Halloween party ideas 2015


JAKARTA -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta anggotanya dapat memetakan potensi konflik. Hal tersebut agar potensi konflik di Pilkada Serentak 2018 dapat diantisipasi.

Jenderal bintang empat itu tak ragu untuk mencopot anggotanya yang terbukti lalai menangani konflik sosial. "Selesaikan potensi itu, jangan sampai meledak," tegas Tito dalam Rapim Polri 2018, di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/1). 

Bila sampai terjadi ledakan konflik, Tito bakal menerjunkan dua tim, yakni Irwasum dan Divisi Propam Polri untuk mengecek. "Cek, apakah konflik itu terjadi tanpa ada informasi intelijen? Baik itu dari jajaran intelijen maupun binmas di bawah kepala Satuan, kapolres, atau kapolda," ujarnya. 

Bila tidak ada informasi dari jajaran tersebut, dia bakal mencopot pimpinan dari Binmas maupun intelijen. Pencopotan dilakukan hingga tingkat polres, yakni Kasat Intel, Kasat Binmas, sampai tingkat Polda seperti Dir Binmas dan Dir Intel. "Berarti mereka enggak kerja," tambahnya. 

Bila informasi telah diberikan dan kapolda tidak merespon, bahkan tidak menangani, maka kapolda dan kapolres yang bakal dicopot. 

"Ini sudah jalan, yang saya copot juga sudah banyak. Alhasil, selama dua tahun terakhir kamtibmas relatif terjaga," ujarnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.