Halloween party ideas 2015



SUKADANA, JNNews -- Kepala Dinas Sosial M. Yunus klarifikasi (hak jawab) terkait berita yang menyatakan bahwa dirinya tidak berada ditempat beberapa waktu yang lalu, Senin (7/5).

Dalam klarifikasinya, M. Yunus mengatakan bahwa apa yang diberitakan dibeberapa media di Lampung Timur itu tidak benar,  jika ada komentar yang menyatakan saya bersembunyi seperti lataknya tikus itu tidak benar, pasalnya dirinya benar berada di Jakarta.

"Saya sedang di Jakarta, surat perjalanan dinasnya ada, dan berikut videonya pun ada," kata M. Yunus dalam memberikan hak jawabnya kepada awak media diruang kerjanya.

Lebih jauh M. Yunus menjelaskan jika pekerjaan di dinas sosial telah sesuai prosedur dan jika terkait penangkapan dua oknum wartawan itu murni ranahnya pihak polisi.

"Untuk pekerjaan di Dinas Sosial sudah sesuai dengan prosedur, terkait penangkapan tersebut tidak ada urusannya dengan dinas sosial, itu murni pemerasa dan telah di urus pihak yang berwajib," tutup Yunus dalam memberikan hak jawabnya.

Pemberitaan sebelumnya puluhan wartawan lokal ngeluruk ke kantor Dinas Sosial Buntut atas penangkapan dua orang wartawan Kabupaten Lampung Timur di Kota Metro beberapa waktu lalu, di duga penangkapan tersebut sengaja dengan cara menjebak, Jumat (04/05), namun kadis tidak mau menemui wartawan.


Ketua Aliansi Jurnalistik Online Indonesia Kabupaten Lampung Timur Afriansyah, menyayangkan sikap Kepala Dinas Sosial yang memiliki sikap tak terpuji dengan cara mendidik bawahanya untuk membohongi publik, yang mengatakan Kadinsos sedang ke Jakarta mendampingi PLT Bupati, sementara dia (Kadinsos M. Yunus Red) sembunyi seperti tikus.

"Melalui Sekretarisnya, Darmuji mengatakan, Kadis sedang berangkat ke Jakarta mendampingi PLT Bupati, sementara kita semua para wartawan tau, bahkan meliput kegiatan PLT Bupati sedang menyambut tamu dari Kodim, di Markas Kodim (Makodim) Sukadana pagi menjelang siang hari ini tanggal 04/05," tegas Afriansyah.

Di tambahkanya, jebakan atas pengkapan kedua wartawan lokal  tersebut tidaklah layak di lakukan, terlebih lagi seorang pejabat eselon II B.

"Karena itu saya mewakili rekan-rekan wartawan, agar Bupati beserta jajaranya dapat mengkaji ulang M. Yunus dari jabatanya sebagai Kepala Dinas Sosial, di kabupaten ini masih banyak yang layak," tandasnya. (apri)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.