Halloween party ideas 2015

journalnusantara.co.id - Taman Kopiah Mas di Gunung Sugih, Lampung Tengah merupakan taman wisata kebanggaan masyarakat Kabupaten Lampung Tengah saat ini banyak di manfaatkan masyarakat baik dalam maupun luar provinsi Lampung.

Keindahan taman menjadi perhatian wisatawan untuk mengabadikan momen indah sekitar taman Kopiah Mas.

Namun ada yang kurang di sekitar taman yaitu minimnya tempat sampah sehingga banyak sampah plastik dan kertas berserakan. Rendahnya tingkat kesadaran akan kebersihan sebagian pengunjung menambah taman menjadi kotor.

Seorang pengunjung asal Bogor, Jawa Barat yang mengaku bernama Retnowati saat dimintai tanggapannya, menuturkan, ia bersama rombongan sangat menyukai taman khas budaya Lampung itu namun ia menyayangkan banyaknya sampah berserakan.

"Saya sangat suka dengan icon taman Kopiah Mas, tamannya bagus, namun sayang tempat sampahnya kurang, kalau bisa ditambah lagi dan ditempatkan pada beberapa posisi agar pengunjung lebih mudah membuang sampah, kalau tamannya bersih pengunjung juga lebih nyaman," ujarnya, Rabu (29/3).

Melihat sampah berserakan, Retno dan pengunjung lainnya berharap agar para pengunjung yang datang dapat memperhatikan kebersihan dan keindahan taman Kopiah Mas.

"Pengunjung harus bisa menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, kepada pemerintah disini atau instansi terkait agar bisa menambah kontak sampah dan membuat papan pengumuman larangan membuang sampah sembarangan," pungkasnya. (jn)

journalnusantara.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Darma Wacana Metro, Lampung menggelar acara kuliah umum.

Sebagai pembicara Prof. Dr. H. Utang Suwaryo, Drs, MA, guru besar Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran Bandung.

Kuliah umum mengangkat tema "Good Governance Pasca 17 Tahun Reformasi" yang dimaksudkan pada acara tersebut untuk pengayaan materi kuliah juga sekaligus bernilai strategis untuk menciptakan atmosfer academic dilingkungan kampus STISIPOL Darma Wacana Metro.

Acara berlangsung diaula kampus Kuliah umum diikuti seluruh civitas akademik, dan dihadiri Ketua dan dosen STISIPOL Darma Wacana Metro. (jn)

Bupati Lamteng Mustafa melepas balon sebagai tanda melauncing ambulan gratis


journalnusantara.co.id - Bupati Lampung Tengah Mustafa mensosialisasikan adanya ambulans gratis bagi rakyatnya melalui ronda malam ke Kampung Linggapura, Kecamatan Selagailingga. 

“Tadi malam kami sidak aktivitas ronda, sekaligus menyosialisasikan program ambulan gratis ke warga. Silahkan dimanfaatkan sebaik-baiknya, bebas biaya atau tidak ada pungutan,” kata dia, melalui siaran pers yang diterima di Bandarlampung, Minggu. 
  
Kampung Linggapura sendiri merupakan kampung terujung di Kabupaten Lampung Tengah di wilayah barat. Kampung ini berbatasan dengan Lampung Utara dan Lampung Barat.

Bupati menaiki ambulan gratis
Mustafa mengendarai salah satu ambulans, usai peluncuran program ambulan gratis yang berlangsung di rumah dinas bupati, menempuh perjalanan sekitar enam jam. 

Bupati menegaskan pelayanan ambulan gratis. Warga bisa melapor jika terdapat oknum-oknum yang melakukan pungutan sn berjanji akan menindak tegas oknum yang melakukan pungli.

“Jika ditarik biaya, silahkan laporkan. Akan saya tindak tegas,” kata dia. Selama perjalanan menuju kampung tersebut, 

Mustafa menyosialisasikan ambulan gratis tersebut, dan menyapa setiap warga yang sedang melakukan ronda. 

Di sela perjalanan, Mustafa menyerahkan langsung satu unit mobil ambulan ke Puskesmas Karang Anyar kepada kepala puskesmas setempat. Dia berharap ambulan gratis dapat meringankan beban masyarakat. 

"Mudah-mudahan masyarakat terbantu dengan keberadaan ambulan gratis. Masyarakat juga semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan. Saya harap ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat," katanya. 

Bupati memberi arahan sebelum menaiki ambulan
Selain itu ke Puskemas Gunung Sugih, Puskesmas Jati Datar, Puskesmas Sri Wijaya Mataram, dan Puskesmas Seputih Mataram. 


Armada didistribusikan secara bertahap, malam tadi didistribusikan ke Puskesmas Karang Anyar. Ambulan ini dimanfaatkan secara gratis untuk kepentingan masyarakat," katanya. 


Penambahan armada baru ini merupakan hasil dari realisasi dana alokasi khusus (DAK) 2016 yang diusulkan oleh bupati. Tahun 2017, Lampung Tengah rencananya bakal menerima bantuan lagi tiga unit ambulan. Dengan adanya penambahan armada, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ambulan di Lampung Tengah. Jumlah 38 ini belum memenuhi angka ideal dengan luas wilayah di Lampung Tengah, tapi jumlah ini dinyatakan cukup. Setiap unit ambulan akan didampingi dokter dan perawat. Untuk call centre kami rilis Senin ini (6/2).  (ADVERTORIAL)



journalnusantara.co.id - Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun ini akan membangun Islamic Centre di atas lahan seluas lima hektare yang berlokasi di Kecamatan Gunung Sugih sebagai pusat kota. 


