kabupaten Lampung Tengah, kegiatan berlangsung dimulai tanggal 7 s/d 16 September 2016, pemateri dari pasda (fasilitator daerah), kegiatan berlangsung di aula LEC Seputih Banyak, Lampung Tengah. (jn)


GUNUNG SUGIH, JNNews - Pemerintah kabupaten Lampung Tengah melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) mengadakan kegatan Lomba Cipta Menu (LCM), diadakannya kegiatan tersebut bertujuan mempercepat peaneka ragaman konsumsi pangan terutama pangan lokal. Peserta lomba Tim Penggerak PKK di 28 Kecamatan se Kabupaten Lampung Tengah, acara di buka oleh Wakil Bupati, Loekman Djoyosoemarto, kegiatan berlangsung di halaman kantor BKP, Rabu (21/9).

Diselenggarakannya Lomba Cipta Menu B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, Aman) berbasis daya lokal, menurut Ketua Panitia Penyelenggara, H. Agus Faizal, ST mendampingi Plt. Kepala Badan Barmawi, menjelaskan, “kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan B2SA,
dan menlngkatkan pemahaman peserta/masyarakat dalam penerapan prinsip B2SA serta untuk mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan atau menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokaI,” Agus Faisal kepada Journal Nusantara, diruang kerjanya, Rabu (21/9).
Agus Faisal menambahkan, peserta lomba akan menyajikan menu makanan I (satu) kali 3 (tlga) kali waktu makan untuk keluarga dalam bentuk display. Hal ini dimaksudkan untuk melihät penerapan aspek keanekaragaman dan keseimbangan pangan dalam menu, dengan tetap mengoptimalkan pemanfatan sumber daya lokal
“Makanan adalah bahan pangan segar atau yang telah mengalami pengolahan atau pemasakan sehingga siap untuk disajikan. Yang dimaksud pangan lokal adalah pangan baik sumber karbohidratnya, protein,vitamin dan mineral yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat dengan potensi dan kearifan lokal,” tuturnya.

Keanekaragaman pangan, menurut penjelasannya, adalah aneka ragam kelompok pangan yang terdiri dan makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan, serta beraneka ragam dalam setiap kelompok pangan.
“Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalab suatu kecukupan rata ata zat gizi setiap hasil bagi semua orang menurut golongan umur, jenis kelansin, ukuran tuhuh, aktivitas tubuh untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Garnish adalah bahan pangan yang dibuat sedemikian rupa dan dapat dikonsumsi untuk menunjang penampilan suatu hidangan dan menggugah selera makan sehingga diperhitungkan sebagal bagian dari porsi menu mahanan,” unkapnya.
Sedangkan kreteria penilaian penjurian, Agus Faisal menerangkan, “diantaranya penilaian penjurian diantaranya keseimbangan menu, keaneka ragaman jenis pangan, kreatifitas keseimbangan resep, cita rasa, tampilan dan aspek keamanan pangan, penyajian makanan serta aplikasi dan pemenang pada lomba ini akan mewakili kabupaten Lampung Tengah pada lomba serupa pada tingkat Provinsi Lampung, yang akan digelar pada tanggal 10 Oktober tahun ini juga,” terangnya.
Pada akhir acara, diumumkan para pemenangnya, keluar sebagai juara I TP PKK Kecamatan Terusan Nunyai dengan nilai 1835, juara II diraih TP PKK Kecamatan Seputih Agung nilai 1820, juara 3 dengan nilai 1722 diraih TP PKK Kecamatan Bumi Ratu Nuban, juara harapan I TP PKK Kecamatan Terbanggi Besar dengan nilai 1579, juara harapan II nilai 1560 diraih TP PKK Kecamatan Seputih Banyak dan juara harapan 3 dengan nilai 1552 di raih TP PKK Kecamatan Trimurjo.

