Halloween party ideas 2015


GUNUNG SUGIH, JNNews - Kepala Bidang Perekonomian Badan  Perencanaan Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Tengah Toherhan, menyatakan bahwa sektor perdagangan dan jasa cukup signifikan terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung Tengah.

“Sebagal ikon perdagangan di Kabupaten Lampung Tengah, sudah selayaknya diharapkan Pasar Bandar Jaya mendapat perhatian yang serius dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan untuk disuport menjadi Kawasan Pengembangan Pasar Modern. Terlebih, Pasar Bandar Jaya terletak pada Jalur Tengah Lintas Sumatera dan berada dekat dengan Toll Exit (Pintu Keluar Jalan Tol) yang berada di Kecamatan Terbanggl Besar Kabupaten Lampung Tengah, ujarnya, Sabtu (25/02).

Kawasan pasar Bandarjaya khususnya kawasan Plaza Bandar Jaya pada saat ini terdapat ± 1700 kios yang dikelola oleh PT. Pandu Jaya Buana dengan sisten Built On Transfer (BOT) dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah sampai dengan lima tahun ke depan, perlu dilakukan peremajaan fisik secara modern.

Kondisi kelistrikan yang kerap kali Black Out (mati lampu) perlu dicari solusi yang tepat agar aktlfitas perekonomian dl kawasan pasar tersebut tidak terganggu. Kebersihan dan Parkir yang tertata dengan baik. (jn)


GUNUNG SUGIH, JNNews - Pemkab Lampung Tengah terus berkomitmen melakukan kelanjutan pemvangunan pasar daerah yang ada di Kecamatan Rumbia, hal ini tertua dalam rapat koordinasi Tim Koordinasl dan Kerja Sama Daerah (TKKSD) bersama pihak pengembang di ruang kerja Sekretaris Daerah Lamteng, Senin (27/2/2017),
Sekda Lamteng Adi Erlansyah mengatakan, kesepakatan kerja sama dengan pengembang sudah disetujui. Pengembang yang akan mengerjakan masih pengembang lama, yakni PT Sai Bumi Mandiri (SBM).
Pasar Rumbia total luasnya mencapal 3,8 hektare (Ha) yang keseluruhannya milik Pemkab
Lamteng. Pada pembangunan tahap pertama oleh PT SBM, belum semua lahan yang ada digunakan. Masih ada ruang kosong di sisi belakang yang digunakan sebagal tempat penampungan sementara pedagang selama pembangunan tahap pertama.

Sekarang kan pembangunan tahap pertama pasar sudah selesal. Pedagang sudah muiai pindah di tempat yang barn. Sehingga bekas TPS bisa dibangun pasar permanen lagi
. (jn)

GUNUNG SUGIH, JNNews- Sebagai bentuk kepeduIiannya kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung Tengah, PT GGP Uumas Jaya memberikan bantuan berupa satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar).

Wayan Ardana, perwakilan perusahaan menjelaskan, dengan adanya mobil damkar ini diharapkan dapat membantu mengatasi musibah kebakaran dan untuk keperluan lainnya dl wllayah setempat.
Bantuan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan dalam bentuk CSR yang nantinya dipergunakan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya, Senin (27/2/2017)


Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyosoemarto mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut, “Terimakasih kepada PT GGP yang sudah memberikan bantuan berupa mobil damkar, dengan bertambah satu unit mobil damkar berarti kita mempunyai tiga unit mobil,” ujarnya. (jn)

GUNUNG SUGIH, JNNews - Berakhirnya Kerja kuliah nyata (KKN) Universitas Lampung di Kabupaten Lampung Tengah, partisipasi dan peran mahasiswa di masyarakat, bupati Mustafa mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap mahasiswa.
Dia berharap kontribusi mahasiswa dapat memberikan efek positif bagi masyarakat di Lampung Tengah. "Selama 40 hari kalian mengabdi untuk masyakat. Mewakili Pemkab Lampung Tengah saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena telah memberikan kontribusi kepada masyarakat," ucap Bupati.
Lanjut Bupati, "Saya harap kehadiran mahasiswa telah memberikan warna baru bagi masyarakat untuk lebih baik," ungkap Mustafa dalam acara perpisahan dengan mahasiswa KKN Unila di Gedung Sesat Nuwo Balak, Sabtu, 23/2/2017.
Gerakan mahasiswa selama KKN diharapkan bisa membuka cakrawala berpikir masyarakat menjadi lebih luas, lalu berpacu menjadi lebih baik lagi. "Saya bangga sekali dan apresiasi atas apa yang dilakukan mahasiswa di tengah-tengah masyarakat. Mudah-mudahan kerjasama ini terus berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik," imbuh dia. (jn)