"Islamic Centre yang akan dibangun itu rencananya bisa menampung sekitar 900-1.000 jemaah. Nantinya akan dibuat taman dan ruang terbuka hijau (RTH), sehingga bisa menjadi area kumpul warga atau jemaah untuk berdiskusi. Taman akan dipercantik dengan lafaz 'Lailahaillah', kata Bupati Lampung Tengah, Mustafa di Gunung Sugih, Senin.



Islamic Centre yang diperkirakan menelan anggaran puluhan miliar ini akan dilengkapi dengan asrama yang dapat menampung sekitar 400 jemaah dengan sekitar 100 kamar. Islamic Centre ini juga diharapkan bisa menjadi pilihan untuk persinggahan pengendara yang melintas.



Untuk masjid, kata Mustafa akan berbentuk kubus seperti ka’bah. Selain melambangkan pusat kegiatan agama Islam, bentuk kubus dimaknai sebagai sesuatu yang sangat mendasar, kubus juga melambangkan kestabilan. 



"Bentuk kubus menggambarkan sebuah kestabilan manusia dalam menjalankan ibadah kepada Tuhan. Memiliki agama dan relasi yang intim dengan Tuhan merupakan sebuah hak yang paling mendasar dari seseorang," katanya.



Selain sebagai pusat pemerintahan, kehadiran Islamic Centre diharapkan bisa menciptakan iklim yang agamis khususnya di wilayah Terbanggibesar dan Gunungsugih. Ditargetkan pembangunan Islamic Centre akan dimulai tahun ini dan selesai pada 2018.



"Jalan akan kita perlebar mulai dari RSUD Demang Sepulau Raya hingga Lapangan Merdeka Gunung Sugih. Kita akan bangun Islamic Center dan meluaskan masjid yang ada di depan Lapangan Merdeka. Kita mau ibu kota kabupaten Lampung Tengah ini hidup dan semakin cantik," ujar Bupati.



Mustafa berharap, perlu adanya kerja sama dengan warga Gunung Sugih dan tokoh-tokoh masyarakat, agar semuanya bisa berjalan lancar tanpa ada kendala. "Tanpa dukungan masyarakat program pemerintah akan sulit terlaksana," katanya. (ADVERTORIAL)

journalnusantara.co.id - Insiden salah tangkap yang dilakukan oleh anggota Polres Pesawaran terhadap Yudi Indrawan wartawan Trans Lampung diakui Kapolda Irjen Pol Sudjarno merupakan kesalahan standar operasional prosedur (SOP).

Pengakuan ini disampaikan Kapolda saat melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus PWI dan wartawan Lampung balai wartawan Hi.Solfyan Ahmad di Bandar Lampung, Selasa (21/3).

"Kami mengakui ada kesalahan petugas di lapangan.  Atas dasar itu,  saya selaku pribadi dan atas nama institusi Polri meminta maaf kepada seluruh wartawan di Lampung, " kata Sudjarno.

Karena itu, Kapolda berjanji akan menindaklanjuti laporan Yudi Indrawan.

Permintaan maaf Kapolda disambut baik oleh Ketua PWI Supriyadi Alfian, ia menyampaikan apresiasi atas sikap gentleman Kapolda karena kesalahan anggotanya dilapangan.

Supriyadi akan terus mengawal proses kesalahan SOP yang dilakukan oleh anggota Polres Pesawaran yang menangkap Yudi Indrawan saat melaksanakan tugas liputan penangkapan pelaku terduga perusakan Mapolsek Tegineneng.

Dalam kunjungannya Kapolda didampingi Kabid Humas, AKBP Sulistyaningsih, dan jajaran Polda lainnya, kunjungan disambut Ketua dan Pengurus PWI Lampung dan para awak media. (jn)

journalnusantara.co.id - Kapolda Lampung, Irjend Pol. Sudjarno secara gentleman menyampaikan permintaan maaf atas insiden salah tangkap yang dilakukan anggotanya yang bertugas di Polres Pesawaran terhadap wartawan Trans Lampung, Yudi Indrawan pada saat sedang meliput upaya preventif Kepolisian terhadap para pelaku perusakan Mapolsek Tegineneng.

Permintaan maaf Kapolda disampaikan langsung dihadapkan jajaran pengurus PWI Lampung dan awak media, diaula balai Wartawan Hi. Sofian Ahmad di Bandar Lampung, Selasa, (21/3).

Ketua PWI Lampung, Supriyadi Alfian yang turut mendampingi Kapolda, menuturkan, "permintaan maaf menujukan sikap gentleman yang merupakan sikap tanggung jawab sebagai pimpinan tertinggi Kepolisian di Daerah Lampung, tentu sangat kita Apresiasi," ujar Supriyadi.

Pada kesempatan itu, Supriyadi mengucapkan terimakasih  kepada jajaran pimpinan media dan wartawan se Provinsi Lampung atas peristiwa salah tangkap.

"Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan jajaran pimpinan media yang telah membangkitkan semangat,  kita harus bersatu padu dalam menyelesaikan semua masalah yang menghalangi tugas wartawan di lapangan saat melakukan peliputan," tukas Ketua PWI Lampung itu.

Terkait laporan ke Propam Polda Lampung, Supriyadi menegaskan akan tetap mengawalnya.

"Kita harus tetap mengawal laporan Yudi wartawan Trans Lampung ke Propam sesuai janji kapolda, agar terus diproses," pungkas Supriyadi. (jn)

journalnusantara.co.id - Peristiwa salah tangkap terhadap Yudi Indrawan wartawan Trans Lampung oleh anggota polisi saat meliput proses penangkapan para tersangka pengrusakan Polsek Tegineneng, Pesawaran sudah dilaporkan ke Propam Polda Lampung, Jumat (17/3/2017) malam.