Acara berlangsung sangat meriah dan dihadiri, Wakil Bupati Loekman Djoyosoemarto, para Staf Ahli Bupati, para Asisten, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, para Kepala Dinas, Badan, Kantor, Instansi di lingkup Pemkab dan Camat serta TP PKK se Kabupaten Lampung Tengah. (jn)

PANARAGAN, JNNews - Hasil penilaian Inspektorat dan Komisi C DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat terhadap hasil pembangunan jalan onderlagh program anggaran dana desa (ADD) di Tiyuh Penumanganlama, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, menuai kekecewaan warga dan Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT) setempat. Kekecewaan tersebut disampaikan Ketua BPT Penumanaganlama, Amirson. Menurut dia, penilain Komisi C dan Inspektorat terhadap hasil pembangunan jalan  program ADD di tiyuh tersebut, tidak tegas.

“Seharusnya anggota dewan tegas menyikapi permasalahan, agar jangan terulang lagi. Ini kan kepentingan masyarakat, bukan pribadi," kata Amirson.

Amirson mengancam, kedepan jika BPT dan masyarakat kembali tidak dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan program ADD, maka permasalahan tersebut akan dilaporkan langsung ke aparat penegak hukum.

“Kalau nanti BPT dan masyarakat kembali tidak dilibatkan dalam kegiatan ADD, kami tidak akan lagi mengadu pada mereka (DPRD dan inspektorat), tapi langsung ke Kejaksaan Negeri Menggala,“ tegasnya.

Hal senada disampaikan, seorang warga setempat, “bagaimana bisa, pembangunan jalan onderlagh itu dibilang sudah bagus, lihat saja pembangunan onderlagh itu, tidak ada bahu jalannya, kok bisa dibilang bagus. Jelas kami kecewa dengan penilaian DPRD dan Inspektorat terhadap hasil pekerjaan ini,“ kata seorang warga Penumanganlama yang tidak ingin disebut namanya.

Dia menuding, sikap Komisi C dan Inspektorat dalam menilai kegiatan proyek ADD tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Terlebih, lanjut dia, proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ADD di Tiyuh Penumanganlama tidak melibatkan warga secara langsung.

“Kami tidak pernah diajak musyawarah untuk merencanakan pembangunan jalan itu, bahkan kami baru tahu dari media, bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan program ADD tahap pertama tahun 2016,” ungkapnya. (her)


MENGGALA, JNNews - Menghadiri acara Koordinasi serta Sosialisasi Program BOS dan Pelaporan Online SMP Tahun 2016, Wakil Bupati Tulang Bawang Heri Wardoyo, SH berpesan kepada Sekolah-Sekolah agar tidak perlu merasa takut dalam mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tetapi asalkan dana BOS itu bisa dikelola dengan sebaik-baiknya sesuai peruntukannya dan sesuai peraturan yang berlaku.
“Jangan takut mengelola dana BOS, selama pengelolaannya dilakukan dengan benar sesuai peruntukannya, serta sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” tegas Wakil Bupati Heri Wardoyo dihadapan para Kepala Sekolah SMP se- Tulang Bawang, yang mengikuti acara tersebut di SMPN 1 Banjar Agung, Kamis 8 September 2016.
Karenanya terkait pengelolaan dana BOS, Wakil Bupati juga mengingatkan agar sekolah-sekolah hendaknya harus bisa mengelolanya dengan sebaik-baiknya untuk kelancaran kegiatan operasional sekolah, serta dalam mendukung kemajuan pembangunan pendidikan di Tulang Bawang.
“Termasuk terkait pelaporan secara online, saya harapkan agar hal ini juga dapat benar-benar dipelajari dan diterapkan dengan sebaik-baiknya oleh sekolah SMP se-Tulang Bawang,” tandasnya.

Selain Wakil Bupati Tulang Bawang, Heri Wardoyo, kegiatan yang dilaksanakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP Kabupaten Tulang Bawang tersebut, juga dihadiri oleh Asisten III Sekdakab Raden Mansus, Kepala Inspektorat Tulang Bawang Dr. Akhmad Suharyo, Kepala Dinas Pendidikan Tulang Bawang M. Firsada, Ketua MKKS Tulang Bawang Suradi, Camat Banjar Agung, Sudirman, dan seluruh Kepala Sekolah dan para guru SMP se-Tulang Bawang. (jn)

KOTABUMI, JNNews - Bupati Lampung Utara H. Agung Ilmu Mangkunegara menghadiri penandatangan berita acara Personil, Sarana Prasarana dan Dokumentasi  di gedung Balai Keratun komplek kantor Gubernur Lampung.

