Halloween party ideas 2015

GUNUNG SUGIH -- Masyarakat Lampung harus bangga dengan adat istiadat yang dimilikinya. Rasa bangga ini bisa diwujudkan dengan terus melestarikan adat istiadat dan budaya yang ada. 

Hal ini diungkapkan Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa saat menghadiri pelantikan Pelantikan Ketua Tandang Anjak Pubian (TAP) dan Ketua Pubian Sai, serta Pagelaran Canggot Bakha, Rabu 29/6/2017.

"Sebagai masyarakat Lampung, kita harus bangga dengan apa yang kita miliki. Inilah budaya kita. Inilah adat istiadat kita. Jangan takut mengenalkan dan melestarikannya. Jangan sampai kita lahir di Lampung, tinggal di Lampung tetapi sama sekali tidak mengenal budaya sendiri," ungkap Mustafa.

Dilantik sebagai Ketua Tandang Anjak Pubian yak u Chairul, S. H.,  dan Pubian Sai ketua Hanapi. Acara dipusatkan di gedung sesat pemuka Pati Kampung Negeri Ratu, kecamatan Pubian. 

Dengan dilantiknya Tandang Anjak Pubian dan Pubian Sai, diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial, serta pelestarian budaya semakin masif di Pubian, seperti canggot bakha atau kegiatan kesenian hiburan warga Pubian. 

Bahkan tidak menutup kemungkinan, canggot bakha menjadi salah satu kurikulum seni budaya yang ada di pendidikan di Lampung Tengah. "Kita memiliki banyak kebudayaan yang harus dilestarikan. oleh karena itu saya bangga kita bisa melaksanakan kegiatan ini," ucap dia.

Sementara itu Ketua Pubian Sai Hanafi menjelaskan pubian sai ini adalah kegiatan sosial untuk masyarakat pubian yang tujuannya untuk mempersatukan masyarakat pubian yang ada di 20 kampung di Kecamatan Pubian. 

Usai di lantik,  pihaknya akan membentuk ranting-ranting di setiap kampung di Kecamatan pubian. Sehingga nantinya dengan adanya pubian sai ini,  kecamatan pubian menjadi daerah yang semakin berkembang dengan baik, dan masyarakatnya semakin maju. 

"Pubian sai ini nantinya akan terus bersinergi dengan program-program pemerintah. Kami akan memberikan pembinaan kepada  para pemuda di pubian agar dapat terus berinovasi untuk kemajuan Lampung Tengah khususnya Pubian," tandasnya. 

Senada disampaikan Ketua Tandang Anjak Pubian Chairul, S. H. Pihaknya akan terus berupaya melestarikan kebudayaan Lampung di tengah-tengah masyarakat. Tandang Anjak Pubian sendiri merupakan sebuah wadah bagi para warga Pubian yang merantau ke luar pubian yang bergerak dibidang sosial dan nantinya akan memberikan bantuan kepada masyarakat pubian yang membutuhkan. 

"Seperti jika ada warga pubian kurang mampu yang meninggal, TAP ini nantinya akan memberikan santunan kematian Rp 500 ribu.  Dana tersebut berasal dari iuran para anggota secara sukarela," pungkasnya.(*)

LIWA -- Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Hi. Mustafa diangkat sebagai keluarga Kerajaan Skala Brak Kepaksian Bejalan Diway, Selasa (27/6) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

Pengangkatan secara adat itu dipimpin oleh pejabat Kerajaan Skala Brak Suttan Jaya Kesuma IV. Dan disaksikan langsung  oleh Raja Skala Brak Irjen Pol Edward Syah Pernong.

Prosesi pengangkatan kerabat kerajaan ditandai dengan penyematkan lencana keangkonan muakhi atau pengangkatan saudara kepada Bupati Mustafa yang bergelar Suttan Turunan Aji Marga Anak Tuha Abung Siwo Mego oleh Suttan Jaya Kesuma IV.