PADANG, JNNews - Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat Dr Yanuar Asri mengingatkan orangtua agar jangan memaksakan anak untuk pintar pada semua mata pelajaran di sekolah karena hal itu akan mempengaruhi moralnya.

"Saat ini budaya kapitalisme orangtua terhadap anak semakin tinggi, misalnya anak lemah dalam satu atau dua pelajaran, maka ia akan melakukan berbagai cara agar anaknya pintar dalam segalanya," kata dia saat dihubungi di Padang, Sabtu.

Ia menyampaikan hal itu menanggapi maraknya fenomena orangtua memasukkan anaknya ke tempat les agar unggul dalam semua mata pelajaran tanpa mengukur terlebih dahulu kemampuan anak sehingga nanti membuatnya terpaksa belajar tambahan mengenai hal yang tidak disukainya.

Menurutnya, les itu boleh-boleh saja namun hanya sebatas untuk penyegaran jika ada yang belum tuntas di sekolah.

Tempat les itu bukan untuk membuat anak pintar terhadap pelajaran yang tidak ia kuasai, namun hanya untuk memperjelas dan penyegaran kalau ada pelajaran yang belum dipahami ketika di sekolah.

Dengan budaya seperti itu, ia mengingatkan orang tua bahwa proses pendidikan anak bukan untuk nilai-nilai di atas kertas melainkan penerapan pendidikan untuk hidup dengan beretika dan bermoral.

"Untuk apa anak-anak pintar semua mata pelajaran tetapi tidak bermoral," katanya.

Untuk itu ia mengimbau orang tua agar memberikan pendidikan yang sehat kepada anaknya, seperti menunjang keinginan anak dengan memfasilitasi apa yang diminati.

Misalnya, kata dia, anak menyukai puisi, maka berikan ia pelajaran tambahan bahasa Indonesia dan hal-hal terkait lainnya. Kemudian jika anak menyukai Fisika maka juga bisa diberi pelajaran tambahan fisika agar kelak ia menjadi fisikawan yang bermoral dan berintegritas.

Anak-anak tidak akan menjadi unggul ketika orangtua memberikan tambahan belajar mengenai hal yang tidak ia minati.

Misalnya di sekolah ia tidak unggul dalam pelajaran matematika, maka orang tua jangan memaksakan kehendak agar anaknya pintar matematika karena itu akan membunuh karakter anak dan menjadikan orang yang biasa saja nantinya, kata dia.

"Di luar negeri, banyak anak-anak yang diberi tambahan belajar oleh orangtuanya berdasarkan apa yang diminati oleh anak, oleh sebab itu mereka maju dalam segala bidang," ujarnya. (*)

BANYUWANGI, JNNews - RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur akan membuka layanan pendaftaran melalui pesan singkat atau "SMS| bagi pasien yang akan berobat untuk menghindari antrean.

"Pasien cukup menghubungi call center RSUD Blambangan di nomor 0811-3-118-200 melalui SMS atau aplikasi pesan instan WhatsApp tanpa harus antre," kata Bupati Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Minggu.

Ia menjelaskan, layanan ini bakal dimulai pada 1 Maret 2017. Mulai tanggal tersebut, pasien sudah bisa melakukan pendaftaran tanpa harus datang ke rumah sakit, dan petugas akan memberikan nomer antre sekaligus jadwal pemeriksaannya.

"Misal, kalau dapat nomor 30, warga diberi info sebaiknya datang jam berapa, agar mereka tidak antre. Ini upaya kami meningkatkan pelayanan setelah RSUD Blambangan naik kelas menjadi Tipe B dan siap menjadi rujukan bagi RS di sekitar daerah Banyuwangi yang hampir semuanya masih bertipe C," ujar Anas.