Penyerahan Personil Sarana, Prasarana dan Dokumentasi ke Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Pusat merupakan dalam rangka alih urusan dan hal ini seperti tertulis dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah serta Surat Edaran Mendagri Nomor 1230/SJ Tanggal 16 Oktober 2015 tentang Percepatan Penyerahan Personil, Sarana, Prasarana dan Dokumentasi.

Personil Sarana, Prasarana dan Dokumentasi yang diserahkan diantaranya, urusan pemerintahan bidang pendidikan menengah, Personil sebanyak 751 PNS, terdiri dari 504 Tenaga Kependidikan pada SMU Negeri, 243 Tenaga Kependidikan SMK Negeri, dan 4 orang guru SLB Negeri Suka Maju. Sarana Prasarana, -1 Unit Sekolah (Gedung dan Tanah) SLB Negeri Sukamaju, 20 unit SMU Negeri dan 8 unit SMK Negeri, sedangkan Dokumentasi  meliputi 751 berkas dokumen kepegawaian, kartu inventaris barang masing-masing sekolah dan dokumentasi tanah dan bangunan masing-masing sekolah.

Untuk urusan pemerintahan bidang perhubungan (Pengelolaan Terminal Tipe B), Pemkab Lampung Utara menyerahkan Personil sebanyak 26 PNS pengelola terminal Simpang Propau, Sarana Prasarana, Tanah Seluas 22.172 M², 11 jenis bangunan yang ada dilingkunagan terminalDokumentasi, 26 berkas dokumen kepegawaian dan foto Masing-masing yang diserahkan.

Urusan Pemerintah Bidang Kehutanan dan Penyuluh Kehutanan Lampung Utara menyerahkan Personilnya   99 PNS yang terdiri dari 86 PNS Dinas Kehutanan dan 13
 PNS Tenaga Penyuluh Kehutanan, Sarana Prasarana  diantaranya 34 jenis peralatan dan mesin, 1 unit mobil barang (dalam kondisi rusak berat), 36 unit sepeda motor (kondisi baik) dan Dokumentasi,  Kartu Invetaris Barang, 1 berkas STNK dan BPKB mobil, 36 berkas STNK dan BPKB motor

Dalam penyerahan tersebut, urusan Pemerintahan Bidang Penyuluh Kuluarga Berencana yang diserahkan, Personil 50 PNS Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (KB),
Sarana Prasarana, nihil, Dokumentasi, 50 berkas dokumentasi kepegawaian.

Dan  urusan Pemerintahan Bidang Penyuluh Perikanan, Personil 1 PNS Tenaga Penyuluh Perikanan pada BP4K sedangkan Sarana Prasarana tidak ada karena nihil, sementara Dokumentasi  1 berkas dokumen kepegawaian.

Urusan Pemerintahan Bidang Pengawas Tenegakerjaan, Personil  1 PNS Pengawas Tenaga Kerja pada Dinas Sosnakertrans, Sarana Prasarana kosong, Dokumentasi  1 berkas dokumen kepegawaian.

Total personil yang diserahkan Pemkab Lampung Utara sebanyak 928 orang PNS,

Data asset secara rinci berikut dokumentasinya telah diserahkan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Kab. Lampung Utara kepada Biro Aset Setda Prov. Lampung pada Bulan Mei 2016. (rud)

PANARAGAN, JNNews - Diduga frustrasi karena menderita penyakit stroke sekitar satu setengah tahun, Tumidin bin Parto Jegek, nekad mengakhiri hidupnya dengan minum racun hama tanaman, Furadan.

