Halloween party ideas 2015


JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M. Syarief mengimbau kepada masyarakat agar tidak memilih calon kepala daerah yang menggunakan cara-cara kotor dalam meraup suara. Cara kotor tersebut yakni dengan membagi-bagikan uang.

“Diimbau kepada masyarakat, jangan memilih kandidat calon kepala daerah yang? membayar (memberi uang),” kata Syarief, Senin (22/1).

Syarief juga menyatakan, KPK dan institusi Polri telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Antipolitik Uang di Pilkada 2018. Sehingga, lembaga antirasuah dan jajaran Korps Bhaya?ngkara akan memantau setiap pergerakan calon kepala daerah saat kampanye. “Kepada para kandidat, KPK juga mengingatkan, bahwa KPK dan Polri akan mengawasi semua kecurangan Pilkada,” pungkasnya.

Di sisi lain, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, saat ini pihaknya sudah menerima seluruh Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dari bakal calon kepa? daerah. Totalnya, ada 1.155 bakal calon kepala daerah yang telah melaporkan harta kekayaannya. “Dari KPK sejauh ini seperti itu (laporannya). Proses berikutnya di KPU. Terutama terkait proses penetapan KPU sebelum pertengahan Februari,” kata Febri.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo juga meminta semua pihak memerangi kampanye hitam dan kampanye uang. “Kami sepakat dengan Pak Kapolri, Kejagung, dan Bawaslu, Mari kita lawan politik uang,” Tjahjo dia di kantor Mendagri, Jakarta Pusat, Senin (15/1).

Mendagri meminta terkait keamanan Pilkada nanti, semua pihak harus terlibat untuk menjadikan pesta demokrasi tersebut bersih dan juga berkualitas. “Sekecil apapun harus dihindari, harus kita lawan politik uang, saya yakin Bawaslu akan bisa secara obyektif di backup kepolisian, Gakumdu dan Mendagri agar bisa melawan politik uang, ” kata Tjahjo.

Mendagri juga meminta masyarakat agar bisa berpolitik secara sehat dan juga baik. Menurutnya, kampanye merupakan ajang untuk para calon untuk menyampaikan visi dan misi yang mereka miliki. Karena itu, politikus PDI Perjuangan ini mengingatkan agar disampaikan dengan cara yang positif.

“Hindari kampanye yang berujar kebencian. Mari kita adu konsep adu gagasan adu ide dalam upaya mempercepat pemerataan pembangunan di daerah dan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat,”ujarnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.