Anas menambahkan, pendaftaran via media komunikasi itu dilakukan untuk mengurai antrean pasien. Setiap harinya, RSUD Blambangan ini melayani tak kurang dari 400 hingga 600 pasien. Jumlah pasien secara signifikan terus meningkat, apalagi RSUD Blambangan telah menjadi rujukan bagi RS lain dari kabupaten sekitar Banyuwangi.

"Setiap hari sekarang minim 500 pasien berobat di RSUD Blambangan. Untuk menghindari ketidaknyamanan, kami merasa perlu mengatur jadwal antrean pasien ini. Agar mereka lebih nyaman berobat di sini," tutur Anas.

Direktur RSUD Blambangan dr Taufik Hidayat, Sp.And menambahkan, pasien yang sudah mendaftar lewat SMS atau pesan lewat WA, begitu tiba di RS tidak lagi perlu ke loket pendaftaran, tapi bisa langsung menuju ke depan ruang pemeriksaan alias di poliklinik masing-masing.

"Kecuali pasien yang perlu persetujuan BPJS," ucap Taufik.

Untuk melakukan pendaftaran tersebut, katanya, prosesnya sangat mudah. Pasien tinggal menghubungi call center RSUD Blambangan di nomor 0811-3-118-200, baik via SMS ataupun WhatsApp (WA). Pasien cukup mencantumkan nama dan NIK yang ada di KTP-nya.

"Sistem ini juga otomatis akan merekam data pasien di database kami," ucap Taufik, menjelaskan. (*)


BANDAR LAMPUNG, JNNews - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menembak mati dua bandar narkoba bernama Prio Sigit Saputra (36) dan Mr X atau tidak diketahui identitasnya, karena melakukan perlawanan.

"Kami menembak mati dua tersangka gembong narkoba di Jalan Raden Imba Kusuma, Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Selatan di dekat sekolah Lazuardi Haura sekitar pukul 14.00 WIB.," kata Kapolda Lampung Irjen Sudjarno di Bandarlampung, Jumat.

Dia mengatakan, petugas harus melakukan penembakan terhadap dua tersangka, karena melakukan perlawanan dengan cara menabrakkan kendaraan ke arah petugas.

Ia melanjutkan, bahwa tersangka juga berusaha menembakan senjata api rakitan ke petugas.

"Keduanya menabrakkan kendaraan yang dikendarainya ke arah petugas dan juga berusaha menembak petugas dengan senjata api rakitan jenis FN," kata dia.

Karena keduanya melakukan perlawanan aktif, terpaksa petugas melakukan tindakan tegas dengan menembak mati kedua tersangka tersebut.

Dari tangan kedua tersangka, petugas menyita sepucuk senjata api rakitan jenis FN, empat paket besar sabu-sabu, dua unit ponsel, dua bilah senjata tajam jenis pisau lipat dan dua unit sepeda motor Yamaha Mio.

Penangkapan kedua tersangka berawal dari tertangkapnya empat pengedar narkoba di daerah Tanjungan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, sekitar pukul 07.30 WIB.

Keempat tersangka tersebut adalah, Edi Supiyanto alias Alang, Nopatuloh, Riyan dan Zais seluruhnya merupakan warga Tanjungan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan.

Petugas menyita barang bukti 17 paket sedang sabu-sabu, seperangkat alat isap (bong), satu pack plastik klip dan dua unit ponsel dari ke empat tersangka yang diamankan.

"Keempat tersangka, merupakan jaringan atau kaki tangan dari kedua tersangka gembong narkoba yang tewas ditembak petugas saat penangkapan," kata dia. (*)


BANDAR LAMPUNG, JNNews  - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyatakan akan membantu pembangunan serta fasilitas lainnya di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) sebesar Rp58 miliar.


"Jika Pemprov Lampung menganggarkan 90 persen dari kebutuhan Rp150 miliar. Kami membantu sekitar 10 persennya," kata Menteri Kesehatan pada peresmian Tugu Monumen dr Hi. Abdoel Moeloek, dan sejumlah gedung layanan kesehatan lainnya di RSUD Abdul Moeloek, Bandarlampung, Sabtu.

