Halloween party ideas 2015



KALIANDA -- Kawah gunung anak krakatau masih terus mengeluarkan suara dentuman dan getaran dengan skala lemah yang dirasakan hingga Pos Pantau gunung api yang berada disebelah selatan perairan selat sunda tersebut. Selain suara dentuman, gunung setinggi 305 mdpl itu juga mengeluarkan sinar api dan guguran lava pijar.

“Sejak 12 Juli sampai saat ini kawah GAK masih mengeluarkan suara dentuman hingga terasa sampai pos dengan skala lemah dan terkadang keras,“  kata Kepala Pos Pemantau GAK di Hargopancuran. kecamatan Rajabasa, Lampung selatan Andi Suardi,  Selasa (24/7).

Untuk itu sejak erupsi pada 25 Juni 2018 lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau merekomendasikan agar masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati gunung dengan status waspada level II itu pada radius 1 km. “Aktivitas kegempaan,  letusan dan hembusan awan panas juga masih aktif sampai saat ini,“ ucap Andi.

Berdasarkan laporan PVMBG aktivitas gunungapi periode pengamatan pada Selasa (24/7) pukul 00.00-24.00 WIB tercatat kegempaan tremor terus amax 7-82mm,  dominan 60mm, dengan kondisi cuaca cerah dan berawan disertai ombak laut tenang.  Angin bertiup lemah ke arah utara, timur laut, barat, dan barat laut. Suhu udara 24-33 °C, kelembaban udara 65-98 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Sementara pada malam hari secara visual gunung kabut 0-III, baik langsung maupun cctv teramati sinar api. Terdengar suara dentuman dan getaran yang lemah dirasakan di pos pantau. Sedangkan sehari sebelumnya, Senin (23/7) pukul 00.00-24.00 WIB, aktivitas Gunung  kabut 0-III teramati sinar api dipuncak dengan guguran lava pijar kearah timur dan terdengar suara dentuman dan dirasakan getaran dengan skala lemah di pos pantau.

Gunung api setinggi 305 mdpl itu juga mwngeluarkan letusan hingga 232 kali, Amplitudo : 21-81 mm dengan durasi : 15-151 detik. Kemudian hembusan awan panas berjumlah : 136 kali dengan amplitudo : 3-21 mm dan durasi : 15-93 detik.

Dilanjutkan kegempaan Tremor Non-Harmonik sebanyak 7 kali. Amplitudo : 2-11 mm dengan durasi : 23-101 detik dan 22 kali vulkanik dangkal dengan amplitudo : 3-25 mm dan durasi : 4-12 detik. Sementara tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 1-31 mm (dominan 10 mm). (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.