Halloween party ideas 2015



journalnusantara.co.id -- Kasus stunting di Indonesia masih tinggi. Berdasar data Kementerian Kesehatan, kasus ini menduduki peringkat ke-5 di dunia dengan jumlah penderita sekira 8 juta jiwa. Fakta ini tentunya harus disikapi dengan segera untuk meminimalisir peningkatan jumlah pasien.

Pemerintah pun tidak diam menyikapi masalah ini. Seperti amanat Presiden Joko Widodo pada Rakerkesnas 2017 yang mana dia mengungkapkan bahwa pemenuhan gizi bagi generasi bangsa merupakan hal utama. Terkait masalah ini, kasus Asmat, Papua, menjadi pembelajaran bagi banyak pihak untuk kemudian menjamin kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.


Intervensi dari berbagai lintas sektor pun perlu dilakukan untuk menurunkan angka stunting. Intervensi ini pun diketahui sudah ditetapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS.

Keputusan itu membuahkan beberapa point sebagai berikut:
1. tablet tambah darah untuk remaja putri, calon pengantin, dan ibu hamil perlu diberikan secara terus menerus dan berkala
2. pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil
3. pemberian kelambu dan obat malaria.
4. promosi menyusui atau ASI eksklusif
5. promosi makanan pendamping ASI
6. bina keluarga balita
7. suplemen vitamin A yang memadai
8. pemberian obat cacing yang merata
9. suplementasi vitamin dan mineral (taburia)
10. pemberian makanan tambahan untuk balita kurus
11. kegiatan posyandu yang semakin aktif
12. membentuk kawasan Rumah Pangan Lestari
13. program Keluarga Harapan
14. STBM
15. PAMSIMAS
16. SANIMAS
17. pendidikan awal usia dini.
 

Intervensi ini pun semestinya bisa dijalankan dengan baik dan bisa memberikan kemaslahatan bagi banyak orang. Direktur Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Ir. Doddy Izwardy, MA, menjelaskan bahwa intervensi ini masih berjalan sampai sekarang.

Namun, tidak menutup mata juga masih banyak kendala yang harus dihadapi Kemenkes. Sebut saja salah satunya kurang pemahaman mengenai pentingnya tablet penambah darah atau makanan tambahan.

Banyak ibu hamil yang kemudian tidak sadar bahwa program pemerintah ini sebetulnya sangat baik untuk ibu dan janinnya dan tidak mungkin juga pemerintah mengeluarkan program ini tanpa mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat. (ADVERTORIAL)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.