Sebagai wujud soliditas dan solidaritas seprofesi, puluhan jurnalis dari berbagai media berkumpul di Kantor PWI Lampung  Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bandar Lampung, Sabtu (18/3/2017).

Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI cabang Lampung, Juniardi, dalam rilis yang diterima (18/3) mengatakan, kehadiran para jurnalis di kantor PWI Lampung adalah untuk menyikapi persoalan yang menimpa Yudi Indrawan.

"Hari ini kita samakan visi dahulu untuk mengatur langkah apa selanjutnya yang akan kita ambil," ujar Juniardi.

Menurut mantan Ketua Komisi Informasi (KI) Lampung ini, ada hikmah dan pelajaran yang harus dijalankan oleh punggawa salah satu pilar demokrasi dalam melakukan peliputan.

"Polisi punya prosedur standar (protap), Begitu juga dengan media. Ke depan, kita akan lakukan diskusi dengan para penegak hukum dan instansi lainnya dalam menerima dan menyikapi profesi wartawan," imbuh Juniardi.

Juniardi menghimbau para rekan jurnalis untuk menunggu proses dan progres laporan dari Yudi di Propam Polda Lampung Senin (20/3) lusa.

Hasil dari laporan dan langkah penyidik Propam Polda Lampung ini nantinya akan jadi bahan pertimbangan untuk langkah selanjutnya.

"Proses hukum sedang berjalan. Kita lihat dan tunggu apa hasilnya. Termasuk soal aksi turun ke jalan kita lihat dulu dari hasil laporan dan tanggapan Polda Lampung," imbaunya. (*)

journalnusantara.co.id - Dukungan dari awak media Lampung atas peristiwa salah tangkap terhadap Yudi Indrawan wartawan Trans Lampung oleh anggota Polres Pesawaran terus mengalir, di medsos Facebook banyak penggunanya memberikan dukungan baik terhadap Yudi Indrawan maupun PWI Lampung.

Para wartawan menyayangkan sikap tegas Kepolisian yang main tangkap terhadap Yudi padahal Yudi sudah menunjukkan kartu pengenal dirinya dan pewarta Lampung juga mendukung upaya Ketua PWI Lampung, Supriyadi Alfian agar masalah ini dapat diselesaikan secara hukum, sikap keberpihakan PWI terlihat saat Supriyadi Alfian ikut mendampingi Yudi Indrawan melapor ke Propam Polda Lampung.

Solidaritas sesama jurnalis terlihat saat Yudi Indrawan (lihat gambar: baju kaos merah) didampingi rekan rekan seprofesinya menghadap anggota Propam Polda Lampung untuk melaporkan anggota Polres Pesawaran atas peristiwa salah tangkap dirinya saat meliput peristiwa penangkapan pelaku pengrusakan Mapolsek Tegineneng, Jum'at (17/3). (jn)

journalnusantara.co.id - Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian ikut mendampingi anggotanya, Yudi Indrawan wartawan Trans Lampung melapor ke Propam Polda Lampung terkait salah tangkap yang dilakukan anggota Polres Pesawaran, Jumat (17/3/17), laporan diterima sekitar pukul 21.00 WIB.

Yudi Indrawan juga didampingi tim pengacara dari LBH Bandar Lampung sebanyak enam orang pengacara. Mereka adalah Alian Setiadi, Chandra Muliawan, Chandra Bangkit Saputra, Hasanuddin, Kodri Ubaidillah, dan Andika Pratama.

Selain tim pengacara, Yudi juga didampingi rekan-rekan seprofesinya, mereka datang karena merasa terpanggil sesama jurnalis.

Anggota Propam yang menerima laporan Yudi Indrawan atas insiden penangkapannya saat meliput aksi penangkapan pelaku pengrusakan Poksek Tegineneng antara lain Brigpol M Aprianuddin dan AKP Firdaus. Polisi memerlukan dua saksi untuk memperkuat laporan Yudi Irawan.

Atas kejadian ini awak media di Lampung mengharap PWI Lampung sungguh-sungguh mengawal masalah ini.

Supriyadi Alfian pada saat itu menuturkan, PWI Lampung berusaha membela bahkan melindungi para anggotanya yang kadang memang rawan terhadap perlakuan tak senonoh pihak lain. Supriyadi menyayangkan peristiwa penangkapan Yudi yang disangka sebagai terduga pelaku perusakan Mapolsek Tegineneng.

Dalam hal ini pihak PWI Lampung meminta Polres Pesawaran untuk segera mengklarifikasi peristiwa salah tangkap terhadap Yudi.

Ketua PWI Lampung, mengatakan, tugas liputan langsung yang dilaksanakan Yudi pada saat kejadian penangkapan, merupakan tugas wartawan yang luar biasa.

“Meliput kejadian seperti penangkapan itu tentunya menghasilkan berita yang valid dan aktual, kenapa wartawan ikut ditangkap,” tegasnya.

Sebelumnya, Yudi Indrawan adalah Wartawan Trans Lampung ikut diamankan bersama tersangka perusakan Polsek Tegineneng saat menggambil gambar di TKP, persisnya di Depan Indomaret Tegineneng.

Dan sesampainya di Mapolres Pesawaran, Yudi dilepaskan. Menurut Supriyadi Alfian, meski sudah dilepaskan, pihak kepolisian tetap harus menjelaskannya karena Yudi sudah menunjukan identitas dirinya (kartu Pers). (jn)

journalnusantara.co.id - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, Supriyadi Alfian, menyesalkan tindakan oknum anggota Polres Pesawaran yang ikut menangkap wartawan  “Trans Lampung” Yudi Indrawan. Yudi ditangkap saat meliput peristiwa penangkapan tersangka pengrusakan Mapolsek Tegineneng. Dia bahkan dibawa bersama para tersangka terduga perusakan Mapolsek lain menggunakan mobil ke Polres Pesawaran.

