Halloween party ideas 2015



KAYU AGUNG, JNNews -- Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, menggelar debat kandidat yang diikuti tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati OKI priode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna DPRD setempat, Rabu malam (20/06).

Debat publik  dalam putaran kedua Calon Bupati dan Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatra Selatan tersebut berlangsung seru. Kualitas penguasaan materi debat calon pemimpin “Bumi Bende Seguguk” lima tahun kedepan menjadi hal menarik untuk disimak.

Terlebih dalam sesi tanya jawab antar paslon, beberapa pertanyaan yang terlontar cukup tajam saling serang bahkan sempat saling sindir mewarnai adu program yang diselenggarakan KPU Kabupaten OKI di Gedung Paripurna DPRD OKI.

Pelaksanaan debat kandidat disiarkan langsung melalui stasiun televisi TVRI Sumatera Selatan, yang dipandu master of ceremony Prisca Clarisa serta 4 panelis seperti Prof Andi Mulyana, Didik Susetyo, DR Ardiyan Saptawan dan Ridwan.

Ketua KPUD OKI Dedi Irawan, S.IP., M.Si menegaskan sesuai PKPU No 4/2017 bahwa KPU wajib memfasilitasi adanya pelaksanaan debat kandidat.

“Kami juga telah menginggatkan paslon agar memanfaatkan waktu ini untuk memaparkan visi dan misi. Tentunya berdebat secara adil dan profesional serta,” ucapnya.

Dedi menegaskan debat publik pemilihan bupati dan wakil bupati 2018 ini merupakan sarana politik mengedukasi masyarakat guna mengetahui visi misi paslon bupati dan wakil bupati.

“Kepada paslon, silakan deskripsikan dan jabarkan visi misi anda, terutama dalam hal strategi memajukan Kabupaten OKI dibidang pertanian, perkebunan, ekonomi, lingkungan dan hukum. Tinggal masyarakat yang akan menilai bagaimana visi misi anda,” ujarnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam pilkada dengan cara mendatangi TPS pada 27 Juni 2018 ini.

Pantauan dilapangan, paslon I H Iskandar, SE-H Djakfar Sodiq menyatakan ada tujuh butir misi yang akan dilakukan jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati OKI yakni melanjutkan pembangunan desa dati desa membangun tata ruang berwawasan lingkungan.

“Kami akan melanjutkan tingkatkan sektor ekonomi menuju kesejahteraan seperti cetak sawah yang saat ini sudah terealisir 27.000 hektar, kntr ndo kasi dan ektensifikasi pertanian, revitalisasi replanting 17.000 hektar sawit ditahun ini dan lainnya,” jelasnya.

Dia melanjutkan pihaknya akan berjuang melanjutkan pembangunan infrastruktur. Meningkatkan BUMDes, DD, ADD, ciptakan lahan baru, lahan tiduk menjadi produktif.

Sementara itu, paslon 2 Abdiyanto-Made Indrawan menyatakan visi misinya ialah terwujudnya masyarakat OKI yang hebat dengan mewujudkan pelayanan sekolah dan kesehatan gratis, percepatan pembuatan e-KTP, akta kelahiran, meningkatkan daya jual produk OKI. “Kami juga akan menyiapkan eskavator tiap kecamatan, penyuluhan kepada masyarakat dibidang pertanian guna memajukan sektor pertanian di OKI,” terangnya.

Dia menambahkan disektor infrastruktur, maka pihaknya akan fokus dalam tiga tahun kedepan tidak ada lagi jalan putus. Jika putus, maka akan berdampak pada ekonomi. “Kami juga akan memekarkan Kabupaten OKI,” katanya.

Sementara paslon nomor 3 Azhari-Qomarus Zaman (Aqor) juga memaparkan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan sebagai penopang ekonomi. Menurut Azhari, jalan penghubung antar wilayah sebagai sarana vital yang harus dibenahi.

“Sebagus apapun program yang hendak dicapai tanpa sarana jalan yang layak dilalui, pencapaian program tidak akan berjalan dengan cepat. Ini yang harus kita benahi,” tutur pengusaha yang beberapa waktu lalu telah membuktikan memperbaiki ruas jalan dengan biaya pribadi.

Paslon ini juga mengatakan akan mewujudkan pemerintahan yang bersih dengan meminimalkan potensi korupsi di birokrasi. Selain permasalahan korupsi,ungkapnya. “Dengan luasnya Kabupaten OKI sudah layak untuk pemekaran wilayah, bahkan masih layak hingga menjadi tiga daerah otonomi baru,” ujar Azhari.

Pemaparan juga menyentuh pada peningkatan kesejahteraan petani. Menurut Qomarus, dalam meningkatkan sektor sejumlah upaya akan terus diperjuangkan.

"Untuk merambah penghasilan bagi petani, akan dikembangkan potensi koperasi, memberikan penyuluhan, menjamin harga terbaik bagi petani, serta memberikan subsidi pupuk dan bibit,” jelasnya. (irwan)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.