Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Masalah sosial tuna susila atau lebih dikenal dengan PSK dulunya hanya dikota-kota besar, pelabuhan dan sekitar industri/pabrik. Namun kini telah tersebar diberbagai sudut kota bahkan sampai kesudut desa.

Perbuatan tuna susila bertentangan dengan norma agama, adat istiadat, kesusilaan. Disamping itu juga berdampak negatif dalam keluarga dan masyarakat. Oleh karena pemerintah daerah bersama masyarakat bersama-sama menekan keberadaannya (populasi).

Upaya yang dilakukan Pemprov Lampung yakni dengan melakukan bimbingan dan rehabilitasi sosial sehingga mereka dapat hidup wajar ditengah-tengah masyarakat. Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni, Senin (9/07) pada acara Pembukaan Bimbingan/Rehabilitasi Sosial dan Ketrampilan bagi eks Wanita Tuna Susila di Aula Krida Wisata Bandar Lampung.

Kepala Bidang Rehabititasi Sosial Ratna Fitriani, menjelaskan bahwa bimbingan ini diikuti oleh 15 orang eks tuna susila. Mereka nantinya diberikan bantuan modal usaha masing-masing sebanyak 3 juta rupiah secara hibah murni. Selama tiga tahun ini sebanyak 65 orang yang telah dibantu modal usaha. Katanya.

Sementara itu menurut relawan sosial sekaligus juga sebagai pendamping eks tuna susila; Rani menginformasikan bahwa sebagian besar modal usaha bermanfaat untuk meningkatkan ekonominya.
“Dengan bantuan modal usaha dari pemerintah teman-teman saya kesejahteraannya meningkat”. Katanya.

Masih menurut rani “bantuan modal usaha pada umumnya dipergunakan untuk dagang dan home industri khususnya olahan pangan”. (Ppid-dinsos)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.