Halloween party ideas 2015

Ilustrasi rumah tak layak huni (foto: net)


GUNUNG SUGIH, journalnusantara.co.id - Dalam rangka mendukung program Nasional 100-0-100 atau 100 persen air minum dan 0 persen kawasan kumuh serta 100 persen fasilitas sanitasi serta drainase, ratusan rumah di Lampung Tengah memperoleh Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan program Padat Karya ahun 2018.

Rencananya 673 rumah di Lamteng akan mendapat dana masing-masing Rp15 juta atau totalnya Rp10.095.000.000. Program bedah rumah tersebut ditujukan untuk rumah warga tak mampu,  yang dinilai tak layak huni. Bantuan yang diterima 330 bedah rumah dan 440 program padat karya.

Penyaluran BSPS dilakukan secara nontunai, yakni melalui transfer ke rekening penerima. Sehingga, tidak ada celah praktik pemotongan dana oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kepala Bidang Perumahan Rakyat Hj. Rina Rusdiana, S.Sos, M.Eng, menjelaskan BSPS merupakan salah satu program padat karya yang bertujuan untuk membantu masyarakat tak mampu memiliki tempat tinggal yang lebih layak huni. Rumah yang sebelumnya terbuat dari geribik bambu dibuat lebih permanen dengan material semen dan batu.

"Tahun 2018 ini, sebanyak 673 rumah di Lampung Tengah mendapatkan bantuan,  pelaksananya dari provinsi, kami hanya sebagai penerima program BSPS sebanyak 330 rumah, sementara 440 program padat karya," terang Rina Rusdiana mendampingi Ir. Rudiyanto, MM Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lampung Tengah
 
Terkait nilai anggaran program bedah rumah tersebut, Rudiyanto mengaku setiap penerima menerima bantuan sebesar Rp15 juta. Sehingga total anggaran 673 rumah  mencapai Rp10 miliar lebih.

Diketahui, Kementerian PUPR terus berupaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia. Salah satunya melalui program BSPS atau yang dikenal sebagai bedah rumah.


Pada tahun 2018, pelaksanaan BSPS menggunakan skema Padat Karya Tunai (PKT) dengan alokasi anggaran sebesar Rp 3,2 triliun yang akan menyentuh 180 ribu unit rumah tidak layak huni. (jn)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.