Halloween party ideas 2015



KALIANDA -- Dari pantauan Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau (GAK) menyebutkan telah terjadi 398 kali letusan pada Sabtu (14/7) lalu. Letusan tersebut juga disertai lava pijar yang keluar dari GAK di perairan Selat Sunda.

Meski demikian, pihak Pos Pemantau mengklaim bahwa gempa yang terjadi di gunung berapi tersebut tak menimbulkan getaran yang kuat. Bahkan suara dentuman yang terdengar hingga ke kantor pos pemantau terbilang lemah.

Kepala Pos Pemantau GAK Andi Suwardi mengatakan, aktivitas letusan yang ditimbulkan anak Krakatau tak membahayakan. Andi melanjutkan, lava yang dikeluarkan anak Krakatau juga tak merusak ekosistem laut. “Kalau eksositem laut tidak. Paling yang rusak itu di sekitar GAK saja, karena tumpahan lava pasti mengenai pohon-pohon di bawahnya,” kata Andi.

Andi menerangkan, frekuensi letusan juga terjadi cukup cepat dengan jangka waktu yang rapat. Menurut pengamatan, frekuensi terdengar dari subuh sampai pagi. “Tak tentu, kalau kemarin tak terdengar,” katanya.

Sedangkan pada Jum’at (13/7) pekan lalu, seismograf tak mencatatkan secara pasti berapa jumlah letusan yang dikeluarkan gunung anak Krakatau.

“Jum’at kemarin rekamannya tremor, kegempaan yang terekam terjadi secara terus menerus. Jadi letusannya tak bisa kami simpulkan berapa jumlahnya,” katanya. (*/RL)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.