Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Sidang perdana pelanggaran administrasi politik uang terstruktur sistematis dan masif (TSM) pemilihan gubernur dan wakil Gubernur Lampung Tahun 2018, yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Lampung akhirnya digelar.

Ketua Majelis Pemeriksa Fatikhatul Khoiriyah menyebut dua perkara yang didaftarkan pada 27 Juni malam untuk dilanjutkan karena telah memenuhi unsur materil dan formil. "Memutuskan laporan Paslon nomor 1 dan 2 memenuhi unsur, siap dilanjutkan perkaranya," ujar Khoiriyah, di kantor Sentra Gakkumdu, Selasa (3/7).

Menanggapi diterimanya laporan dugaan money politik terstruktur sistematis dan masif (Masif), kuasa hukum calon gubernur nomor 1, Ahmad Handoko mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Bawaslu.

Handoko dan rekan sudah menyiapkan berbagai bukti, seperti keterangan saksi, surat saksi ahli dan keterangan lainnya yang mendukung. "Dugaan TSM di 15 kabupaten kota, kita sudah siapkan buktinya, sebenarnya yang diajukan di persidangan 14, tapi ada temuan baru di Tanggamus, nanti kita masukan ke persidangan selanjutnya," katanya.

Senada dengan Kuasa Hukum Paslon nomor 1, kuasa Hukum Paslon nomor 2 Herman HN Sutono L. Nainggolan juga menyatakan hal serupa. Pihaknya sudah menyiapkan dugaan TSM di 8 kabupaten yakni Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pesawaran, Tulangbawang Barat dan Bandar Lampung. 

"Setiap laporan kita sudah ada saksinya, tapi ini kan baru sidang menerima laporan, syarat formal dan materil terpenuhi, nanti kita lihat di sidang selanjutnya kita yakin TSM ini terbukti" kata advkat dari Bantuan hukum dan Advokasi DPD PDIP Lampung itu.

Dalam persidangan dihadiri oleh pihak pelapor, tim kuasa hukum Paslon nomor urut satu dan tim kuasa hukum Paslon nomor urut dua. Hadir pula tim kuasa hukum Paslon nomor tiga sebagai terlapor. (*)



Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.