PWI Lampung meminta Polres Pesawaran untuk segera mengklarifikasi kejadian salah tangkap terhadap tersebut.

Ketua PWI, menyatakan, tugas liputanyang dilaksanakan Yudi pada saat ia ditangkap, merupakan tugas wartawan yang luar biasa.

“Meliput kejadian seperti penangkapan itu tentunya menghasilkan berita yang valid dan aktual, kenapa wartawan ikut ditangkap,” tegasnya.

Wartawan Trans Lampung Ikut di amankan bersama tersangka  perusakan Mapolsek Tegineneng saat menggambil gambar di TKP, persisnya di depan Indomaret Tegineneng. Sesampainya di Mapolres Pesawaran, Yudi dilepaskan pihak kepolisian.

Menurut Supriyadi Alfian, meski sudah dilepaskan, pihak kepolisian tetap harus menjelaskannya karena sang wartawan sudah menunjukan identitas diri.

Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian mengatakan seharusnya polisi lebih memahami tugas dan kewajiban wartawan.

“Wartawan yang sedang melakukan tugas peliputan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pokok Pers. Seharusnya polisi bisa lebih memahami itu,” kata Supriyadi, Jumat (17/3).
Diketahui, oknum petugas Polres Pesawaran sempat menangkap Yudi wartawan Surat Kabar Trans Lampung. 

Sebelumnya, Yudi ditangkap saat sedang meliput proses penangkapan tersangka terduga perusakan Mapolsek Tegineneng, Jumat pagi (17/3) Mapolsek Tegineneng dirusak massa.

Saat itu, Yudi sedang mengambil gambar penangkapan tersangka di depan Indomaret Tegineneng. Tiba-tiba datang seorang polwan menanyakan kartu indentitas (ID Card).

Yudi pun menunjukan ID Card miliknya. Oknum Polwan itu, langsung mengambil ID Card yang ditunjukkan Yudi dan diserahkan kepada anggota polisi lainnya.

Tidak sampai disitu, salah satu oknum anggota polisi juga meminta Yudi menyerahkan handphone (HP).  Selanjutnya, Yudi dipaksa naik ke mobil Polisi dan dibawa ke Mapolsek Tegineneng. (*)


JAKARTA -Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menandatangani nota kesepahaman dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bisa mengintip data nasabah perbankan. Nantinya pembukaan data nasabah bank bertujuan dalam rangka pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan, penyidikan dan penagihan di bidang perpajakan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, pembukaan data nasabah bank ini dilakukan melalui aplikasi elektronik yakni Aplikasi Usulan Buka Rahasia Bank (AKASIA) bagi internal Kementerian Keuangan dan Aplikasi Buka Rahasia Bank (AKRAB) bagi internal OJK.
"Melalui AKRAB dan AKASIA yang saling terhubung dalam satu sistem, waktu pemrosesan perintah pembukaan rahasia bank dipersingkat secara signifikan dari semula 6 bulan menjadi 2 minggu," ujarnya di Kantor Pusat Ditjen Pajak,  Senin (13/3).
Namun demikian, proses penerbitan surat perintah pembukaan rahasia bank tetap mengikuti prosedur dan memenuhi persyaratan yang berlaku sesuai UU Perbankan dan peraturan pelaksanaannya.
Aplikasi ini juga memiliki kelebihan fitur seleksi secara otomatis terhadap permintaan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (auto reject) untuk mempercepat proses, dan sistem mengelompokkan (grouping) permintaan berdasarkan bank. Dengan fitur tersebut, jumlah surat perintah yang ditandatangani berkurang, mempermudah penelusuran surat dan tersedianya statistik data bank penerima perintah pembukaan rahasia bank.
Menkeu berharap kerja sama yang semakin erat dengan OJK akan memungkinkan pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan, penyidikan dan penagihan pajak yang lebih efektif khususnya dengan pembukaan akses data dan informasi nasabah yang lebih mudah.
"Diimbau nasabah bank untuk memanfaatkan kesempatan Amnesti Pajak yang akan segera berakhir pada 31 Maret 2017 dalam hal terdapat aset yang ditempatkan di perbankan yang belum dilaporkan dalam SPT Tahunan."
Seperti diketahui, mengenai pembukaan informasi nasabah untuk kepentingan perpajakan, sebelumnya OJK sudah mengeluarkan Peraturan OJK Nomor 25/POJK.03/2015 tentang Penyampaian Informasi Nasabah Asing Terkait Perpajakan Kepada Negara Mitra Atau Yurisdiksi Mitra.
OJK juga sedang menyiapkan ketentuan pelaksanaan lebih lanjut berupa Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan yang khusus mengatur mengenai AEOI, antara lain mengatur mengenai tata cara pelaksanaan uji tuntas (due diligence) kepada nasabah asing dan tata cara penyampaian informasi keuangan nasabah asing kepada otoritas pajak. (*)



BANDUNG, JNNews - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengungkapkan bahwa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) akan menerima sekitar 1.800 orang calon praja pada tahun ini.

"Terkait formasi sekolah kedinasan. IPDN tahun lalu menerima 900 orang dan tahun ini saya tantang (ke rektor) bisa enggak IPDN mendidik 2.000 orang calon praja dan mereka menyatakan siapnya 1.800 orang untuk tahun ini," kata Menpan-RB Asman Abnur, di Kota Bandung, Senin.

Ditemui usai menghadiri dan membuka rapat koordinasi dengan OPD Pemprov Jawa Barat di Aula BPSDM Jawa Barat, Kota Bandung, ia mengatakan bahwa lulusan IPDN diharapkan bisa membangun atau menerapkan ilmu yang didapatkannya bukan hanya di daerah asalnya.