Kemudian, dilakukan tukar pusaka berupa keris dari  Bupati Mustafa kepada Sutan Jaya  Kusuma IV dan sebaliknya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mustafa  mengucapkan terimakasih terjalinnya persaudaraan tersebut.

"Semoga dengan pengangkatan saudara ini akan semakin memperkuat persatuan dan kesatuan. Terutama antara Kepaksian Bejalan Diway dengan masyarakat Lampung Marga Anak Tuha Abung Siwo Mego. Selanjutnya dapat mempertahankan dan melestarikan kebudayaan yang ada di Lampung," harapnya.

Dalam pengangkatan saudara itu,  dihadiri langsung dari unsur pimpinan Pemkab Lambar dan pejabat kerajaan Skala Brak. Diantaranya,  Bupati Lambar terpilih  Farosil Mabsus,  Sekkab Lambar,  Kapolres Lambar dan undangan lainnya. (jn)

SURABAYA - Pendataan terhadap perusahaan media massa profesional yang dilakukan Dewan Pers tidak dimaksudkan untuk membatasi kebebasan pers. Pendataan itu justru untuk memperkuat kebebasan pers.

Pendataan itu juga merupakan konsekuensi dari keinginan masyarakat pers nasional mengatur diri sendiri.

“Tiada jalan lagi bagi perusahaan pers, termasuk yang menggunakan platform siber, untuk membangun diri menjadi perusahaan pers yang profesional,” ujar Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Dahlan Iskan di kediamannya di Sakura Regency, Surabaya, Rabu petang (21/6).

“Saya setuju bahwa pers harus bebas dari kontrol pemerintah, tetapi saya tidak ingin kebebasan itu menjadi sedemikian bebas sehingga mengabaikan kewajiban masyarakat pers nasional. Kalau tidak ingin diatur oleh pihak lain, dalam hal ini pemerintah seperti di era yang lalu, maka kita harus bisa mengatur diri kita sendiri dengan baik,” kata Dahlan lagi dalam pertemuan dengan Ketua Umum SMSI Pusat Teguh Santosa dan Sekjen SMSI Pusat Firdaus.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua SMSI Jawa Timur Eko Pamuji, Sekretaris SMSI Jawa Timur Makin Rachmad, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir.

Dahlan Iskan yang merupakan pendiri grup media Jawa Pos berperan dalam melahirkan konsep pendataan perusahaan pers seperti yang diamanatkan UU Pers 40/1999. Dia banyak menceritakan dinamika yang terjadi di tengah masyarakat pers Indonesia di awal era reformasi saat menyusun konsep kebebasan pers dan pengaturan diri sendiri.

“Saya terinspirasi proses ratifikasi hukum dan aturan internasional. Pendataan hanya dilakukan kepada perusahaan pers yang bersedia meratifikasi standar perusahaan pers yang ditetapkan Dewan Pers. Maka istilah yang digunakan adalah verifikasi, bukan akreditasi yang bermakna izin dan bisa sewaktu-waktu dicabut,” ujarnya lagi.

Dahlan mengingatkan, salah satu tugas SMSI adalah membantu perusahaan media siber yang tersebar di seluruh Indonesia, terutama yang bersedia meratifikasi standar perusahaan pers yang ditetapkan Dewan Pers, agar bisa memenuhi standar itu. Dengan demikian, sambung dia, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa eksistensi SMSI adalah untuk menopang kebebasan pers seperti yang dicita-citakan masyarakat pers nasional.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum SMSI Teguh Santosa melaporkan bahwa SMSI kini telah memiliki kepengurusan di 21 provinsi. Jumlah ini sudah melebihi salah satu syarat yang diminta Dewan Pers agar SMSI dapat tercatat sebagai konstituen, yaitu kepengurusan minimal di 15 provinsi.

Syarat minimal lain adalah 200 anggota perusahaan media siber yang memenuhi standar perusahaan pers yang ditetapkan Dewan Pers. Saat ini jumlah anggota SMSI di seluruh Indonesia berada pada kisaran 300 perusahaan media siber.