Tidak hanya itu. Warga Makarti, Kecamatan Tumijajar Kebupaten Tulang Bawang Barat, ini sebelum meneguk insektisida, lebih dulu membakar rumahnya. Informasi yang diperoleh Journal Nusantara, sebelum kejadian itu, pada Jumat (16/9) sekitar pukul 11. 00 WIB, Tumidin cekcok dan mengusir istrinya, Mardiah. Istrinya pun pergi ke rumah anaknya yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.

Sekitar pukul 23.30 WIB, korban yang tinggal sendiri, lalu mengunci rapat rumahnya lalu membakar kamar tidurnya. Setelah itu, dia baru minum racun hama. Menururt keterangan tetangganya, Endi Mediansyah, kobaran api itu mengundang puluhan warga untuk memberikan pertolongan. Mereka bergotong-royong memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya.

Beberapa di antara warga, mendobrak pintu rumah untuk mengevakuasi Tumidin yang ada di kamarnya dalam kondisi tidak sadar dan mulut mengeluarkan busa. Setelah korban berhasil dievakuasi, masyarakat melakukan pertolongan pertama dengan memberikan minum air kelapa hijau.


Kemudian, korban dibawa ke Puskesmas Daya Murni, lalu di rujuk ke Klinik Asy-shifa Daya Murni, Tumijajar. Namun, usaha warga menyelamatnya Tumidin tidak berhasil, beberapa waktu setelah tiba di Klinik Asy-shifa, korban meninggal dunia. Pada Sabtu (17/9) sekitar pukul 01.30 WIB, korban dibawa kembali ke rumahnya untuk dimakamkan. Sementara rumah korban rusak parah, terutama kamar dan atapnya. (her)

MENGGALA, JNNews - Saat menyerahkan bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang berupa benih ikan dan pakan ikan kepada masyarakat di Kecamatan Menggala, Bupati Tulang Bawang Ir. Hanan A Rozak, MS menegaskan, bahwa yang dilakukan oleh dirinya selaku Kepala Daerah bersama Pemkab Tulang Bawang adalah bekerja dan berbuat nyata.

Lain Bebalah Tejepah” begitu kata Bupati mengangkat sebuah ungkapan berbahasa Lampung, yang arti dari ungkapan itu kurang lebih adalah “bukan omong kosong”.
Penyerahan bantuan benih ikan dan pakan ikan tersebut dilaksanakan bertempat di lingkungan Lebuh Dalem Kelurahan Menggala Tengah, Kecamatan Menggala, Jum’at 9 September 2016.

Bantuan benih dan pakan ikan itu diserahkan kepada beberapa Kelompok Perikanan masyarakat setempat, diantaranya Kelompok Perikanan Jak Gham  dengan Bantuan Benih Ikan Gurame 50.000 Ekor, Pakan Ikan 1 Kwintal; dan Kelompok Perikanan Cantik Manis dengan bantuan dengan bantuan Ikan Nila 15.000 Ekor, Ikan Patin 10.000 ekor, Ikan Gurame 1.500 Ekor dan pakan ikan 50 Kg. Serta Kelompok Perikanan Makmur Abadi dengan bantuan Ikan Nila 20.000 Ekor, Ikan Patin 30.000 ekor, Ikan Gurame 1.500 Ekor dan pakan ikan 1 Kwintal.

Selain itu, bantuan juga diberikan untuk BP3K di Kecamatan Banjar Margo yaitu berupa bantuan Ikan Nila 20.000 Ekor, Ikan Patin 15.000 ekor, dan Ikan Gurame 2.000 Ekor.
 penyerahan bantuan tersebut, Bupati hadir didampingi oleh Sedakab Tulang Bawang Drs.

Sobri, MM beserta sejumlah pejabat Pemkab Tulang Bawang dan Camat Menggala.
Melanjutkan sambutannya, Bupati Hanan A Rozak juga mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Tulang Bawang yang selama ini telah berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program Pemkab Tulang Bawang.

Selain itu, Bupati pun meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika didaerahnya ada fasilitas publik yang perlu dibangun atau diperbaiki, seperti talud yang tidak berfungsi dan lain-lain.