"Kita harapkan tamatan IPDN itu bisa mengisi bukan hanya untuk daerahnya. Tapi daerah lain, misalnya anak-anak asal Jabar, kita suruh berkarya di daerah lain seperti di Papua," kata dia.

Menurut dia, saat ini Kemenpan RB sangat serius untuk meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN) yakni dengan memperbaiki mulai dari sistem penerimaan dan pelatihan.

Untuk penerimaan, kata dia, pihaknya akan memperbesar formasi penerimaan dari sekolah kedinasan dan ia sudah berkoordinasi dengan kementerian lainnya terkait rencana itu.

"Sehingga minta lulusan STAN tidak hanya mengisi dirjen pajak, beacukai saja. Juga dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat, bisa untuk di Dinas Perhubungan. Juga diisi sekolah pelayaran," kata dia.

Ia pada tahun ini Kemenpan RB menargetkan akan merektur CPNS dari universitas yang fakultasnya terakreditasi A. "Selin itu juga harus lulus cumlaude," kata dia.

Menpan-RB juga mmenuntut kepada setiap ASN agar uutin menciptakan inovasi layanan masyarakat dan hasilnya akan dikompetisikan dengan karya lainnya untuk selanjutnya diterapkan di seluruh daerah.

"Itu nanti diambil ke daerah lain. Tinggal tiru saja. Jadi nanti enggak usah ada studi banding, tapi studi tiru saja," kata dia.



BANDAR LAMPUNG, JNNews - Kepolisian Daerah Lampung mengungkap peredaran suku cadang palsu yang berasal dari negara Tiongkok, dan telah satu tahun beredar di wilayah tersebut.

"Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang merasa dibohongi, karena suku cadang itu asal Tiongkok lalu dikemas menggunakan kemasan yang palsu atau bikin sendiri," kata Kasubdit I Dirkrimsus Polda Lampung AKBP Budiman Sulaksoni di Bandarlampung, Selasa.

Dia mengatakan, dari infomasi masyarakat tersebut polisi melakukan penyelidikan dan diketahui ada satu tempat di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumiwaras yang menjadi lokasi usaha perdagangan suku cadang palsu.

Ia melanjutkan, lokasi itu diduga menjadi tempat usaha yang memperdagangkan suku cadang kendaraan bermotor dengan kemasan palsu dari berbagai merek seperti Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki.

"Beberapa hari melakukan penyelidikan akhirnya kami berhasil mengungkap kasus perdagangan suku cadang tersebut dengan satu tersangka berinisial RJP, lokasi itu berbentuk gudang sekaligus toko," kata dia.

Cara pengemasan suku cadang tersebut ialah, tersangka membeli onderdil motor dari Tiongkok yang dikirim melalui jalur laut.

"Sesampainya di Lampung, suku cadang langsung dikemas oleh tersangka menggunakan mesin press lalu dikemas ke kardus masing-masing dengan isi rata-rata 20 picis. Kemasan dari suku cadang itu pun menggunakan merek dagang tekenal dan diprediksi kerugian negara akibat hal ini mencapai Rp500 juta," kata dia.

Dari keterangan tersangka diketahui, bahwa pangsa pasar suku cadang ini adalah Lampung dan sudah satu tahun dijual olehnya di berbagai toko.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka yakni, 70 picis produk suku cadang asal Tiongkok, plastik mika polos, papan kertas bermerek, kertas stiker bermerek kendaraan terkenal, plastik kemasan bermerek terkenal dan kotak kardus kemasan bermerek terkenal.

Alat yang digunakan antara lain, mesin press mika, mesin press plastik, streples, printer, note book dan stample berbagai jenis kendaraan.

"Seluruh kemasan suku cadang dibuat sendiri oleh tersangka, dan sebagain ada yang memesan dari Pulau Jawa," katanya.

Akibat perbuatannya tersangka akan disangkakan dengan Pasal 104 Jo Pasal 6 ayat 1 UU RI No.7 tahun 2014 dan Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat 1 UU RI No 7, tentang perdagangan bahwa pelaku usaha yang tidak menggunakan atau tidak melengkapi lebel berbahasa Indonesia pada kemasan barang dan tidak memiliki perizinan dibidang perdagangan.

"Ke dua pasal tersebut jika dikenakan terancam pidana penjara paling lama lima tahun dengan denda paling banyak Rp10 miliar," kata dia.  (*)



BANDAR LAMPUNG, JNNews  - Kepolisian Daerah Lampung tengah berkoordinasi untuk menyelidiki warga Provinsi Lampung berinisial J (19) yang ditangkap lantaran diduga terkait terorisme di Sulawesi. 

"Kita tengah koordinasi dengan Polda setempat untuk mengetahui kebenaran perihal info tersebut," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih di Bandarlampung, Minggu (12/3).

Dia mengatakan, perlu diselidiki lebih dalam apakah J yang dikabarkan beralamat di Sidomulyo, Lampung Selatan memang benar asli warga Lampung.

Diketahui bahwa J ditangkap bersama delapan orang lainnya di Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (10/3), sekitar pukul 08.30 WITA. 

Penangkapan itu atas dugaan merencanakan penyerangan ke sejumlah markas kepolisian dan anggota Polri.

"Kami masih terus berkoordinasi dan baru sampai sebatas itu saja yang baru bisa disampaikan," kata dia.

Terkait apakah Polda Lampung memperketat pengamanan, pihaknya sejauh ini sudah melakukan hal tersebut.

Polda Lampung telah melakukan pengawasan secara ketat terhadap sejumlah tempat atau wilayah yang mencurigakan.

