Halloween party ideas 2015



PRINGSEWU -- Peringatan Hari Kartini Tahun  2018 Tingkat Kabupaten Pringsewu, diperingati dalam suatu upacara di lapangan Pusat Perkantoran Pemkab Pringsewu, Senin (23/4). Tema peringatan tahun ini adalah ‘Dengan Semangat Peringatan Hari Kartini Kita Wujudkan Kebangkitan Emansipasi Kaum Perempuan Menuju Kabupaten Pringsewu Bersahaja’.  Uniknya, pada upacara ini semua petugas dan peserta upacara adalah kaum perempuan.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Nurrohmah Sujadi, Pembaca UUD 1945 adalah Wakil Ketua TP-PKK Hj. Rita Irviani Fauzi,  Perwira Upacara  adalah Ketua Bhayangkari Pringsewu Kota Andik Poernomo Sigit, Komandan Upacara Kabag Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pringsewu Ani Sundari, serta Pembaca Sejarah R.A. Kartini adalah Wakil Ketua GOW Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Firstin Bahagia. Untuk petugas Paduan suara adalah para Suster FSGM Pringsewu.

Sedangkan  peserta upacara yang juga dihadiri oleh Bupati Pringsewu Hi.Sujadi dan Wakil Bupati Pringsewu Hi. Fauzi, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu A. Budiman  beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Sg. Nainggolan, muspida, para camat serta kepala instansi vertikal se Kabupaten Pringsewu,  adalah  para Aparatur Sipil Negara (ASN) Wanita di lingkup Pemerintah Kabupaten Pringsewu, anggota TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, Ikada, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Dharma Yukti Karini, Adhyaksa Dharma Karini, anggota Dekranasda, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), IWAPI, Aisyiyah, Muslimat NU, Nasyiatul Aisyiah,  Perwanas, PPWIP, PWKI, PWRI, Wanita Islam, Wanita Hindu Dharma Indonesia, PD Salimah, WNDI, WKRI, PSHT, mahasiswi, pramuka, serta anggota organisasi wanita lainnya yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pringsewu.

Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Hj. Nurrohmah Sujadi dalam amanatnya mengatakan tujuan peringatan Hari Kartini adalah untuk memperingati dan menghormati perjuangan R.A. Kartini untuk mewujudkan kesetaraan kesempatan antara laki-laki dan perempuan di era modern, yang secara khusus dalam bidang pendidikan dan secara umum kesetaraan gender di semua bidang.

Peringatan Hari Kartini  mengandung makna mendalam mengenai emansipasi perempuan dan mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus konsisten memperjuangan keadilan gender. “Melalui peringatan Hari Kartini, mari kita jadikan motivasi untuk melakukan gerakan – gerakan pembaharuan dalam mendukung program - program pembangunan di Kabupaten Pringsewu khususnya dalam mensejahterakan dan meberdayakan masyarakat Pringsewu,” ujarnya. 

Berbicara Tentang Emansipasi Perempuan, kata dia, tidak terlepas dari sosok nama R.A. Kartini yang telah memperjuangan persamaan dan kesetaraan gender wanita pada masa kolonial Belanda dulu. Kepeloporan R.A. Kartini  tentunya perlu ditiru dan diteladani, karena  berkat perjuangan beliau, perempuan Indonesia kini telah memperoleh hak-haknya sebagai perempuan dan memperoleh kebebasan, meskipun masih banyak yang membutuhkan uluran tangan khususnya pembangunan melalui peran kaum perempuan. “Kaum perempuan perlu mencontoh semangat Kartini, apalagi saat ini kaum perempuan dituntut keikustraannya dalam mensukseskan pembangunan nasional. Namun bukan berarti mengurangi perannya dalam mebina keluarga, justru kaum perempuan harus lebih arif dan bijaksana dalam menempatkan fungsinya sebagai ibu rumah tangga, dan sebagai perempuan, kita juga tidak bisa meninggalkan kodrat sebagai perempuan,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan istri Bupati Pringsewu ini, dampak dari perjuangan R.A. Kartini yang dapat dirasakan hingga saat ini sesuai dengan buku karangannya ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’, adalah adanya  keseimbangan antara perempuan dan laki-laki, serta berkat kegigihan R.A. Kartini ini pula  Indonesia kini memiliki perempuan–perempuan yang mampu menunjukkan bahwa tidak hanya kaum laki-laki yang bisa maju, tetapi juga menunjukan kepada dunia bahwa perempuan juga mampu untuk maju.

Selepas upacara, digelar Lomba Memasak Nasi Goreng, yang diikuti oleh  Bupati Pringsewu Hi.Sujadi dengan menu 'Nasi Goreng Pete Mawut Semrawut', Wakil Bupati Pringsewu Hi.Fauzi, dengan 'Nasi Goreng Gabat-Gibut', Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu  A.Budiman dengan 'Nasi Goreng Tanpa Istri', termasuk pimpinan DPRD Kabupaten Pringsewu, Muspida, serta para Kepala OPD, Kepala Bagian, Kepala Kantor, Kepala Bagian, dan para Camat beserta kepala instansi vertikal  se Kabupaten Pringsewu.

Sebagai pemenang Lomba Memasak Nasi Goreng, Juara l diraih oleh Inspektur Kabupaten Pringsewu DR.Dr.Hj.Endang Budiati dengan menu 'Nasi Goreng Anti Kanker', Juara ll adalah Sekretaris Dinas Pertanian dengan menu 'Nasi Goreng Pelangi', serta Juara lll adalah Direktur RSUD Pringsewu dengan 'Nasi Goreng Sehat'.

Sedangkan sebagai Juara Harapan l  adalah Wakil Bupati Pringsewu Hi. Fauzi, dengan 'Nasi Goreng Gabat-Gibut',  Juara Harapan ll adalah Bupati Pringsewu Hi.Sujadi dengan menu 'Nasi Goreng Pete Mawut Semrawut',  serta Juara Harapan lll adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu  A. Budiman, dengan 'Nasi Goreng Tanpa Istri'. (*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.