Halloween party ideas 2015



PRINGSEWU  -- Pekon Pujiharjo Kecamatan Pagelaran mewakili Kabupaten Pringsewu dalam lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2018. Terkait lomba tersebut, tim evaluasi dan penilai dari Pemerintah Provinsi Lampung yang dipimpin Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Lampung Yuda Setiawan mengunjungi Pekon Pujiharjo, Senin (16/4).

Momentum tersebut juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk mencanangkan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat  ke - XV  Kabupaten Pringsewu Tahun 2018.

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Nurrohmah Sujadi dan  wakil ketua TP-PKK Ny.Rita Fauzi  beserta  jajaran pemerintah daerah, DPRD, muspida dan instansi vertikal beserta camat dan kepala pekon serta tokoh masyarakat menyambut rombongan tim evaluasi dan penilai.

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi dalam sambutannya  mengatakan kegiatan gotong royong yang merupakan intisari dari Pancasila, harus dimaknai bukan hanya sebagai slogan, sebatas kata-kata, atau bahkan jargon, namun harus diaktualisasikan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, serta diwujudkan dalam sebuah tindakan yang nyata.

Menurut Fauzi, tidak mudah untuk menjalankan semangat gotong royong di tengah-tengah kecenderungan berkehidupan sekarang, yang sekarang makin individualistis, dan cenderung kompetitif. "Bulan Bhakti Gotong Royong adalah sebuah momentum kita bersama untuk mengingatkan kita semuanya tentang arti pentingnya  gotong royong, terutama generasi penerus yang akan memikul sejarah ke depan. Kita perlu menanamkan semangat gotong royong kepada anak-anak kita, kepada generasi muda kita, sebab merekalah  masa depan bangsa ini," ujarnya.

Dikatakannya, semangat gotong royong memang harus ditanamkan sejak dini dalam proses pendidikan anak-anak, dan itulah sebabnya semangat gotong royong harus diajarkan melalui kegiatan praktik-praktik yang nyata dan bukan sekedar wacana. "Dalam konteks membangun Pringsewu, gotong  royong, adalah modal sosial, dimana  dengan cara bergotong royong  masyarakat di Kabupaten Pringsewu  diharapkan dapat  bahu-membahu menyelesaikan berbagai macam hambatan, cabaran, dan  persoalan  yang ada," katanya.

Lebih lanjut diungkapkan Fauzi, bahwa mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 42  Tahun 2005  tentang Pedoman Pelaksanaan BBGRM  serta  menindaklanjuti Surat Gubernur Provinsi Lampung No.411.2/137/V.12/018   tertanggal  21 Februari  2018 mengenai  Jadual Penilaian Lomba BBGRM, Pemkab Pringsewu telah melakukan monitoring sekaligus melakukan penilaian pelaksana terbaik gotong royong masyarakat  ke-9 tingkat kecamatan, dimana sebelumnya pihak kecamatan juga melakukan hal yang sama di tingkat pekon/desa di wilayah masing-masing, mulai 13 Februari  hingga 1 Maret 2018, dan-sebagai hasilnya, Pekon Pujiharjo, Kecamatan Pagelaran terpilih sebagai pelaksana terbaik gotong royong  masyarakat di Kabupaten Pringsewu.

Penilaian tersebut, ditegaskan Fauzi dilakukan secara obyektif, terlebih masyarakat Pekon Pujiharjo memang  mempunyai  potensi, disamping kebersamaan warganya yang selalu mewarnai kehidupan mereka sehari-hari di tengah-tengah perbedaan etnis dan agama.  Akan tetapi, sikap  toleransi  masyarakatnya begitu tinggi dan tetap terjaga dengan baik. "Untuk itulah, kami berharap  kepada Tim Penilai Provinsi Lampung, kiranya Pekon Pujiharjo dapat terpilih menjadi  Desa Terbaik  I  Pelaksana Gotong Royong Masyarakat Tingkat Provinsi Lampung," harapnya, yang disambut dengan gemuruh tepuk tangan tim penilai, jajaran pemda, serta seluruh warga yang hadir di acara tersebut.

Sementara itu, Ketua Tim evaluasi dan penilai Lomba BBGRM  Provinsi Lampung Yuda Setiawan mengaku bangga dengan apa yang telah dicapai oleh Kabupaten Pringsewu, dimana indek pembangunan manusia Pringsewu tertinggi dari kabupaten-kabupaten lainnya di Provinsi Lampung. "Kondisi ini telah turut meningkatkan daya saing Provinsi Lampung di level nasional," katanya. (*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.