Halloween party ideas 2015



KALIANDA  -- Meskipun letusan menurun, hembusan awan panas dari kawah Gunung Anak Krakatau (GAK) dengan suhu mencapai 100 hingga 1000 derajat celcius meningkat sejak tiga hari terakhir. 

Data dari Pos Pemantau GAK di Hargopancuran, hembusan awan panas yang mampu menghanguskan apapun yang dilewatinya itu pada periode pengamatan 30-06-2018 00:00-24:00 WIB mencapai 183 kali dengan amplitudo : 4-33 mm dan Durasi : 15-225 detik.

Sedangkan letusan 83 kali memiliki  amplitudo : 32-58 mm dengan durasi : 28-75 detik,  Tremor Non-Harmonik, 5 kali: Amplitudo : 7-14 mm dengan durasi 52-119 detik. Sementara Vulkanik Dangkal 47 kali memiliki amplitudo : 3-14 mm dengan durasi : 6-14 detik dan vulkanik dalam 5 kali, amplitudo : 30-37 mm, S-P : 1.1-3.5 detik dengan durasi  15-20 detik.

Sehari sebelumnya hembusan hanya 61 kali,  Amplitudo : 9-50 mm dengan durasi : 16-110 detik, sedangkan letusan mencapai 139 kali, Amplitudo : 26-74 mm dengan durasi : 26-104 detik.

Kemudian periode pengamatan 01-07-2018 00:00-24:00 WIB, telah terjadi 70 kali hembusan awan panas,  Amplitudo : 3-40 mm dengan durasi : 20-70 detik dan letusan mencapai 446 kali, Amplitudo : 29-52 mm dengan durasi : 36-321 detik.

Kepala Pos Pemantau GAK di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan mengatakan visual pada CCTV teramati sinar api dan guguran lava pijar masih keluar dari gunung setinggi 305 mdpl. Aktivitas Anak krakatau sampai saat ini masih fluktuatif. 

Berkaitan dengan status GAK yang saat ini masih waspada. level II, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati gunung pada radius 1 km. (*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.