Halloween party ideas 2015



PALU -- Lion Air yang tergabung dalam Lion Air Group memberikan keterangan resmi mengenai penerbangan bernomor JT 720 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng (CGK) menuju Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah (PLW) mengalami keterlambatan panjang (long delay) empat jam dikarenakan cuaca buruk dengan jarak pandang pendek hanya 1 km di Palu, yang tidak memenuhi persyaratan standar opoerasional penerbangan.

Dalam keterangan resminya, untuk keselamatan seluruh penumpang dan kru, Lion Air bekerjasama dengan pengelola bandar udara, AirNav dan pihak terkait setempat, sehingga JT 720 melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) dan mendarat dengan selamat pukul 09.55 WITA. Pesawat seharusnya tiba di Palu pukul 08.30 WITA.

Setelah mendapatkan keterangan mengenai kondisi cuaca di Palu membaik dan aman untuk proses penerbangan, JT 720D lepas landas dari Makassar pukul 10.50 WITA dan mendarat di Palu pada 12.40 WITA.

Menurut Danang Mandala Prihantoro, penerbangan tersebut menggunakan Boeing 737-800NG beregistrasi PK-LJY, membawa tujuh kru serta 179 penumpang dewasa, dua anak-anak dan empat bayi dengan pimpinan Capt. Thomas Ibau.

“Lion Air telah menginformasikan dengan jelas kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak. Dari kejadian ini, rute yang terganggu adalah Palu menuju Cengkareng dan ke Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (PKY). Lion Air sudah menerbangkan JT 723 dari Palu tujuan Cengkareng pada 13.25 WITA menggunakan pesawat yang sama. Rute ini mengangkut 184 penumpang dewasa, tiga anak-anak dan lima bayi dengan komando Capt. Sinan Arikan. Pesawat tiba di Cengkareng pukul 15.10 WIB,” jelas Danang.

“Situasi tersebut merupakan force majeure, kondisi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan. Namun, Lion Air akan meminimalisir akibat yang timbul, agar jaringan penerbangan lainnya tidak terdampak,” imbuhnya.

Lion Air penerbangan bernomor JT 529 rute Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (BDJ) ke Cengkareng, bahwa mengalami keterlambatan terbang lima jam dikarenakan pesawat mengalami kerusakan (technical reason).

Lion Air bekerjasama dengan teknisi dan pihak terkait untuk melakukan pengecekan dan menjalankan perawatan pesawat tidak terjadwal yang membutuhkan waktu selama lima jam.

“Lion Air telah menyampaikan informasi kepada penumpang yang terganggu perjalanannya dan memperbarui sesuai perkembangan. Seluruh pelanggan telah mendapatkan kompensasi dan pelayanan terbaik selama di ruang tunggu keberangkatan (boarding room) di bandar udara,” papar Danang.

Lion Air memberikan kompensasi sesuai PM 89/ 2015 pada kategori pertama, kompensasi untuk penumpang berupa minuman ringan. Kategori kedua berupa minuman dan makanan ringan (snack box), ketiga minuman ringan dan makanan berat (heavy meals), serta biaya ganti rugi untuk setiap pelanggan yang terdampak yaitu  Rp 300.000.

Lion Air memberikan pilihan layanan dan memfasilitasi kepada pelanggan. Dari 213 penumpang dewasa dan satu anak-anak, terdapat delapan penumpang diantaranya melakukan perubahan jadwal (reschedule) dan pengembalian dana (refund).

Pesawat dinyatakan laik terbang pada 15.30 WIB. Flight number JT 529 telah menerbangkan tujuh kru dan 205 penumpang dewasa dan satu anak-anak dengan jadwal keberangkatan terbaru pukul 16.15 WITA dari sebelumnya pukul 10.55 WITA. Penerbangan ini menggunakan Boeing 737-900ER beregistrasi PK-LJL dengan pimpinan Capt. Bertoldo Pinto da Silva. Pesawat mendarat di Cengkareng pukul 17.20 WIB.

Dari hal tersebut, berpotensi terganggunya penerbangan tujuan Cengkareng ke Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta (JOG) pergi pulang (PP). Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul sehingga rute berikutnya tidak terganggu.

Lion Air mohon maaf kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak atas hal tersebut. Lion Air berkomitmen dalam memenuhi serta menjalankan seluruh aturan yang telah ditetapkan, demi menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan.

Melalui kesempatan ini, Lion Air Group menghimbau kepada media, pelanggan dan masyarakat, untuk mengetahui perkembangan berikutnya hanya mengacu pada informasi yang diberikan secara resmi oleh Lion Air. (rls/*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.