Teguh Santosa juga menyampaikan, SMSI akan mendaftarkan diri sebagai konstituen Dewan Pers pada bulan September mendatang. Kini, pihaknya sedang bekerja untuk merapikan syarat-syarat tersebut.

Sementara Sekjen SMSI Firdaus menambahkan, pada pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang menurut rencana akan diselenggarakan di bulan Juli, jumlah kepengurusan SMSI Di tingkat provinsi bisa bertambah menjadi 25 kepengurusan.

Rakernas di Surabaya

Dalam pertemuan dengan Dahlan Iskan itu juga disepakati Rapat Kerja Nasional SMSI akan diselenggarakan di Surabaya. Rakernas direncanakan dihadiri tiga pengurus SMSI dari setiap provinsi, yang terdiri dari ketua, sekretaris dan penasihat provinsi.  Peserta Rakernas SMSI lainnya adalah pengurus SMSI Pusat.

“Tadinya ada pertimbangan melaksanakan Rakernas di tempat lain. Tetapi setelah pertemuan ini, saya kira lebih tepat apabila Rakernas kita selenggarakan di Surabaya,” kata Teguh Santosa.

Salah satu alasan menetapkan Surabaya sebagai lokasi Rakernas karena SMSI Jawa Timur merupakan salah satu kepengurusan yang berhasil dalam waktu singkat mengkonsolidasi perusahaan media siber.

“Menurut laporan, sudah ada 55 perusahaan media siber di Jawa Timur yang bergabung dengan SMSI,” tambahnya.

Dalam Rakernas nanti, SMSI akan mengundang Menkominfo Rudiantara dan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo. Keduanya, bersama Dahlan Iskan, diharapkan berkenan memberikan pengarahan kepada pengurus SMSI dari berbagai provinsi. 

“Ini akan jadi salah satu momen yang tepat bagi kita semua untuk menyatukan energi membangun kehidupan pers  yang sehat, yang jauh dari fitnah, kabar bohong dan ujaran kebencian,” ujarnya.

Adapun Firdaus mengatakan bahwa salah satu agenda dalam Rakernas adalah mengevaluasi proses pendataan anggota SMSI secara internal. Pengurus SMSI di tingkat provinsi diharapkan memberikan laporan mengenai proses pendataan di masing-masing provinsi.

“Juga perlu bagi kita untuk mempelajari persoalan-persoalan yang muncul di setiap daerah, karena dinamika di satu daerah bisa jadi berbeda dengan di daerah lain,” sambung Firdaus.

Ketua SMSI Jawa Timur Eko Pamuji menyambut baik amanah yang diberikan dalam pertemuan itu.

“Pemilik dan pengelola media siber di Jawa Timur menyambut baik kehadiran SMSI. Kepercayaan menjadikan Surabaya sebagai lokasi Rakernas adalah sebuah kehormatan bagi kami,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Rakernas SMSI nanti, masih kata Eko, pihaknya akan bekerjasama dengan PWI Jawa Timur yang ikut membidani kelahiran SMSI Jawa Timur. (*)




BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Kota Bandarlampung, Wali Kota Bandaralampung Herman HN, membagika dana insentif untuk ketua rukun tetangga, kepala lingkungan, Babinsa dan Babinkamtibmas yang bertugas di ibu kota Provinsi Lampung, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka.

"Kami telah membagikan insentif RT, kepala lingkungan, babinsa dan babinkamtibmas sebagai bentuk apresiasi kinerja mereka," kata Wali Kota Bandarlampung Herman HN, Kamis (21/6).

Pembagian dana insentif dilakukan setiap tiga bulan, masing-masing mendapatkan Rp1 juta per bulan.

Pembagian dana intensif untuk RT, kepala lingkungan, babinsa, dan babinkamtibmas itu langsung dibagikan melalui kecamatan, sehingga diharapkan dapat memacu mereka untuk bekerja semakin giat terutama dalam menjaga keamanan.

