Halloween party ideas 2015


JAKARTA -- Indonesia telah menerima kenaikan rating dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings menjadi BBB dengan outlook stabil dari sebelumnya BBB- outlook negatif. Kenaikan outlook tersebut, salah satunya disebabkan karena naiknya peringkat negara layak investasi Indonesia atau investment grade.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira, mengatakan loncatan investment grade dan naiknya peringkat doing business yang cukup tinggi ini telah menjadi sentimen positif yang menggerakan Fitch Ratings untuk melakukan upgrade rating utang Indonesia.

Diketahui utang luar negeri bersih dan kotor Indonesia masih cukup besar yakni mencapai angka 166% dari penerimaan rekening giro (median BBB sebesar 130%) dibandingkan dengan rekan-rekan ‘BBB’.
Oleh karena itu, dia memandang upaya pemerintah menaikkan doing business ini wajib dipandang sebagai katalis positif. “Itu harus diapresiasi,” ungkapnya di Jakarta.

Menurutnya, jika menilik kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, baik dari sisi APBN maupun dari sisi moneter yang dibuat oleh Bank Indonesia (BI), bukan tidak mungkin rating Indonesia kembali meningkat.
“Saya optimis bisa membaik ratingnya. Asalkan syaratnya defisit fiskal dikendalikan dibawah 3%, penerimaan pajak dioptimalkan dan stabilitas politik terjaga jelang pilkada dan pemilu,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya Fitch mengupgrade rating Indonesia karena dua faktor yang memperlihatkan arah Indonesia yang semakin baik. Faktor pertama yang membuat Fitch menaikkan rating Indonesia adalah karena menguatnya sektor eksternal Indonesia yang didukung oleh kebijakan makroekonomi yang secara konsisten diarahkan untuk menjaga stabilitas. Faktor lainnya yaitu karena upaya sinergi Pemerintah dalam reformasi struktural yang mampu meningkatkan iklim investasi.

Tidak hanya itu, Fitch juga mengatakan Indonesia memilki kebijakan nilai tukar yang lebih fleksibel, cadangan devisa yang meningkat tajam, kebijakan moneter yang mampu mengatasi gejolak aliran modal, kebijakan makroprudensial yang mampu mengendalikan utang luar negeri korporasi, pendalaman pasar keuangan yang mampu meningkatkan stabilitas pasar keuangan, dan penetapan asumsi anggaran Pemerintah yang kredibel. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.