“Laporkan, Insya Allah Pemkab akan bangun dan perbaiki sesuai kemampuan. Tapi tentunya secara bertahap. Tidak seperti membalikkan telapak tangan, minta pagi ini sore harus ada. Tidak bisa begitu kalau program pembangunan pemerintah. Diusulkan tahun lalu, tahun ini baru bisa direalisasikan. Karena itu mohon pengertian dan pemahaman masyarakat,” ujarnya.
“Kita sudah banyak berbuat, saat ini sudah berubah segala sesuatunya, termasuk di Kota Menggala ini. Salah satunya dengan program GSMK, masyarakat Tulang Bawang saat ini bukan lagi penonton, tapi ikut membangun. Sehingga tanggungjawab dari hasil pembangunan juga menjadi lebih baik,” imbuh Bupati.


Menurut Bupati, saat ini juga telah terjadi perubahan yang cukup luar biasa di Kabupaten Tulang Bawang sejak tahun 2013. Disamping kemajuan pembangunan daerah, juga terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun melalui kelompok-kelompok masyarakat dan budaya gotong royong masyarakat yang semakin meningkat di seluruh wilayah Tulang Bawang. (jn)

METRO, JNNews - Pengunjung RSUD Jendral A. Yani Kota Metro, Lampung, terlihat sangat ramai oleh pengunjung yang datang untuk membesuk keluarga yang dirawat namun lokasi parkir yang ada sangat sempit, sehingga mempersulit pengunjung yang akan memparkirkan  baiik kendaran roda dua maupun roda empat.

Salah seorang pengunjung asal Lampung Timur, Sodri, kepada Journal Nusantara mengatakan, “halaman parkir rumah sakit ini sempit, saya tadi kesulitan memarkirkan mobil, kalau halaman parkirnya luas kan kita yang akan berkunjung kerumah sakit ini jadi mudah memakirkan kendaraan khususnya mobil,” ujar Sodri, Rabu (14/9).


Sodri berharap Pemerintah Kota Metro, dapat segera melakukan rehabilitasi dan menyediakan lahan parkir yang luas dan memadai.

“Harapan kami, agar lahan parkir dapat diperluas, kalau lahan parkir luas maka rumah sakit akan terlihat rapi, dan pengunjung tidak lagi resah ketika berkunjung untuk menjenguk keluarganya yang di rawat inap ini,” ungkapnya.

terkait hal ini Kabag Humas RSUD Jenderal A. Yani, ketika dimintao tanggapan, mengatakan, “sebenarnya pemerintah sudah mempersiapkan lahan yang akan di jadikan lokasi parkir, namun sampai saat ini belum ada realisasi dari pemerintah kota Metro, dan kami meminta agar lokasi parkir dapat segera di upayakan karena sangat dibutuhkan sekali untuk lokasi parkir yang lebih luas lagi,” terangnya. (rah/adi)



PANARAGAN, JNNews - Kepala Tiyuh Mulya Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah kabupaten Tulang Bawang Barat, Esa Ratnasari akan mengedepankan pembangunan dalam program Dana Desa (DD) diwilayahnya, beberapa pembangunan Onderlagh yang telah dilakukan ditiyuh Mulya Kencana tergolong cukup baik.

Menurut Esa Ratnasari, “pembangunan tahun ini kita bangun dalam bentuk seperti ini agar masyarakat bisa langsung merasakan hasil pembangunan yang kita laksanakan,bila masyarakat memiliki kesadaran tinggi dan ikut serta mendukung pembangunan ini, kita juga bertujuan agar masyarakat tiyuh Mulya Kencana mendapat pelayanan seperti yang kita harapkan,"katanya.

Isrofi carik tiyuh Mulya Kencana menambahkan, "pembangunan onderlagh ini bisa membantu mengurangi keluhan masyarakat, misalnya ketika musim hujan kendaraan kita tidak kotor lagi karena becek dan genangan air," imbuhnya.

