Halloween party ideas 2015



KRUI -- Hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Kuala Stabas kelurahan Pasar Krui, kecamatan Pesisir Tengah, menurun akibat cuaca ektrem yang terjadi di tengah laut. 

Kepala UD lohan mulia, Rusmansyah, salah satu pemilik lapak pedagang yang menampung tangkapan nelayan di pelabuhan tersebut mengatakan, saat ini akibat cuaca ektrem radius melaut nelayan menjadi terbatas.  "Akibat cuaca ektrem angin Tenggara, nelayan di sini paling dapat melaut radius tujuh mil dari pelabuhan, tidak terlalu leluasa, makanya agak sepi," kata dia, Jumat (6/7).

Dalam sehari, kata dia, pada kondisi normal Ia menampung ikan tangkapan nelayan mencapai satu ton. Namun saat ini hanya berkisar 300 Kilogram. 

Pengusaha ikan lainnya, Pirdawan, mengatakan saat tangkapan ikan melimpah dalam sehari pihaknya dapat menampung ikan tangkapan nelayan mencapai lima ton. Pada saat tersebut, selain menyuplai ikan untuk kebutuhan warga lokal sekitar krui, sebagian juga dikirim untuk menyuplai wilayah lain di luar kabupaten Pesisir Barat.  

Tetapi dengan kondisi cuaca saat ini, lanjutnya, meskipun seluruh wilayah krui dari kecamatan Lemong hingga kecamatan Bangkunat berbatas dengan laut samudra indonesia, namun sebagian kecil untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan warga di kabupaten itu harus di datangkan dari luar wilayah kabupaten. 

"Perkiraannnya sampai bulan agustus ini terjadi angin tenggara. Jadi, kalau sekarang tetap ada sebagian kecil umumnya ikan tongkol didatangkan dari Kota agung Tanggamus," ujarnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.