Halloween party ideas 2015


BANDAR LAMPUNG -- Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung, lakukan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang industri jasa keuangan. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Sutono mengatakan, tingkat pemahaman masyarakat Lampung tentang industridan jasa keuangan, dikatakan tergolong rendah.

"Indeks Literasi Keuangan Provinsi Lampung hanya sebesar 26,91 persen, sedangkan indeks tingkat Inklusi Keuangan Provinsi Lampung adalah sebesar 69,82 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahwa tingkat pemahaman masyarakat Lampung akan industri jasa keuangan tergolong rendah," ujar Sutono dalam Rapat Pleno TPKAD Provinsi Lampung Tahun 2017 dan Rencana Program Kerja TPAKD Provinsi Lampung tahun 2018, di Hotel Aston,  Bandar Lampung, Kamis (21/12).

menurut Sutono, pemerintah provinsi (pemprov) terus berupaya meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat Lampung yang lebih sejahtera. “Banyak hal yang mampu mendorong perekonomian maju seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM), dan hal itu akan menarik mana kala menggunakan teknologi," jelasnya. 

Ia menambahkan, TPAKD telah merealisasikan program kerja tahun 2017 sesuai target, di antaranya program optimalisasi pemanfaatan asuransi program di sektor pertanian dan peternakan, Gerakan Lampung Menabung, optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan mendorong pertumbuhan industri pasar modal di Provinsi Lampung.

Senada dengan itu, Plt Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Indra Krisna mengatakan, berbagai program kerja TPKAD provinsi Lampung tahun 2017 telah terealisasi.

“Untuk rencana program kerja TPAKD provinsi Lampung tahun 2018 diantaranya pemberdayaan BUMDes, klaster UMKM, Gerakan Membangun Desa Saburai, Badan Usaha Milik Petani (BUMP), revitalisasi resi gudang, pengembangan program warung desa, dan asuransi program Tambak, yang tahun 2017 telah terealisasi semuanya," jelas Indra.

Untuk menyukseskan program kerja ditahun 2018, Ia berharap, harus ada sinergisitas yang kuat, baik antar pemerintah daerah, OJK, instansi jasa keuangan, dan stakeholder terkait, sehingga berbagai program kerja dapat terealisasi, yang pada akhirnya mampu meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat Lampung yang lebih sejahtera. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.