Halloween party ideas 2015



KOTA AGUNG -- Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) melakukan peringatan hari bumi (earth day) melalui kegiatan Bina Cinta Lingkungan di Pekon Margomulyo, Kecamatan Semaka, Tanggamus.

Peserta pembinaan yang terlibat merupakan pelajar pramuka dari SMP Negeri 1 Semaka, sebanyak 70 Orang. Para pembina terdiri dari unsur TNBBS, Mitra Taman Nasional WCS, Yabi, dan Repong, pihak Kecamatan Semaka, Saka Wanabakti, Paskibra Semaka, dan masyarakat Pekon setempat.

Aksi penanaman pohon dilakukan bersama meliputi penanaman 200 batang tanaman jenis medang, sebagi upaya pengayaan tanda batas TNBBS, kemudian 200 batang alpukat di lahan Pekon Margomulyo, dan pengenalan persemaian tanaman keras bagi pelajar pramuka.

Kegiatan ini menjadi ajang sarasehan bagi pihak Kecamatan Semaka, masyarakat Pekon Margomulyo, dan TNBBS. Diskusi ringan dilakukan bersamaan dengan kegiatan gotong royong membangun pos jaga tim satgas konflik satwa di Pekon Margomulyo.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Sukaraja, Sasriful Yadi, mengungkapkan bahwa melalui kegiatan pembinaan dan pengenalan langsung kondisi alam sekitar TNBBS kepada pelajar pramuka, maka diharapkan generasi muda akan memiliki pengetahuan serta karakter yang membangun alam, menerapkan nilai-nilai keseimbangan alam pada kehidupannya di masyarakat.

Vivin Anggoro selaku penyuluh kehutanan TNBBS, sekaligus Pembina Kepramukaan Saka Wanabakti, mengatakan aksi penanaman di hari bumi ini sebagai sebuah pemicu bagi generasi pelajar di sekitar TNBBS untuk lebih mengenali kondisi alam saat ini, yang memang membutuhkan peran aktif mereka dengan mengajak langsung untuk belajar ke alam terbuka.  

Kegiatan ini juga mengajarkan keterampilan khusus Krida Sakawana Bakti dalam hal-hal yang dibutuhkan untuk pelestarian alam, seperti cara penanaman, pembibitan, sampai pengenalan penanganan konflik satwa.

Camat Semaka Edy Fahrurrozi memberi apresiasi kepada pihak TNBBS dan masyarakat bahwa terkait kegiatan pembinaan pelajar dan aksi cinta lingkungan seperti ini adalah aksi yang mulia, karena memang dibutuhkan aksi terhadap kondisi alam saat ini. Tentunya aksi perbaikan, dan tentunya juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan di wilayah Semaka lainnya yang saat ini sedang mengalami konflik dengan gajah Sumatera.

TNBBS sendiri memiliki nilai penting universal yang luar biasa (Outstanding universal value) dengan keberagaman habitat, satwa, serta tumbuhannya. Oleh karenanya, UNESCO menetapkan kawasan ini sebagai situs warisan dunia hutan tropis Sumatera (tropical rainforest haritage of Sumatera/ TRHS) sejak tahun 2004, bersama 2 taman nasional lainnya yaitu TN Kerinci Seblat di Provinsi Jambi, dan TN Gunung Leuser di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Untuk terus dapat mempertahankan keberadaannya, kawasan ini perlu dikelola secara lestari dalam rangka mendukung kehidupan masyarakat disekitarnya. Peranan pemerintah serta para pihak terkait yang ikut mengelola taman nasional, serta tak kalah pentingnya adalah masyarakat, sangat dibutuhkan untuk mempertahankan kawasan TNBBS sebagai hutan penyangga kehidupan. Karena hutan ini bukan hanya bernilai secara ekonomis, tetapi juga ekologis, dimana sumber air, udara dan juga pengatur iklim dunia berasal dari keberadaan hutan di TNBBS. (*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.