"Saya minta mereka terus menjaga wilayahnya agar bisa menciptakan rasa aman, sehat, bersih, dan nyaman bagi warganya," kata Herman.

Herman berharap terutama pada mudik lebaran ini, diminta seluruh elemen membantu menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing.

"Rumah yang ditinggal pemudiknya, harus dibantu dengan menjaganya agar jauh dari tindak kriminalitas," kata dia lagi.

Pemilik rumah pun diminta untuk menitipkan rumahnya yang ditinggal muik kepada tetangga terdekat, sehingga diketahui bahwa pemiliknya tidak ada di tempat agar dapat bersama-sama dijaga.

Pamong lingkungan juga harus memberikan perhatian terhadap warganya, sehingga wilayahnya aman dan tenteram.

"Semua elemen masyarakat harus turut serta membantu dan menjaga lingkungan hingga hari raya Idulfitri," kata Wali Kota Herman HN. (fet)




LAMPUNG TENGAH - Bupati Lampung Tengah Mustafa makin memantapkan langkahnya untuk maju dalam pemilihan Gubernur Lampung mendatang, pria kelahiran Bumi Aji kecamatan Anak Tuha 27 juli 1975 ini seakan tak kenal lelah dalam menggelorakan semangatnya untuk menahkodai Sang Bumi Khua Jurai ke depan menjadi lebih baik.

“ walaupun saya terlahir dari seorang anak petani , tapi anak singkong tak gentar dalam pilgub mendatang,"tegasnya, Selasa (20/6).

Dengan Filosofinya “Rawe Rawe Rantas Malang Malang puthu mustafa yang masa jabatanya baru berjalan enam belas bulan telah membawa perubahan luar  biasa di kabupaten lampung tenggah melalui program ronda.yang telah membawa kabupaten bumi beguai jejamo wawai menjadi kabupaten yang aman dan terang.

Bupati yang penuh inovasi dan energic meliintasi batas dan waktu dengan rutin menyambangi masyaarakatnya di tiap  kampung dan kelurahan Lampung Tengah yang berjumlah 311 kampung. Untuk ikut ronda bersama warga sehingga di juluki bupati ronda satu satunya. (fet)

GUNUNG SUGIH - Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah menggelontorkan Rp 5,2 miliar untuk memperindah Masjid Istiqlal Bandarjaya. Anggaran tersebut rencananya akan dialokasikan untuk pembangunan taman, pagar, menara, dan kubah masjid.

Pembangunan masjid ini ditandai peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Bupati Lampung Tengah Mustafa, Sebagaimana diketahui Masjid Istiqlal Bandarjaya digadang-gadang menjadi salah satu icon Lampung Tengah, Kamis (22/6).

Dalam sambutannya, Bupati Mustafa berharap kedepan Masjid Istiqlal Bandarjaya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengendara yang melintasi kabupaten ini.

“Kita akan jadikan Masjid ini Masjid Agung, dan menjadi kebanggaan masyarakat Lampung Tengah. Kita anggarkan sekitar Rp 5 miliar untuk mempercantik Masjid Istiqlal. Kedepan Insya Allah kami juga akan membangun Islamic canter di Gunug Sugih,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Mustafa meminta doa kepada masyarakat agar pembangunan masjid Istiqlal dapat berjalan lancar dan selesai dengan waktu yang ditargetkan.

“Kita harus kompak untuk membangun Lampung Tengah kearah yang lebih baik lagi, kita buat Kabupaten kita ini bisa menjadi percontohan ?Kabupaten lainnya di Lampung, bahkan di Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu Ketua masjid istiqlal Hi. sofyan Nurdin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah setempat atas bantuan yang digulirkan. Dengan ada rehab dan pembangunan, diharapkan semakin meningkatkan kenyamanan para jemaah.

