Halloween party ideas 2015



JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji kemungkinan narapidana koruptor dipindah ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah. Hal itu menanggapi terkuaknya kasus jual beli layanan di Lapas Sukamiskin.

"Kita kaji dulu (pemindahan napi koruptor)," kata Ketua KPK Agus Rahardjo  di Komisi III DPR RI, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/7).

KPK akan memperlajari teknis pengamanan di Nusakambangan. Termasuk, apakah di sana lebih aman atau justru lebih longgar pengamanannya dibanding di Lapas Sukamiskin. "Saya belum tahu apakah di sana lebih transparan atau lebih tersembunyi, kita pelajari dulu semua," jelas Agus.

Namun, anggota Komisi III Arsul Sani tidak sepakat dengan usulan narapidana koruptor dipindahkan ke Nusakambangan. Ia khawatir para napi korupsi semakin leluasa di Lapas Nusakambangan. "Jangan di Nusakambangan, enggak ada media dan segala macam lebih bebas, siapa tahu malah bisa jalan-jalan ke Christmas Island," kata Arsul.

Seperti diketahui, KPK menangkap Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen dalam operasi tangkap tangan (OTT), Jumat, 20 Juli 2018. Penangkapan diduga terkait suap pelaksanaan tugas atau pelayanan di dalam lapas.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan ada enam orang yang ditangkap beserta barang bukti awal berupa uang tunai dalam rupiah dan mata uang asing. Turut diamankan satu unit mobil dan saat ini telah diboyong ke kantor KPK Jakarta.

Selain Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, KPK juga menangkap pihak swasta, pegawai lapas, dan seorang artis beserta suaminya dalam operasi tersebut. KPK segera mengungkap identitas detail para terduga termasuk bukti-bukti awal. (*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.