"Kita sudah memperketat pengamanan sehingga tidak perlu lagi ditingkatkan," kataya.

Ia melanjutkan, para personel pun telah diminta untuk terus waspada untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Apa pun bentuknya jika sudah meresahkan masyarakat para personel telah siap melakukan tindakan tegas.

"Para personel telah diperintahkan untuk waspada terhadap apa pun tindakan yang mencurigakan, terutama yang merusak persatuan dan kesatuan," kata dia.  (*)



GUNUNG SUGIH, JNNews - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah akan menjadikan ikan baung sebagai komoditas unggulan di sektor perikanan.

Ikan baung punya nilai ekonomis yang tinggi. Selama ini banyak dijumpai di sungai-sungai di Lampung Tengah, kata Bupati Lampung Tengah Mustafa, Minggu (12/3).

Bupati mengatakan, "Bagi saya ini adalah peluang atau potensi yang harus dikembangkan. Saya akan jadikan baung sebagai komoditas unggulan di Lampung Tengah."

Ia pun menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengandalkan sungai-sungai yang ada, ke depan akan membentuk kelompok-kelompok tani yang akan membudidayakan ikan baung secara profesional.

Mereka akan dilatih dan diberikan bantuan bibit untuk kemudian dikembangkan.

"Nanti kami juga akan jadikan ikan baung sebagai kuliner khas Lampung Tengah. Ketika mereka berkunjung ke sini, belum lengkap jika belum mencicipi ikan baung Lampung Tengah. Kami targetkan bisa memproduksi minimal 50.000 ikan baung setiap tahunnya," katanya.

Dengan potensi dan SDM yang mumpuni, dia merasa optimistis target tersebut dapat direalisasikan.

Ia berharap budi daya ikan baung bisa membangkitkan roda perekonomian masyarakat, khususnya petani ikan di Lampung Tengah.

"Ketika wisata kuliner juga berhasil dikembangkan, diharapkan Lampung Tengah bisa menjadi tempat persinggahan yang nyaman bagi para pengendara dan pendatang," kata Mustafa.

Sementara itu, Kadis Perikanan Lampung Tengah Kuswadi Swardi mengatakan bahwa Lampung Tengah telah menjadi produsen ikan air tawar terbesar di Lampung. Namun, untuk ikan baung, diakuinya, ikan jenis ini makin langka, sementara permintaan sangat tinggi.

Untuk dapat memenuhi permintaan pasar, menurut dia, tidak bisa hanya mengandalkan tangkapan alam.

"Harus kita budi dayakan. Saat ini sudah ada 12 kelompok tani yang siap membudidayakan ikan baung, mereka tersebar di Trimurjo, Simpang Agung, Kota Gajah, Seputih Raman dan Way Seputih," katanya.

Menurut dia, nilai jual ikan baung lebih tinggi daripada ikan lainnya. Misalnya, 1 kilogram ikan baung harganya sebesar Rp45 ribu s.d. Rp60 ribu atau jauh lebih tinggi daripada ikan lele.

Dari kandungan gizi, lanjut dia, ikan baung juga jauh lebih baik karena mengandung banyak protein dan Omega 3.

Bagi masyarakat yang ingin budi daya ikan baung secara mandiri, pihaknya juga menyiapkan bibit baung dengan kisaran harga Rp300 s.d. Rp500 per ekor dengan ukuran 3 cm.

"Di tengah tingginya animo terhadap ikan baung, saya rasa ini adalah peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat. Menjamurnya rumah makan dengan menu baung, permintaan terhadap ikan ini terus meningkat," katanya.

Ke depan, pihaknya juga akan membuat pelatihan pembuatan pakan ikan ekonomis sehingga petani tidak ketergantungan pada pakan ikan pabrikan. Di sisi lain, pakan ekonomis juga dapat menekan ongkos produksi petani menjadi lebih murah.

"Apa yang menjadi target Pak Mustafa menjadikan Lampung Tengah sebagai sentra penghasil baung insya Allah bisa direalisasikan. Bahkan, target kami bisa memproduksi hingga 100.000 ikan baung, minimal 50.000 ikan yang siap dipasarkan di seluruh Lampung," kata dia.  (jn)



GUNUNG SUGIH, JNNews - Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah memberikan bantuan beras kepada 1.555 lansia dan janda di daerah tersebut masing-masing sebesar lima kg.

Bupati Lampung Tengah Mustafa Senin menjelaskan, dana program itu diambil dari APBD guna membantu warga miskin di Lampung Tengah meringankan beban kebutuhan mereka.

"Memanfaatkan momen ronda, saya ingin membagikan langsung beras bantuan. Inilah salah satu manfaat ronda, kita bisa menyapa satu per satu warga dan mengetahui keadaan mereka yang sesungguhnya," ujar Mustafa.

Sebelumnya Mustafa yang dikenal dengam bupati ronda ini juga mengumpulkan warga untuk sosialisasi program pemerintah, berdiskusi dan menyerap aspirasi. Mereka terdiri atas berbagai unsur elemen, mulai dari aparatur desa, penyuluh pertanian, bidan desa, linmas dan masyarakat umum.

Mustafa mengajak warga Kecamatan Sendang Agung untuk bersama-sama mewujudkan Lampung Tengah yang lebih baik, sesuai dengan perannya masing-masing. 

"Semua harus bekerja. Berikan yang terbaik sesuai kapasitas maksimal kita. Jika kita punya semangat yang sama, saya optimistis Lampung Tengah maju dan berkembang," kata dia.

Dalam membagikan bantuan, Mustafa mengendarai sepeda, diiringi komunitas sepeda ontel. Rombongan sepeda semakin mengular ketika beberapa warga secara sukarela bergabung bersama Mustafa untuk ikut ronda.