“Selama pembangunan, para jemaah dapat menggunakan masjid istiqlal yang lama yang berada di belakang masjid istiqlal yang ada di belakang Masjid Istiqlal Bandarjaya. Diperkirakan akan memakan waktu selama 6 Bulan. Pembangunan akan dilaksanakan mulai 5 juli 2017,” jelasnya. (fet)




BAKAUHENI - Perum DAMRI secara khusus menyiapkan puluhan bus untuk melayani penumpang lanjut usia, kaum perempuan, difabel, dan wanita hamil serta anak-anak yang turun di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. Angkutan khusus itu untuk memfasilitasi penumpang yang datang dari Merak, Banten menuju Terminal Induk Rajabasa.

Bus khusus yang mulai dioperasikan hingga Kamis dini hari sudah masuk tujuh unit bus berkapasitas masing-masing 30 orang penumpang rute Terminal Pelabuhan Bakauheni menuju Terminal Rajabasa, Rabu (21/6),

Menurut salah satu petugas layanan Bus DAMRI itu, Agus Siswanto, pihaknya menyiapkan puluhan bus khusus untuk melayani penumpang ibu hamil, lansia, balita dan difabel selama arus mudik Lebaran 2017 di Pelabuhan Bakauheni.

Tarif bus ber AC itu Rp30.000 per penumpang, selain dilayani awak bus juga dibantu sejumlah anggota Pramuka Saka Bhayangkara yang merupakan para pelajar SMK dari sekitar Bakauheni, Lampung Selatan.

Calon penumpang khusus itu sudah diarahkan oleh petugas sejak turun dari kapal feri berlayar dari Merak, Banten untuk menuju terminal khusus yang bersebelahan dengan kantor PT ASDP Indonesia Ferry, terpisah dari terminal bus umumnya.

Para penumpang yang menggunakan bus khusus itu, umumnya penumpang yang membawa anak-anak, lansia, wanita hamil dan difabel dalam rombongan.

Sedikitnya 20-an Bus DAMRI disiapkan untuk melayani pemudik menjelang puncak arus mudik Lebaran 2017 ini. Menurut petugas layanan, dimungkinkan bus dtambah bila diperlukan agar seluruh penumpang dapat terlayani dengan baik.

Calon penumpang bus itu, diata terlebih dahulu oleh petugas dibantu anggota Pramuka, kemudian bagi yang hendak berisitrahat disiapkan tempat duduk dan disediakan air mineral.

Bagi anak-anak disiapkan pula sejumlah permainan berupa mobil-mobilan dan kuda-kudaan yang dapat digunakan sambil menunggu naik ke bus yang akan mengangkut mereka ke Terminal Induk Rajabasa, Bandarlampung menuju tempat mudik masing-masing.

Pemudik dari Merak, Banten yang turun di Pelabuhan Bakauheni selanjutkan diangkut ke Terminal Rajabasa untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Selain Bus DAMRI, disediakan pula sejumlah transportasi bus umum dari beragam perusahaan otobus serta angkutan antarjemput penumpang dengan kendaraan angkutan travel maupun ojek sepeda motor di terminal Pelabuhan Bakauheni dengan tarif bervariasi mulai dari Rp25.000 hingga Rp40.000 dan Rp50.000 per penumpang. (fet)




BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Tim Koordinasi Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) setempat melakukan pemantauan dan pengawasan keamanan komoditas pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

"Ada tiga rute pemantauan pangan, yaitu Pasar Bambu Kuning, Pasar Perumnas Way Halim dan Supermarket Giant Antasari," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Kusnardi, Rabu (21/6).

Tim JKPD itu, lanjutnya, tertuang dalam Surat Perintah Tugas Gubernur Lampung Nomor: 825/1279/V.21/2017 tanggal 12 Juni 2017 tentang Tim Koordinasi JKPD melaksanakan tugas pemantauan dan pengawasan keamanan pangan.

Ia menyebutkan, dari hasil sidak yang telah dilakukan, untuk produk daging tidak ditemukan hal-hal yang mengkhawatirkan. Namun demikian perlu diwaspadai untuk produk pangan seperti buah impor dan olah ikan.

