Halloween party ideas 2015


CIBINONG, JNNews -- Pengadilan Negeri Cibinong mengadakan sidang  dengan agenda pembacaan putusan terhadap kedua terdakwa perkara sengketa tanah antara Sentul City dengan warga Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yaitu  Deni Gunarja dan Purnaman selaku tergugat yang tuntutan dengan dugaan pemalsuan dokumen dalam sengketa lahan/tanah di Desa Bojongkoneng, melibatkan Deni Gunarja dan Sentul City, dengan luas tanah 7.900 m2, Kamis (21/12).

Dalam sidang pembacaan putusan tersebut Hakim PN Cibinong, Tito Suhud, SH.MH, menimbang dari semua fakta-fakta serta saksi-saksi yang telah dihadirkan memutuskan kedua terdakwa terbukti dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 266 KUHPidana dan Pasal 263 KUHP, maka Hakim memutuskan keduanya dengan hukuman 4 tahun penjara/kurungan.

Pihak Sentul City melalui salah satu kuasa hukum, Faisal Farhan, SH.MH, terkait putusan tersebut kepada media menyatakan bahwa, “Sentul City sebagai salah satu perusahaan pengembang yang bergerak di bidang properti, telah berulangkali menjadi korban gangguan dan rongrongan daripara terduga mafia tanah. Sehingga berulangkali tanah yang sudah bersertifikat pun diambil oleh oknum dengan berbagai modus untuk  memperjualbelikanya," ujar kuasa hokum, Faisal Farhan.

Pada kasus yang sedang berjalan dan diputus hari ini yang melibatkan kedua terdakwa, Deni dan Purnaman yang dituntut dengan  dugaan telah melakukan tindak pidana menempatkan keterangan palsu di dalam suatu akta otentik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 KUHPidana dan pemalsuan surat-surat berharga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHPidana yang telah diputus hakim hari ini.

Masih menurut Faisal, oknum-oknum tersebut selama ini seperti merasa diatas angin atas apa yang mereka lakukan, mereka juga kadang melibatkan para pejabat dan aparat hukum sebagai pembeli dengan "iming iming" beli tanah murah. “Padahal nantinya tanah itu tidak bisa disertifikatkan, karena sudah bersertifikat milik PT Sentul City, Tbk. Setelah masalah terbongkar, mereka meninggalkan pembeli berperkara dengan Sentul City," terang Faisal.

Eva sebagai pengacara kedua Sentul City, dalam keterangannya menambahkan bahwa,  “Sentul City menghargai dan menyerahkan proses hukum yang sedang berjalan. Proses hukum membuktikan dan memutuskan benar dugaan tindak pidana di atas. Putusan tersebut merupakan kemenangan atas orang-orang yang merasa tertipu oleh aksi-aksi penipuan oleh mafia tanah,” jelas Eva.


Sementara itu, kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya, Lava Sambada, SH, menyatakan kekecewaannya atas putusan tersebut. Dan menyatakan siap  banding ke tingkat pengadilan yang lebih tinggi. "Bagi kami dan klien kami purutan hakim sangat tidak adil, maka dari itu kami beserta klien langsung menyatakan banding," jelas Kuasa Hukum, Lava sambada, SH. (yos)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.