Dan di tahap kedua dana desa ini akan kita bangun ditempat yang kita pandang jalan yang belum layak kita lewati,karena selama ini tiyuh mulya kencana masih banyak jalannya yang masih perlu kita bangun," ujarnya, saat ditemui dikantor balai tiyuh.

Esa Ratnasari dan Isrofi berharap setelah pembangunan ini selesai,agar kiranya semua masyarakat dapat menjaganya secara bersama-sama agar kita semua bisa merasakan hasil pembangunan dari program Dana Desa (DD) tahun ini.  (her)

MARTAPURA, JNNews - Mayoritas penduduk Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan berpenghasilan dari pertanian serta perkebunan, telah banyak upaya pemerintah pusat melalui Dinas TPH Kabupaten OKU Timur memberikan bantuan untuk para petani sesuai program pemerintah melalui menteri Pertanian tentang menggalakkan di sektor pertanian di Indonesia. 


Menurut Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Ir. Ruzuan Efendi, MM, di tahun 2015/2016 berbagai bentuk bantuan pemerintah telah tersalur dengan baik.

Suwito  (45) seorang petani desa Tegal Sari Kecamatan Belitang II menjelaskan kepada Journal Nusantaa, mereka sangat berterima kasih kepada Pemerintah pusat  terkhusus Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Dinas TPH.


“Pemerintah memberikan bantuan baik berupa alat-alat pertanian sampai benih tanaman, untuk para petani Kabupaten OKU Timur ini, bagi saya sangat-sangat lah berterima kasih kepada Bapak Ruzuan Efendi yang dapat menyalurkan bantuan itu dengan tepat sasaran bagi para petani yang membutuhkannya, apa lagi Kabupaten OKU Timur ini pertaniannya sangat luas, para petani sangat berterima kasih sekali,” pungkas Suwito. (misna)

MARTAPURA, JNNews - Jalan propinsi penghubung Kabupaten OKU Timur dengan OKU Selatan, Sumatera Selatan tepatnya di desa Negeri Ratu Kecamatan Bunga Mayang, tampak longsor hingga memakan badan jalan.

Menurut warga, Jailani (35) mengatakan, "pasca terbisnya jalan ini sudah lama tapi dibiarkan begitu saja dari tahun ke tahun, tak pernah serius diperhatikan pemerintah, coba jika jalan ini di alihkan ke tempat yang lebih jauh dari pinggiran sungai, mungkin tidak seperti ini serta pengguna jalan pun harus ekstra hati-hati saat melintas karena di tepi jalan longsor, ini ada lobang yang besar, apalagi disaat malam hari terkadang tak tampak oleh mata karna tempatnya terletak diujung desa yang kurang penerangan cahayanya seperti lampu jalan," ucap warga tersebut yang saat dimintai tanggapan sedang melintasi jalan tersebut.


Kemudian dengan kondisi jalan yang membahayakan, warga meminta kepada pihak pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten OKU Timur agar cepat tepat tanggap dalam hal-hal seperti ini karena semua ini menyangkut keselamatan para pengguna jalan. (misna)

GUNUNG SUGIH, JNNews - Wakil Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyo Soemarto bersama dua pengusaha asal negara Swedia, Jonathan dan Jesica mengadakan pertemuan guna membahas rencana kerja sama pengelolaan limbah sampah untuk di olah menjadi bio gas yang nanti menjadi sumber tenaga listrik.

Pembahasan dilakukan di rumah dinas Bupati, Nuwo Balak, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Sabtu (17/9).

Dalam pertemuan Loekman didampingi Kepala Bappeda Lampung Tengah, H. Nasir AT. (jn)

GUNUNG SUGIH, JNNews - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan Salah salah pendidikan formal di Indonesia maupun di Kabupaten Lampung Tengah, produk dari pendidikan menengah khususnya SMK, menurut penjelesan Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah, Yos Devera, kepada Journal Nusantara, SMK di Lampung Tengah diharapkan dapat menjadi lulusan yang berkualitas dan bermutu dan berdaya saing.