Kepala program keluarga harapan (PKH) Lampung Tengah, Kusuma Riyadi menerangkan bantuan beras diberikan kepada enam lansia dan janda di masing-masing kampung. Setiap mereka menerima bantuan beras sebanyak lima kg setiap triwulan.

"Kita ada 311 kampung, jadi total janda dan lansia yang dibantu adalah 1.555 orang. Pendataan dilakukan langsung oleh kepala kampung masing-masing. Mereka yang menerima memang orang-orang yang membutuhkan. Nantinya akan dibayarkan per triwulan melalui kepala kampung," jelasnya. (jn)



MESUJI, JNNews - Banjir masih melanda sebagian wilayah Kecamatan Way Serdang di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung menyusul hujan deras mengguyur wilayah ini beberapa hari terakhir.

Banjir terjadi di permukiman dan lingkungan warga di Kecamatan Way Serdang di Mesuji, Senin, sehingga mengakibatkan ratusan rumah tergenang dengan ketinggian air sekitar 1 meter hingga 3 meter. Banjir itu antara lain menggenangi Desa Labuhan Permai di Kecamatan Way Serdang.

Kepala Kampung Labuhan Permai Abdul Kadir menuturkan, hujan deras dalam beberapa hari terakhir memicu sungai-sungai meluap dan menyebabkan banjir.

"Maklum rumah warga di Kecamatan Way Serdang ini berdiri di areal rawa yang rentan terendam banjir," kata Abdul pula.

Rumahnya yang berada di Desa Labuhan Permai itu juga ikut terendam banjir, dan mengakibatkan mereka kesulitan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari secara normal.

Tak hanya rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum seperti balai desa dan pendidikan anak usia dini (PAUD) setempat, serta rumah ibadah dan jembatan penyeberangan. Akibatnya, akses ekonomi warga pun putus total.

"Kami kesulitan, karena semua akses jalan terputus total, dan banjir ini adalah terbesar yang pernah terjadi dari tahun sebelumnya. Banjir juga menggenangi jalan negara Lintas Timur Km 199 Kecamatan Way Serdang yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan," ujarnya lagi.

Secara terpisah, Drs Syahril, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji mengakui hingga kini bantuan dari pemerintah dan sumbangan pihak ketiga sudah disalurkan untuk para korban banjir itu.

Menurutnya lagi, hari ini para pegawai dan relawan sedang memilah-milah bantuan untuk kemudian dibungkus dalam paket dan segera disalurkan.

"Mulai hari ini didistribusikan. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, mi instan, dan beras, selimut, peralatan dapur, handuk, beserta sarana kesehatan," ujarnya lagi.

Dia menegaskan bantuan akan diprioritaskan untuk daerah yang paling parah terkena banjir, serta warga korban banjir yang tidak mampu.

Menurut dia, hal itu dilakukan karena tidak mencukupi jumlah bantuan, sehingga yang paling parah akan didahulukan diberi bantuan.

Selain itu, Syahril mengaku jika anggaran bantuan bencana di instansinya sangat terbatas dan minim, sehingga untuk membantu korban banjir yang rumahnya rusak berat harus meminta suntikan dana dari pemerintah provinsi atau pemerintah pusat. "Dana yang kami gunakan dari anggaran tak terduga," katanya lagi. (*)


GUNUNG SUGIH, JNNews - Jalan lintas tengah Sumatera (Jalinteng) tepatnya didepan pasar Bandarjaya, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung rusak parah. Kerusakan jalan mengakibatkan kemacetan parah terumah pada jam-jam tertentu terutama pagi dan sore hari dikarenakan kendaraan yang melewati jalan tersebut memperlambat laju kendaraannya.

Kondisi jalan rusak sudah berlangsung cukup lama dan belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Volume kendaraan yang padat menambah kerusakan semakin parah. Pada malam hari lubang-lubang menganga tidak terlihat jelas karena kurangnya penerangan lampu jalan.

Dimusim penghujan seperti sekarang ini ditambah jeleknya draenase, menambah keadaan jalan semakin memprihatinkan karena genangan air membanjiri badan jalan sehingga dapat membahayakan pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor.

Kondisi ini banyak dikeluhkan masyarakat pengguna jalan, mereka berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera memperbaikinya, jika tidak segera diperbaiki dikhawatirkan akan menambah jumlah korban jatuh dan terjebak akibat jalan rusak.

Seorang pengendara truk yang akan menuju Palembang, yang mengaku bernama Sutrisna, mengatakan, ia akan sangat berhati-hati bila melawati jalan tersebut, "saya kalau melewati jalan ini sangat hati-hati, takut terbalik atau patah as, apalagi muatan mobil saya muatannya sangat berat, terus kalau disamping ada motor, saya jadi ngeri sendiri takut kalau-kalau patah as, tiba-tiba mengenainya," ungkapnya saat sedang memberhentikan laju kendaraannya untuk mengecek kolongan mobilnya, Senin (13/3).

Hal yang sama juga disampaikan pengendara lainnya, "kami sebagai pengguna jalan mengharapkan kepada pemerntah agar lebih memperhatikan perbaikan jalan ini, kalau lama dibiarkan maka akan semakin parah, dan kalau diperbaiki, tolong draenasenya juga diperbaiki agar air tidak menggenangi badan jalan, bisa dilihat, lubang-lubang tidak terlihat ketika hujan turun, ini sangat membahayakan terutama pengendara sepeda motor," ujar Yanto warga Poncowati. (jn)





GUNUNG SUGIH, JNNews – Bentuk kepedulian akan keselamatan pengendara bermotor dijalan, malam hari sekitar 23.10 WIB, komunitas Honda Beat Club (HBC) Lampung Tengah mengadakan kerja bakti sosial membersihkan jalan tikungan didepan masjid Nurul Islam dan kantor Redaksi Journal Nusantara di Jalan Jenderal A. Yani Bandarjaya Timur, Lampung Tengah, lokasi itu sering kali terjadi kecelakaan, pengendara motor kerap kali terjatuh karena jalan sedikit rusak dan licin berpasir.

