Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Kanker darah atau leukemia kini masih menjadi salah satu penyakit yang mengancam anak-anak. Bahkan, penyakit ini menjadi jenis penyakit yang paling banyak merenggut nyawa anak, khususnya di Lampung. Hampir setiap bulan, baik di rumah sakit pemerintah ataupun swasta, banyak menangani pasien anak dengan penyakit ini.

Dokter Spesialis Patologi Anak Rumah Sakit Daerah Abdul Moeloek (RSDAM) Resti Arania mengungkapkan selain leukemia, kanker tulang, serta kanker jaringan otot sel muda juga menduduki peringkat tertinggi yang banyak menyerang anak.

Resti menjelaskan penyakit leukemia menyerang sel-sel darah putih seseorang. Pada kondisi normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur pada saat tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul. Namun pada pengidap leukemia, sumsum tulang akan memproduksi sel darah putih yang abnormal, tidak dapat berfungsi dengan baik, dan berlebihan. Jumlah sel darah putih yang berlebihan tersebut akan mengakibatkan penumpukan di dalam sumsum tulang, sehingga sel darah yang sehat justru berkurang.

"Leukemia bersifat sistemik mengalir seluruh tubuh, sehingga susah ditangani angka harapan hidupnya kecil antara 5-10 tahun," ujarnya.

Menurutnya, leukemia pada anak berbeda dengan pada orang dewasa. Leukemia pada anak kebanyakan karena faktor genetik atau bawaan sejak lahir, sehingga sulit untuk dicegah dan dideteksi dini. "Setiap anak itu unik, tidak ada deteksi dini, jadi tidak ada penyebab, memang bawaan lahir. Sehingga banyak kejadian baru terdeteksi sudah stadium lanjut”.

Ciri-ciri orang menderita leukemia, di antaranya munculnya lebam atau bengkak di tubuh akibat pembekuan darah di bawah kulit yang disebabkan trombosit yang terus menurun.

Resti menyebut satu-satunya pengobatan anak dengan leukemia adalah dengan kemoterapi. Hal tersebut untuk mempertahankan fungsi organ tubuh pasien. "Kalau orang dewasa bisa dicegah, misalnya tidak makan makanan terhindar dari bahan pengawet, makanan cepat saji, dan minuman yang terpapar radiasi," ujarnya.

Cara lain untuk mencegah leukemia adalah tidak minum obat sebarangan pada saat hamil kecuali dengan resep dokter.

"Sampai saat ini kami masih kesulitan mendeteksi penyakit ini, sebab RSUDAM belum punya dokter spesialis hematologi," ujarnya.

Dengan keterbatasan dokter dan peralatan medis, pasien leukemia dari Lampung harus melakukan pengecekan lebih lanjut ke RS Darmais Jakarta. Sebab itu, selama ini hasil pemeriksaan dari RS dikirim ke Jakarta.

Menurutnya, dari hasil data yang dihimpun RS Darmais Jakarta, pasien leukemia yang berasal dari Lampung cukup banyak, dan tersebar di seluruh Lampung. "Saya berencana melakukan penelitian dengan mengumpulkan data di RS Darmais, sebab informasinya bangsal di sana dipenuhi oleh pasien dari Lampung”. (*/lp)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.