Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandar Lampung memiliki target penyaluran pembuatan sertifikat tanah subsidi atau biasa disebut Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) sebesar 8.355 sertifikat tahun 2018 ini.

Kepala BPN Bandar Lampung Mujahidin mengatakan jumlah ini menurun dari tahun sebelumnya sebanyak 11 ribu sertifikat. "Karena tahun lalu masih dilayani BPN pusat melalui BPN kota. Nah kalau sekarang 8 ribu sertifikat ini dikerjakan oleh kami sendiri bekerjasama dengan lurah dan pokmas (kelompok masyarakat) setempat," kata dia, Minggu (15/4).

Ia mengungkapkan, saat ini proses pembuatan sertifikat tanah bersubsidi program Presiden Joko Widodo masih dalam tahap pengukuran. "Kami baru selesai penyuluhan bersama pokmas yang menerima program Prona ini. Untuk pelaksanaan pengukuran kami masih terkendala cuaca hujan terus menerus," katanya.

Pihaknya menargetkan sertifikat tanah program Prona dapat rampung pada Oktober mendatang. "Enggak lama paling sekitar 5-6 bulan selesai. Rencana kami paling lambat bulan 10 sudah selesai semua. Tergantung juga dari dukungan pokmas, lurah untuk tanda tangan yang berkaitan dengan penguasaan tanah," kata dia.

Mujahidin juga menjelaskan pembuatan sertifikat program Prona bukannya tanpa biaya. "Gratis enggak. tapi mungkin mudah, murah, dan menjamin kepastian hukum. Karena kan namanya surat butuh materai, dan ada pajaknya juga yang harus dibayar," ujarnya.

Pihaknya juga memberikan saran agar masyarakat tidak hanya berpegang teguh pada sertifikat tanah semata. "Jangan hanya pegang sertifikat lalu tanahnya tidak dipelihara dan dimanfaatkan. Enggak pernah ditengok. Nanti tahu tahu ditempati atau digarap orang. Harus selalu dicek," kata dia.

Berbeda dengan tahun sebelumnya biasanya Prona bisa diurus melalui lurah setempat. Namun akibat ulah beberapa oknum, lurah enggan mengurusi lagi sertifikat tanah bersubsidi ini. "Karena banyak yang ditangkap polisi perkara pungli Prona ini. Makanya kami sekarang bekerjasama dengan pokmas," kata dia. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.