Ia mengatakan bantuan tersebut untuk menambah kekurangan pembangunan gedung layanan serta alat kesehatan dan lainnya.

Bantuan tersebut, lanjutnya, lantaran RSUDAM ini memerlukan sejumlah fasilitas layanan dan peralatan kesehatan lainnya. "Bantuan tersebut bukan karena Abdul Moeloek orang tua dari suami saya," kata dia.

Ia menjelaskan, bahwa rumah sakit ini sudah dalam satu desain planing yang baik dan mengapresiasi gubernur Lampung turut memperhatikannya.

"Gubenur membantu, pemerintah pusat juga membantu. Ini cukup bagus. "Gubernur membuat RS menjadi lebih baik bukan tanpa perencanaan," katanya.

Gubernur Lampung Ridho Ficardo dalam kesempatan itu menyatakan terimakasih kepada Menteri Kesehatan dan jajaran yang banyak membantu pembangunan RSUDAM dan alat-alatnya.

"Pada 2015 lalu seperti biasa pemprov dalam menyusun APBD harus paparan, khusus untuk RS Abdul Moeloek saya yang datang kunjungan dan berkeliling. Sekitar 2 jam kami berdiskusi dan beri kesempatan kepada seluruh kepala unit layanan untuk sampaikan seluruh kebutuhan," ujarnya.

Ia menginginkan RSUDAM menjadi RS terbaik di Lampung, bukan hanya secara formal kebijakan, akan tetapi berdasar survei di masyarakat dari segala segi, baik dari perlengkapan sampai pelayanannya.

Terkiat pembangunan dan rehabilitasi sejumlah gedung RSUDAM, dirinya bersama kepala Bappeda dan Asisten IV Setprov Lampung mencatat semua kebutuhan untuk pembangunan RS tersebut.

Setelah dihitung, lanjutnya, pembangunan sejumlah gedung dan perlatan kesehatan membutuhkan dana sekitar Rp150 miliar dan dianggarkan pada 2016 dan terpenuhi hanya 90 persen.

"Karena itu, saya mengharapkan Menkes membantu 10 persennya," tambahnya.  (*)

BANDAR LAMPUNG, JNNews - Puluhan bidan pegawai tidak tetap (PTT) di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung akan diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) pada bulan Maret 2017, berdasarkan kebijakan Kementerian Kesehatan RI.

"Sebanyak 62 bidan PTT akan diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) sesuai dengan kebijakan Pemerinta Pusat," kata Wali Kota Bandarlampung, Herman HN di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan pengangkatan ini merupakan kebijakan Kementerian Kesehatan RI, bahwa 62 bidan ini akan menjadi CPNSD.

Ia melanjutkan bahwa dalam pengangkatan ini ada 27 bidan PTT yang ditunda pengangkatannya menjadi CPNSD karena terkendala umur.

"Bahwa dalam pengangkatan ini ada yang umurnya lebih dari 35 tahun, tapi Pemerintah Pusat masih menggodok formulasi untuk penerbitan PP," kata dia.

"Kita masih menunggu penertiban PP untuk mengangkat bidan itu menjadi CPNSD dengan persyaratan tertentu, tapi mudah-mudahan diangkat semua," katanya.

Ia mengimbau kepada bidan PTT yang akan diangkat menjadi CPNSD untuk dapat bekerja secara profesional, dan terus meningkatkan kinerja khususnya di bidang pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Layani masyarakat dengan baik, dan terus tingkatkan kinerja," kata dia.

Pelayanan kesehatan harus ramah agar masyarakat Kota Bandarlampung nyaman dalam mendapat pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Bandarlampung Saad Asnawi mengatakan sejatinya ada 92 Bidan PTT yang diajukan ke pusat untuk diangkat menjadi CPNSD sesuai program kebijakan Pemerintah Pusat.

Hanya saja, ada tiga orang Bidan PTT yang tidak ikut tes tertulis sehingga dinyatakan mengundurkan diri, lalu 27 bidan PTT lainnya berumur di atas 35 tahun.

"Tapi untuk Bidan PTT yang melampaui umur 35 tahun masih dalam pembahasan, dan sepertinya tetap diangkat dengan persyaratan tertentu. Sekarang PP-nya sedang dibahas pemerintah pusat," kata dia.

