Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Pemerintah Provinsi Lampung siap menjamin ketersediaan pangan pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2018 ini. Hal itu diungkapkan Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah TPID High Level Meeting (HLM) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Selasa (17/4). “Masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersedian bahan pangan di Provinsi Lampung pada kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lampung yang merayakan Puasa Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri,” ungkap Hamartoni.

Pj. Sekdaprov ini mengatakan adapun upaya yang akan dilakukan untuk menjaga ketersedian pangan dan stabilitas harga tersebut adalah dengan melakukan pemantauan kesiapan pangan di seluruh kabupaten/kota, menyelenggarakan operasi pasar dan pasar murah, memastikan penyaluran beras sejahtera (rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan kualias terjaga, menjaga jangkauan harga secara konsisten, mengawasi kelancaran dan keamanan distribusi pangan antar daerah serta mencegah penurunan komoditas pangan.

"Kita juga memastikan peredaran BBM (bahan bakar minyak) dan LPG (liquefied petroleum gas) yang dilepas sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta menetapkan dan menghimbau penetapan tarif angkutan mudik lebaran secara wajar," ujar Hamartoni.

Ia juga mengatakan jika seluruh TPID kabupaten/kota mampu melakukan upaya konkrit guna menjaga inflasi tetap rendah dan terjaga termasuk harga pangan selama bulan puasa. “Pemerintah melalui Bulog dapat melakukan intervensi kapanpun dan di manapun. Pemerintah selalu siap untuk melakukan stabilasi harga,” katanya.

Hamartoni mengimbau masyarakat menyambut bulan Ramadhan dan Lebaran menghindari perilaku konsumtif karena hal ini akan berdampak stabilitas harga pangan. “Momentum bulan puasa hendaknya disikapi secara bijak, dalam berbelanja hendakanya sesuai kebutuhan, tidak berperilaku konsumtif dan mampu menahan diri,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan dalam paparannya mengatakan komoditas penyumbang inflasi komponen bergejolak (Volatile Food) periode Ramadhan terbesar dalam tiga tahun terkahir di antaranya adalah bawang putih, telur ayam ras, cabai merah dan cabai rawit.

Untuk itu, prioritas pengendalian inflasi fokus di dua periode yakni pada saat Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) dan pada akhir tahun. "Untuk Volatile Food harus menjadi prioritas dijaga agar selalu stabil sehingga tidak memberikan dampak lanjutan pada inflasi inti," katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan koordinasi dan pembangian kewenangan yang jelas pada seluruh anggota TPID.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung Lukmansyah mengatakan akan terfokus pada 4 (empat) hal yakni pengendalian inflasi ketersedian pasokan, pengendalian inflasi pada keterjangkauan harga, pengendalian inflasi pada kelancaran distribusi dan pengendalian inflasi pada komunikasi ekspektasi.

Dalam rakor ini, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan menandatangan Program Kerja TPID Provinisi Lampung Tahun 2018 di depan seluruh peserta rakor yang berasal dari seluruh anggota TPID se Provinsi Lampung. (Humas Prov)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.