Halloween party ideas 2015


JAKARTA -- Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bersaksi di sidang kasus KTP elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Setya Novanto. Gamawan dihadirkan jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena proyek KTP-el dieksekusi saat dirinya menjabat sebagai Kemendagri.

Selain Gamawan, jaksa turut menghadirkan Mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraini, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Suciati, dan Mantan Ketua Pengadaan Proyek KTP-el Drajat Wisnu Setyawan.

Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah juga turut dihadirkan dalam persidangan. Saat korupsi KTP-el terjadi, Zudan menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Kemendagri. "Kami panggil saksi-saksi untuk masuk ke ruang persidangan," kata jaksa Irene Putri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/1).

Novanto didakwa mengintervensi pelaksanaan proyek pengadaan KTP-el di Kementerian Dalam Negeri dengan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Perbuatan yang melibatkan eks Ketua DPR itu merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar diduga mendapat jatah USD7,3 juta. Dia juga diduga menerima jam tangan merek Richard Mille seri RM 011 senilai USD135 ribu dari proyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.


Setya Novanto didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.