Tim yang berjumlah 10 orang itu, secara bersamaan menyapu jalanan dan beberapa orang lainnya mengatur lalulintas agar jalanan tidak macet, sekita sepuluh menitan, tim HBC langsung meninggalkan lokasi dan berpindah kelokasi lainnya.

Menurut, Ketua HBC Lampung Tengah, Novrian, hal itu ia lakukan sebagai bentuk kepedulian sesama pengendara motor, “kasihan masyarakat, karena sering jatuh dijalan ini, karena jalannannya menikung, sedikit rusak dipinggiran terus banyak pasir, makanya kami dari HBC Lampung Tengah melakukan pembersihan dengan cara menyapu jalanan,” ujarnya saat ditemui disela-sela kerja bakti, Sabtu (11/3).


Dilakukannya pada malam hari karenjika dilaksanakan pada siang hari akan menggangu pengendara lainnya, ia pun berharap kepada para pengendara motor khususnya agar lebih berhati-hati, “kami menghimbau masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan dalam mengedara sepeda motor, gunakan kelengkapan keselamatan seperti helm, penutup mulut,” ungkap Novrian. (jn)

PANGANDARAN - Rombongan kendaraan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Ciamis mengalami tabrakan beruntun di Jalan Raya Babakan tepatnya di depan sekolah SMAN 1 Pangandaran, Sabtu (11/3/2017).
Rombongan kendaraan yang salah satunya membawa Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis Joko Purwanto dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Setia Untung Arimuladi tersebut melaju dari arah Pangandaran menuju Ciamis dengan pengawalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, rombongan kendaraan berhenti mendadak setelah ada salah satu murid SMAN 1 Pangandaran menyebrang dan tabrakan beruntun pun tak terhindarkan.
Menurut keterangan dari salah satu warga setempat, Andri, pelajar yang hendak menyebrang untuk menuju ke sekolahnya itu, berhenti di tengah jalan ketika ada kendaraan dari dua arah.
"Sepertinya kendaraan Patwal berusaha menghindar agar tidak menabrak pelajar itu dan kendaraan yang dibelakang mobil Patwal mengerem mendadak," kata Andri.
Adri mengungkapkan, tak ada korban jiwa dalam insiden itu, hanya saja ada salah satu keluarga dari Kajati Jawa Barat dan Kajari Ciamis yang perlu diberi perawatan sehingga harus di bawa ke rumah sakit.
Sementara empat kendaraan rombongan tersebut dievakuasi dan dibawa oleh mobil derek. Kecelakaan lalu lintas tersebut sempat menjadi perhatian para pengguna jalan yang kebetulan melintas di jalan itu. (*)


BANDAR LAMPUNG, JNNews - Pemerintah Kota Bandarlampung meminta Pemerintah Provinsi Lampung tidak mengambil alih Stadion Pahoman karena kota ini tidak memiliki stadion.

"Kota Bandarlampung tidak punya stadion, janganlah diambil, coba ditinjau ulang," ujar Wali Kota Bandarlampung Herman HN, di Bandarlampung, Kamis (3/3).

Apalagi, katanya lagi, saat ini Pemprov Lampung juga mengelola Lapangan Korpri di depan kantor gubernur Lampung yang merupakan milik SMPN 1 kemudian dipindahkan ke tempat lain.

Dia menegaskan bahwa Stadion Pahoman merupakan satu-satunya aset Pemprov Lampung yang dikelola oleh Pemkot Bandarlampung.

Karena itu, ia mengharapkan Stadion Pahoman tidak diambil alih kewenangan pengelolaannya oleh Pemprov Lampung, dan berharap ada sinergi dalam pembangunan.

"Saya ingin daerah ini bagus, rakyat aman dan tenteram," katanya pula.

Herman menyatakan bahwa negara ini terdiri atas kabupaten dan kota, seharusnya secara bersama gotong royong untuk menjadikan wilayah ini lebih baik lagi.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bandarlampung Trisno Andreas mengatakan pihaknya sedang melakukan pendataan aset yang ada di lingkungan Stadion Pahoman.

"Kami sedang melakukan pendataan aset milik pemkot yang ada di Stadion Pahoman," kata dia lagi.

Ia menyebutkan, sejumlah aset milik pemkot yang ada di lokasi tersebut, seperti kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Bandarlampung dan kantor KONI Kota Bandarlampung.

Terkait balasan surat atas keputusan gubernur Lampung untuk mengambil alih Stadion Pahoman tersebut, pihaknya belum menyiapkannya.

"Kalau respons atas surat itu memang belum, tapi kami sudah mendata aset sebagai langkah persiapan pindah," katanya pula.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: G/31/B.07/HK/2017 tentang pengambilalihan pengelolaan Stadion Pahoman.

Keputusan itu dilakukan karena SK lama tentang Keputuasan Gubernur Lampung Nomor: G/299/B.IV/HK 1990 tentang penyerahan tanggung jawab pengelolaan dan pemeliharaan Stadion Olahraga Pahoman kepada wali kota kepala daerah tingkat II Bandarlampung oleh Pemprov Lampung sudah tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2014 dan Permendagri Nomor 19 Tahun 2016. (*)
Diberdayakan oleh Blogger.