Halloween party ideas 2015



JAKARTA -- TikTok diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara karena aplikasi untuk menyanyi lip-sync itu mengandung banyak konten negatif, khususnya untuk anak-anak. 

"Kami sudah mengoordinasi dengan Kementerian PPA dan KPAI," kata Rudiantara. 

Rudiantara menjelaskan, proses pemblokiran TikTok sama seperti Bigo. Aplikasi untuk streaming tersebut memang sempat diblokir oleh Kominfo. Namun, situsnya kembali bisa diakses setelah pihak Bigo "membersihkan" konten yang tampil. 

"Ada puluhan staf Bigo yang bertugas membersihkan konten Bigo untuk Indonesia, karena itu, Bigo kami buka lagi," kata Rudiantara.

"Sebenarnya, platform live streaming seperti TikTok bagus untuk mengekspresikan kreativitas, tapi jangan disalahgunakan untuk hal yang negatif," ujarnya.

Rudiantara menegaskan, selama konten dalam sebuah aplikasi atau layanan memastikan bahwa konten di dalamnya tidak melanggar peraturan, maka ia tidak akan mendapat masalah dari Kominfo.

Contoh konten yang dianggap tidak bersih antara lain konten yang mengandung pornografi, ujaran kebencian dan kekerasan. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.