Halloween party ideas 2015


SUKADANA  -- Aparat Kepolisian Polres Lampung Timur menahanan pemilik Pondok Pesantren (Ponpes) di Lampung Timur, NM (64) bersama anak kandungnya G (37). Keduanya ditangkap lantaran diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap enam santriwatinya.

Kasat Reskrim Polres Lampung Timur AKP Sughandi Satria mengatakan, penangkapan tersebut bermula dari laporan keluarga korban ke Mapolres Lamtim. Saat itu, kata Kapolres, keluarga korban melaporkan kejadian pelecehan seksual yang dilakukan pemilik Ponpes dan anaknya.

“Dari laporan itu, kemudian kemarin (Sabtu 27/1) kami memanggil pemilik Ponpes dan anaknya. Setelah kami minta keterangan dan ternyata mengarah ke pelaku. Dari situ kami langsung menetapkan keduanya sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” kata dia, Minggu (28/1).

Sementara Kapolres Lampung Timur AKBP Yudi Chandra Erlianto menjelaskan, modus yang dilakukan dua tersangka pelecehan seksual terhadap enam santriwati di Pondok Pesantren di Lamtim dengan cara berpura-pura mengobati kesurupan. Kedua tersangka merupakan pemilik ponpes yakni M dan anak kandungnya yakni N. “Pelaku tersebut melecehkan dengan modus pura-pura mengobati kesurupan. Lalu meminta korban untuk memijit kedua pelaku. Diduga dari situ melakukan pelecehan seksual,” jelas dia.

Yudi melanjutkan pihaknya masih melakukan pengembangan apakah modus itu telah lama dilakukan sehingga ada kemungkinan korban lebih dari enam. Kedua pelaku dengan modus mengobati kesurupan, pelaku juga minta dipijit dan kemudian ada yang diraba dan dicium. Apakah modus seperti ini sudah lama atau belum, karena ada kemungkinan lebih dari enam korban. Jadi masih dikembangkan lagi mungkin ada korban-korban lain.

"Kemarin kami telah gelar perkara untuk mempertimbangkan agar tidak terjadi apa-apa kepada pelaku. Karena keluarga korban marah dan kami sudah meminta kepada keluarga korban untuk menyerahkan kasus ini ke Mapolres Lamtim," ujar Yudi.

Dari kasus ini sementara diamankan barang bukti berupa pakaian dari para santri. Untuk keduanya juga di ancam Pasal 82 Jo. Pasal 76E UUD No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UUD Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.(*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.