“Mutu lulusan Pendidikan sangat erat kaitannya dengan proses pelaksanaan pembelajaran yang dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain kurikulum, tenaga pendidik, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, alat bantu dan bahan, manajemen, sekolah, lingkungan sekolah dan lapangan latihan kerja siswa,” jelas Yos Devera diruang kerjanya, Selasa (13/9).

Dalam penjelasan selanjutnya, Kabid Dikmen mengatakan, meskipun kurikulum hanya merupakan sebagai arah, tujuan dan landasan filosofi pendidikan, namun kurikulum harus selalu dikembangkan sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan kebutuhan atau pasar kerja, serta dinamika perubahan sosial masyarakat, ia juga berharap, lulusan SMK dapat diterima bekerja pada dunia usaha sesuai kejuruan dan keahlian para siswa sewaktu masih bersekolah, pihaknnya berkeinginan lulusan SMK di Lampung Tengah memiliki daya saing, tidak hanya diterima bekerja tapi bukan pada bidang kejuruannya.

“Kami berharap para siswa yang telah lulus dari SMK bisa mandiri dan memiliki daya saing dalam dunia usaha, serta dapat bekerja sesuai pilihan jurusan ketika para siswa itu masih bersekolah, seperti contoh, kalau waktu bersekolah pada jurusan otomotif, ya harusnya bekerja pada perusahaan otomotif juga, begitu juga kalau tadinya jurusanTKJ (Tehnik Komputer Jaringan-red), ya bisa masuk pada industri komputer,” ungkap Kabid Dikmen.

Kabid Dikmen juga memberikan gambaran, “lulusan SMK itu diharapkan bisa dibanggakan dari ilmu yang dipelajari selama 3 tahun, yang kita harapkan lulusan SMK bisa bekerja sesuai jurusannya, berapa yang diterima dan berapa banyak yang bekerja pada pabrik industri otomotif, pabrik perakitan komputer, pabrik industri mesin, besarkah persentase yang  diterima di pabrik sekala besar, ini yang kita harapkan, bukan hanya sekedar diterima bekerja saja,” tegas Yos Devera.

“Buat apa bersekolah di SMK kalau hanya bekerja pinggiran jalan, dan di perkampungan, ga usah sekolah di SMK, masuk kursus tehnik saja atau masuk BLK (Balai Latihan Kerja-red), biaya bersekolah di SMK itu cukup besar dan 3 tahun lamanya bersekolah, jadi harus mampu melebihi tenaga teknik dipinggiran jalan yang belajar sesuai pengalaman dan  otodidak, lulusan SMK harus mampu bersaing dan bekerja pada dunia industri besar, kalau hanya mau jadi tukang las, tidak perlu bersekolah di SMK, belajar ngelas saja pada tukang las, saya yakin seminggu bisa ngelas, mau jadi montir, belajar dan lihat montir bekeja juga gampang dan bisa, sementara SMK bukan seperti ini yang kita harapkan, kalau slogannya sih bagus, “SMK Bisa! bisa apa...?,” papar Yos Devera.    


Untuk menghasilkan lulusan SMK yang berdaya saing, Kabid Dikmen juga berharap peran Komite Sekolah dalam mengawasi proses pembelajaran disekolah itusendiri, besarnya biaya yang dikeluarkan untuk bersekolah di SMK, diharapkan pula hasil yang maksimal, pemuktahiran sarana praktek kerja di bengkel sekolah juga harus sesuai perkembangan jaman, “jika sarana praktek disekolah sudah ketinggalan jaman, maka lulusan SMK kita nantinya akan bingung ketika mereka diterima bekerja, seperti teknologi otomotif, komputer yang terus terbarukan, kalau prakteknya saja menggunakan sarana mobil tahun tua, mesin-mesin tua dan kompoter usang, sekarang industri mobil sudah menggunakan injection dan semua sudah sistem komputerise dan serba digital,  begitu disuruh buka kap mobil tahun 2010, apakah ga bingung tuh para lulusan SMK kita, artinya biaya besar bersekolah di SMK harus diimbangi sarana yang memadai,” pungkas Yos Devera. (jn)

Yos Devera
GUNUNG SUGIH, JNNews - Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan salah satu kegiatan dalam program kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah program kurikuler yang alokasi waktunya tidak ditetapkan dalam kurikulum. Jelasnya bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan.

