Halloween party ideas 2015


KUALA TUNGKAL, JNNews -- Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjab Barat, Desa Kampung Baru adakan program pelatihan jahit menjahit. Para peserta yang mengikuti program tersebut adalah warga  setempat. Sistem yang dilakukan oleh Kepala Desa Kampung Baru ini sangat bermaanfaat dan menguntungkan bagi para warga yang berdomisili di Desa tersebut.

Hal ini baru pertama kali dilakukan oleh Kepala Desa yang berinisial Hermansyah. Kegiatan ini sangat di tunggu-tunggu oleh para warga yang ingin mengikuti program jahit menjahit tersebut, guna menambah wawasan dan penghasilan para ibu-ibu rumah tangga.

Kegiatan ini dibagi 3 kelompok, diantaranya Kelompok Dusun I Rosdiana, Nurtini, Nurhasanah, Sri Wahyuni, Roqayah. Kelompok Dusun II Sulastri, Sartinah, Desi, Soimah, Novi, Komariyah, Susi, Purwati. Kelompok Dusun III Rosmala, Nurmiati, Rusmina, Wartem, Giyarty, Umi Khasanah. Semangat warga terlihat jelas dari cara mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara itu, mewakili dari salah satu Kelompok yang berinisial Nurmiati mengatakan, kegiatan seperti ini memang sudah dinanti-nantikan oleh kami bagi kaum wanita, kami sangat bersukur dan berterima kasih kepada Kepala Desa yang mengadakan kegiatan ini, diluar untuk penghasilan kegiatan ini juga menguntungkan kami terutama untuk keluarga, misalnya ada beberapa pakaian rusak atau robek kami tidak susah payah lagi untuk membawa pakaian tersebut ke penjahit yang lain, jadi kami bisa sendiri untuk memperbaiki pakaian itu.

“Bila nanti kalau kami sudah ahli mendapatkan ilmu dari menjahit ini, nanti rencananya kami akan membuka sendiri untuk melayani menjahit pakaian warga lainnya, yang jelas kegiatan ini sangat menguntungkan bagi ibu-ibu rumah tangga, karena bisa mengurangi biaya pengeluaran, untuk menjahit pakaian sendiri,” ucap Nurmiati.

Menurut Kepala Desa Kampung Baru Hermansyah, menjelaskan, kegiatan ini memang sudah direncanakan, namun terlebih dahulu kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait tentang kegiatan ini akan dilaksanankan, masalahnya kegiatan ini menggunakan Dana Desa sebesar 90 juta, Rabu (24/1).

Dari nilai tersebut, rinciannya mulai biaya mesin, jasa pelatih, konsumsi dan lain-lainnya, dan juga waktu pelatihan tersebut kita lakukan selama 3 bulan berturut-turut. Sebelum kegiatan ini kita lakukan, seluruh staf saya ajak untuk rapat, guna membahas kegiatan ini, hal hasil seluruh Staf semuanya setuju.


“Akhirnya saya himbau staf saya untuk mendata warga yang ingin mengikuti kegiatan pelatihan menjahit ini, setelah rincian dan kelengkapannya sudah siap, bahwa memang benar kalau kegiatan ini keinginan para warga setempat, jadi kegiatan ini kami laksanankan, sehingga sampai saat ini bisa terlaksana dengan baik,” jelas Hermansyah. (Kasful)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.