Halloween party ideas 2015

PDAM Lampung Tengah unit siap namun masih terkendala jaringan pipa yang usang dan bocor. (foto: UPT PDAM)

GUNUNG SUGIH, journalnusantara.co.id -- PDAM atau Perusahaan Daerah Air Minum merupakan salah satu unit usaha milik daerah, yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum. Melatarbelakangi pendirian perusahaan milik daerah itu, tentu guna memenuhi kebutuhan pelayanan air bersih kepada masyarakat dengan mengutamakan pemerataan pelayanan juga sebagai salah satu sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah). 

Tujuan lainnya, pendirian PDAM, memberikan pelayanan air minum secara baik dengan mengacu pada Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas yang memadai dengan harga yang wajar sehingga diharapkan dapat memberikan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan mampu memberikan kesejahteraan kepada stakeholders secara proporsional.

Namun amat disayangkan, PDAM Lampung Tengah sampai saat ini belum mampu memenuhi tujuan itu sendiri, dikarenakan sejak pengelolaan PDAM diambil alih pemerintah setempat masih terkendala pada jaringan sambungan pipa atau sambungan air kerumah-rumah konsumen.

PDAM dulunya bernama PDAM Way Irang sempat tak beroperasi cukup lama, dan kini mulai dilakukan pembenahan instalisasi revitaslisasi unit produksi dan pipanisasi guna peoptimalan pelayanan yang pernah terhenti.

Kendala yang dihadapi, menurut Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) PDAM Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperwakim) Kabupaten Lampung Tengah, Suharsono, mengatakan, sambungan pipa sekarang ini sudah banyak yang bocor dan perlu segera diganti dengan sambungan pipa yang baru, namun dalam hal ini, PDAM mengalami ketersediaan anggaran untuk melakukan perbaikan jaringan utama maupun jaringan sambungan rumah (SR).

“Pipa yang ada sekarang ini sudah banyak yang rusak dan bocor, kami sudah berusaha mencari titik-titik kerusakan dan kebocoran itu sendiri dan pernah kami coba menghidupkan mesin penyalur distribusi air sampai 1000 m3, hanya untuk mencari kebocoran dan upaya itu belum membuahkan hasil,” jelas Suharsono pada journalnusantara.co.id via ponselnya, Selasa (03/07/2018).

Ia juga menerangkan, untuk melakukan perbaikan dibutuhkan biaya yang cukup besar, karena PDAM Lampung Tengah memiliki jaringan sebanyak 1000 SR atau sepanjang 100 kilometer yang tersebar di Poncowati, Yukum Jaya, Bandarjaya dan Gunung Sugih serta Kampung Adijaya.

“Kalau anggaran perbaikan ini kita bebankan ke APBD tentu sangat besar, untuk kita membutuhkan bantuan pemerintah pusat agar dapat membantu Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah mengatasi persoalan jaringan PDAM ini. Kalau secara unit produksi, kita sudah siap, tetapi jaringannya yang belum siap,” terangnya.

Menurut Kepala UPT, jaringan yang perlu diperbaiki adalah mulai Bandarjaya dan Gunung Sugih, karena terkendala anggaran yang amat minim, pihaknya menggunakan dana tenaga honorer untuk melakukan perbaikan sekaligus melakukan penggalian pipa.

“Kami saat ini menggunakan dana tenaga honorer untuk menggali pipa-pipa yang bocor, sementara mantan karyawan PDAM Way Irang mereka tidak bersedia lagi bekerja, jadi kami kesulitan mengetahui letak pipa yang pernah terpasang, apalagi sekarang, karena jalan telah diperlebar maka otomatis letak jaringan pipa ada dibawa jalan, dan bila kita akan membongkar atau menggali jalan tentu membutuhkan biaya besar dan mengganggu arus lalulintas yang cukup padat,” lanjut Suharsono.

Guna mengatasi biaya tinggi dan terganggunya arus lalulintas, ia berpendapat, dibuatkan jaringan baru, “kalau kita gali jalan tentu biaya sangat besar dan juga mengganggu pengguna jalan, maka lebih efisien dan tidak menelan anggaran besar lebih baik dibuatkan jaringan pipanisasi baru,” ungkapnya.

Upaya lain yang mereka tempuh untuk optimalisasi PDAM, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja (Satker) Air Minum Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Lampung guna membahaskan dan menyampaikan ke pihak Kementerian Pekerjaan Umum.

“Masalah jaringan ini, kami sudah berkoordinasi dan membahasnya dengan Satker Air Minum Dinas PU Provinsi agar masalah ini dapat diteruskan ke pemerintah pusat yaitu Kementrian Pekerjaan Umum, mudah-mudahan segera mendapat jawaban dan persoalan jaringan PDAM Kabupaten Lampung Tengah segera teratasi,” tukasnya.

Suharsono menambahkan, Kecamatan Seputih Surabaya mendapatkan bantuan optimalisasi SPAM IKK yang terletak di Gaya Baru dari Kementrian Pekerjaan Umum melalui Satker Air Minum Provinsi Lampung, namun bantuan itu tidak serta merta bisa dioptimalkan, lagi-lagi persoalannya iyalah, jaringan pipa yang sudah usang, bocor dan berkarat.

“Kita mendapatkan bantuan dari Kementrian Pekerjaan Umum melalui Satker Air Minum Provinsi Lampung, bantuan Optimalisasi SPAM IKK, tapi belum bisa kita manfaatkan karena jaringan pipa banyak yang bocor. Salah satu penyebabnya kebocoran pipa selain usia juga akibat tonase kendaraan yang melalui badan jalan sedangkan dibawahnya ada jaringan pipa, tentu ini akan berpengaruh besar pada kestabilan sambungan dan letak jaringan pipa,” tandas Suharsono. (jn)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.