Halloween party ideas 2015


BANDAR LAMPUNG – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandar Lampung akan mengawasi supermarket atau waralaba yang menjual obat-obatan yang mengandung dextromethorphan atau lebih dikenal obat warung. Hal ini menindaklanjuti adanya penyalahgunaan obat batuk merk Komix yang belakangan digunakan untuk ‘ngefly’ anak muda.

“Dextromethorphan salah satu kandungan yang ada dalam obat batuk cair Komix, ini sering disalahgunakan. Obat-obatan ini memiliki sifat memabukkan jika dikonsumsi dalam dosis yang tinggi,” kata Kepala BBPOM Bandar Lampung, Syamsuliani, Rabu (13/12).

Ia menjelaskan, pihaknya mulai melakukan pengawasan secara ketat, mulai dari pabrik agar tidak mendistribusikannya ke warung kecil. Sebab, obat-obatan ini kerap dibeli bebas.

“Jadi kita awasi, dan ke depan kita bahas akan ada pembatasan obat-obatan yang punya sifat penenang. Makanya kita minta supermarket seperti Hypermart untuk segera mengurus izin penjualan obat ke Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. Kalau yang masuk ke kita Chandra Departement Store, Alfamart dan Indomaret sudah mengurus izinnya,” papar Syamsuliani.

Meski begitu, pihaknya tetap memberikan aturan kepada supermarket dan waralaba yang menjual obat-obatan ini. “Penjualannya juga diatur. Pembelian tidak boleh lebih dari dua puluh bungkus,” tandasnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.