Ia melanjutkan BKD Kota Bandarlampung masih melakukan pemberkasan kepada 62 Bidan PTT yang layak diangkat menjadi CPNSD.

Dia mengatakan sesuai arahan pemerintah pusat, bidan PTT akan diangkat menjadi CPNSD awal bulan Maret tahun ini.(*)



GUNUNG SUGIH, JNNews - Tenaga kesehatan dokter penerimaan jalur khusus banyak yang tidak bertugas di tempat awal penunjukan. Bahkan, ada yang tidak mau bertugas di tempatnya ditetapkan. 
 
Sesuai dengan Surat Menpan RB nomor: FD/368/M.PAN-RB/10/2014 tentang Persetujuan Alokasi Formasi CPNS khusus Dokter Lamteng mengangkat 30 orang. Dalam surat Menpan RB tertanggal 17 Oktober 2014 lalu juga menyebutkan lokasi tugas ke-30 tenaga dokter tersebut.

Namun seiring waktu banyak para dokter tersebut enggan bertugas di tempat yang baru dengan berbagai alasan. Bahkan, ada dokter yang tidak mau bertugas di tempat pengangkatannya menjadi CPNS dan tetap menempati rumah dinas lama. Dr. Ika Andri Mellana ditempatkan di puskesmas Sendangagung. Sementara dr. Ratna Fitri Indriani ditetapkan bertugas di Puskesmas Kesumadadi, Bekri.

Namun kenyataannya dr. Ika enggan bertugas di Sendangagung dan tetap menempati rumah dinas. Dr Ratna akhirnya memilih menyewa rumah penduduk untuk bisa bertugas di Puskesmas Kesumadadi melayani masyarakat. Bahkan, ada dokter penerimaan jalur khusus sejak diangkat tidak menjalankan tugas. Padahal yang bersangkutan ditugaskan di RSU Demang Sepulau Raya namun lebih memilih mengabdi di rumah sakit swasta Bandar Lampung.

Sekertaris Dinas Kesehatan Lamteng Hatman mengatakan, "Memang banyak dokter penerimaan jalur khusus tidak bertugas sesuai pengangkatannya menjadi CPNS. semua karena situasional, ada yang sebelum diangkat bertugas di RS Demang Sepulau Raya dan disana memang dibutuhkan.

"Kami secara dinas sudah membina semaksimal mungkin dan mengingatkan bahwa mereka diangkat terikat kontrak tidak boleh pindah tugas selama lima tahun," tambahnya.

Bahkan, menurut Hatman, pihaknya baru-baru ini melarang dan tidak mengizinkan enam dokter yang mengajukan izin sekolah.
 "Untuk dokter yang enggan bertugas di tempat sesuai dengan pengangkatan sudah ada solusinya. Di Puskesmas Sendangagung akan ditempati dokter PTT baru," tegas dia.

Sekertaris Dinas Kesehatan Hatman berjanji akan menertibkan hal ini sesuai ketentuan.
" Prinsipnya pelayanan masyarakat untuk kesehatan tetap berjalan sebagaiamana mestinya," tegas dia diruang kerjanya. (*)


GUNUNG SUGIH, JNNews - Bupati Lampung Tengah, Mustafa,  meminta Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) setempat,  menyelesaikan permasalahan yang ada secara bijak dan penuh dengan pertimbangan. 


Hal ini dikatakan bupati saat melakukan pelantikan pergantian antar waktu (PAW) anggota BPSK di ruang kerja Bupati, Senin ( 13/2).

Menurut bupati,  permasalahan sengketa yang ada di Lamteng didominasi permasalahan leasing. BPSK lanjut Mustafa diharapkan bisa memperjuangkan hak-hak para konsumen.

"Kepada yang baru dilantik saya minta segera selsaikan permasalahan yang ada. Selsaikan secara fleksibel, dan penuh dengan pertimbangan," kata Bupati.

Kedepan, kata Mustafa,  BPSK harus bisa menyusun program kerja dengan baik."Saya akan dukung seluruh program kerja yang ada di BPSK," ucap Bupati. (jn)

Diberdayakan oleh Blogger.