Halloween party ideas 2015

JAKARTA -- Bupati Lampung Tengah nonaktif H Mustafa divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Mustafa dinyatakan terbukti memberikan suap Rp 9,6 miliar kepada anggota DPRD Lampung Tengah.

"Menyatakan terdakwa H Mustafa telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah, melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan berlanjut," ujar ketua majelis hakim Ni Made Sudani saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (23/7/2018).

Menurut hakim, uang suap itu dimaksudkan agar anggota DPRD Lampung Tengah menyetujui pinjaman daerah sebesar Rp 300 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). 

Sebelumnya, permohonan pinjaman tidak mendapatkan persetujuan sejumlah anggota DPRD pada rapat pembahasan Ketentuan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) serta akan dimasukkan dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Lampung Tengah untuk Tahun Anggaran 2018. Sebab saat itu hanya fraksi PKS saja yang menyetujui permohonan pengajuan pinjaman Rp 300 miliar.

Mustafa terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.