Kepala Bidang Pendidkan Menengah, (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah menerangkan, Yos Devera kepada Journal Nusantara menjelaskan tujuan kegiatan ekstrakurikuler dan fungsinya, kegiatan ekstrakurikuler yang dimaksudkan untuk lebih mengaitkan antara pengetahuan yang diperoleh dalam program kurikulum dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan.

“Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa fungsi ekstrakurikuler pada tingkat SMK dan SMA adalah sebagai sarana penunjang bagi proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah yang berguna untuk mengaplikasikan teori dan praktik yang telah diperoleh sebagai hasil nyata proses pembelajaran,” jelas Yos Devera di ruang kerjanya, Selasa (13/4).

Lebih lanjut disampaikannya, “kegiatan ekstrakulikuler juga dapat memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari usaha dari pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan, dan menyiapkan siswa agar menjadi warga masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis, menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat mandiri (civil society),” ujar Kabid Dikmen,” ungkapnya.

Agar kegiatan pengembangan potensi siswa dapat secara optimal, Yos Devera, mengatakan, “kegiatan harus didukung pihak sekolah, dan pihak sekolah tidak boleh mengatakan tidak ada anggaran,” tukasnya.

“Jika ada sekolah yang menolak atau menghapus kegiatan ekstrakulikuler yang diajukan siswa, dan kalau ada siswa iuran hanya untuk kegiatan ekstrakuliker, laporkan kepada saya,” tegas Yos Devera.


Mengaktualisasi potensi siswa dalam pencapaian potensi unggulan sesuai bakat dan minat, menurutnya, “jangankan tingkat kabupaten, Provinsi maupun tingkat nasional ketingkat dunia pun harus ikut, buat apa latihan terus kalau tidak pernah uji tanding, karena budget (anggaran) kegiatan ekstrakulikuler memang ada, jadi tidak ada alasan sekolah untuk menghambat kegiatan ekstrakulikuler dengan alasan tidak ada anggaran, sekolah harus mensupport,” pungkas Yos Devera. (jn)

journalnusantara.co.id - Kebersamaan dan kekompakan terlihat saat perayaan Idul Adha 1437 Hijriah, di RW 01 Lingkungan I, Bandarjaya Barat, Lampung Tengah. Usai melaksanakan salat ied, warga berbondong-bondong kembali ke Masjid Nurul Islam, untuk menyembelih hewan qurban. Warga dari 4 rukun tetangga meyembelih 6 ekor hewan kurban masing-masing 5 ekor sapi dan 1 ekor kambing pada Idul Adha 1437 H, Senin, (12/9).

 Saat journalnusantara.co.id menyambangi dilokasi, antusias warga nampak terlihat bersama panitia qurban bersama-sama menyaksikan proses penyemblihan, hewan qurban berasal dari para dermawan warga sekitar, kegiatan ini adalah kegiatan rutin setiap tahunnya dan saling berganti berqurban hewan ternak untuk di sembelih dan dibagikan kepada warga empat rukun tetangga tersebut.

Proses penyembelihan hewan qurban berlangsung di halaman belakang masjid Nurul Islam, Bandarjaya Barat yang dipimpin imam masjid Ustad H. Susilo, S.Pd.I, warga ramai menyaksikan ritual penyemblihan hewan qurban.

Menurut panitia qurban, Amirson, pembagian daging akan dibagikan kepada warga sekitar dan ada juga dari masyarakat luar lingkungan.

“Pembagian daging hewan kurban akan dilaksanakan setelah selesai disembilih, agar pembagian tertib panitia memberlakukan kupon dan penerima juga sudah terlihat menunggu dengan membawa kupon yang disediakan panitia,” ujar Amirson. (jn)




Diberdayakan oleh Blogger.