"Untuk produk daging tidak ditemukan hal-hal yang menghawatirkan. Untuk produk yang mengandung bahan berbahaya langsung kita tarik dan kita musnahkan ditempat," ujarnya.

Kusnardi yang juga Ketua Tim Koordinasi JKPD Provinsi Lampung mengatakan jika ditemukan pelanggaran keamanan pangan sesuai peraturan yang berlaku, Gubernur berwenang mengambil tindakan administratif.

Hal tersebut, menurutnya, sebagaimana Peraturan Gubernur Lampung Nomor 36 Tahun 2013 tentang Sistem Keamanan Pangan Terpadu Provinsi Lampung. Ia juga mengajak masyarakat untuk dapat menjadi konsumen yang cerdas dalam membeli kebutuhan terutama berupa bahan pangan baik itu langsung maupun secara kemasan.

"Setiap produk pastikan ada labelnya masa berlaku," jelasnya.

Ia menjelaskan,  masyarakat harus teliti, sehingga tidak ada lagi peluang-peluang para penjual yang mengedarkan barang-barang mengandung berbahaya ataupun kedaluarsa.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Lampung, Setia Murni, mengatakan bahwa BPOM sendiri dalam tugasnya menjamin untuk masyarakat akan keamanan dalam mengkonsumi bahan pangan.

"Kami melihat dari pangan olahan yang dikemas eceran dan diberi label harus memiliki izin, tidak dalam keadaan rusak, dan pastikan tidak kedaluarsa," ujarnya.

Murni mengatakan masyarakat maupun penjual sekarang bisa mengecek label kemasan dengan mendownload aplikasi di playstore maupun appstore dengan nama Data Produk Teregistrasi BPOM.

"Masyakat siapa saja bisa melihat kemasan yang memiliki izin di genggaman tangan," katanya. (fet)




LAMPUNG TENGAH - Pemkab Lampung Tengah juga melibatkan anggota Pramuka, tak hanya dari aparat Kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan, guna membantu kelancaran arus mudik Hari Raya Idul Fitri.

Sebanyak 24 personel anggota pramuka Kwarcab Lampung Tengah ditempatkan di enam pos pengamanan arus mudik, yakni di pos mudik Wates Kecamatan Bumiratu Nuban, pos Bandarjaya Kecamatan Terbanggibesar.

Selain itu pos Veteran Kampung Mataramudik Kecamatan Bandarmataram, pos Lempuyang Bandar dan Candirejo Kecamatan Waypengubuan dan pos Agro Kecamatan Terusannunyai.

Ketua Kwarcab Pramuka Lamteng, Abdulhak, mengatakan, 24 personel tersebut adalah anggota penegak. Mereka dibagi tugas berjaga siang dan malam. Para anggota sudah diturunkan sejak H-5 dan akan berakhir pada H+7 mendatang.

“Jadi kita turunkan di enam titik. Masing-masing titik, dua anggota. Sistemnya aplus, siang dan malam. Artinya, 12 anggota bertugas siang dan 12 anggota bertugas malam,” ujar Abdulhak yang juga Kepala Badan Perencenaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lamteng ini.

Diperbantukannya anggota Pramuka dalam pengamanan kelancaran arus mudik Lebaran, sesuai dengan arahan Bupati Hi. Mustafa yang juga Ketua Majelis Pembimbing Kwarcab Pramuka Lamteng.

“Arahan yang diberikan, yakni kita harus peduli dengan masyarakat. Salah satunya dengan membantu aparat dalam pengamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran,” ungkapnya.

Pihaknya meminta kepada seluruh personel yang bertugas agar tetap hati-hati. “Buat adik-adik Pramuka, selamat bertugas. Jangan pernah lelah dalam berbuat kebaikan. Salam Pramuka!” tegasnya. (fet)

Diberdayakan oleh Blogger.