Halloween party ideas 2015


JAKARTA -- Masyarakat dapat menyaksikan fenomena alam gerhana bulan total yang akan terjadi pada Rabu, 31 Januari 2018 dari sejumlah tempat. Namun demikian, fenomena alam itu dapat terlihat di seluruh wilayah Tanah Air jika cuaca cerah.

Proses gerhana bakal berlangsung mulai pukul 18.48 WIB hingga mencapai puncaknya antara pukul 19.52 dan 21.08. Di Bandung, Jawa Barat, gerhana bulan total dapat disaksikan di Observatorium Bosscha, Lembang.

Peneliti Observatorium Bosscha, Mohamad Irfan, mengatakan gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang. Tetapi, bila ingin lebih jelas, harus menggunakan peralatan seperti teleskop.

Ia mengingatkan, kondisi cuaca bisa menjadi kendala dalam menyaksikan gerhana. Apalagi saat ini wilayah Indonesia sedang musim hujan. "Mudah-mudahan nanti cuacanya bagus, sehingga bisa mendukung pengamatan," ucapnya, Senin (29/1).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung memprakirakan cuaca saat gerhana bulan akan berawan hingga hujan ringan. "Ada kemungkinan masyarakat masih bisa melihat gerhana bulan, lantaran saat cuaca berawan, awan tidak menutup merata seluruh di bagian langit," kata Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya.

Sementara itu, masyrakat Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut), dapat bersama-sama menyaksikan gerhana bulan di halaman kampus pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Sebab, Observatorium Ilmu Falak UMSU akan melakukan pemantauan melalui teleskop di lokasi tersebut. UMSU juga menyediakan sejumlah layar di lokasi agar masyarakat dapat menyaksikan fenomena tersebut.
Rektor UMSU Agussani mengajak warga Kota Medan dan sekitarnya untuk bersama-sama menyaksikan gerhana bulan total tersebut.

Sementara itu, masyarakat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dapat menyaksikannya di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram. Sebab, BMKG Stasiun Geofisika Mataram bersama Pemerintah Provinsi NTB akan mengamati gerhana bulan di lokasi itu. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.