Halloween party ideas 2015



LIWA -- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar hajat besar, yaitu acara Pembukaan Event Tahunan Festival Sekala Brak Ke V sekaligus menyelenggarakan Hippun Adat yang digelar di Gedung Dalom Buai Kepaksian Belunguh di Pekon Kenali Kecamatan Belalau, Lambar, Selasa (10/7).

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, menyampaikan bahwa Festival Sekala Brak Ke V ini merupakan ajang tahunan Pemkab Lambar yang bertujuan untuk menggali, melestarikan dan mempromosikan seni budaya tradisi dan adat istiadat yang asli di Bumi Sekala Brak Lampung Barat, sehingga berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan kedaerah Lampung Barat yang tentunya akan berpengaruh besar terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Dalam rangkaian Festival Sekala Brak terdapat tangkai-tangkai lomba seni budaya tradisi yang diadakan, tentu akan menjadi sebuah hiburan dan yang paling utama sebagai upaya pelestarian sehingga seni budaya tersebut bisa kita pertahankan dan menjadi warisan kepada generasi mendatang, semoga kedepan akan kita perbanyak lagi lomba-lomba tradisi lainnya yang belum tergali, seperti hiburan orkes gambus, hahiwang dan lain sebagainya,” ungkap Parosil.

Festival Sekala Brak Ke V ini mengusung tema “Menikmati Alam Dan Budaya” menjadikan hal yang menarik bagi calon wisatawan yang akan berkunjung ke bumi Sekala Brak, mengkolaborasikan antara keindahan dan kealamian alam dengan budaya masyarakat yang masih bertahan keasliannya hingga saat ini.

“Sungguh suatu hal yang patut kita banggakan. Semoga event Festival Sekala Brak dan event-event lainnya akan membangkitkan semangat kita semua dalam membangun Bumi Sekala Brak dari berbagai bidang utamanya dari sektor Pariwisata dan Budaya demi mewujudkan Lampung Barat yang lebih hebat. Kami berharap bila pelaksanaan Festival Sekala Brak ini mampu memberikan hiburan bagi masyarakat, wisatawan dan yang terpenting mampu mendatangkan devisa bagi daerah Lampung Barat Sai Betik, karena Lambar merupakan kota wisata penuh kenangan, ragam budayanya mempesona, disamping itu juga adat istiadatnya unik, cagar budayanya menarik. alamnya memancarkan pesona yang tersebar dipelosok Nusantara dan inilah kekayaan Pariwasata Lambar,” ujar Bupati Lambar Parosil Mabsus pada acara Festival Sekala Brak Ke V dan Hippun Adat tersebut.

Selanjutnya Pembukaan dan Peresmian Festival Sekala Bekhak Ke V ditandai dengan Pemukulan Gamolan Pekhing (Gamelan Bambu) oleh Bupati Lambar yang turut didampingi Unsur Muspida, Forkompinda dan Mhspika, serta Para Raja Sai Batin Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak. Kemudian rangkaian acara berikutnya penandatanganan hasil Musyawarah Adat (Hippun Adat) oleh Bupati Lambar Parosil Mabsus bersama Para Sai Batin Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak, yaitu Sai Batin Kepaksian Buai Belunguh Yanuar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti, Sai Batin Kepaksian Buai Pernong Pangeran Edward Syah Pernong Gelar Suttan Sekala Bekhak Yang Dipertuan Ke 23, yang diwakili oleh Gusti Sembahan dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B., Sai Batin Kepaksian Buai Nyerupa Drs. Salman Parsi, Gelar Suttan Piekulun Jayadiningrat dan Sai Batin Kepaksian Buai Bejalan Diway Salayar Akbar Puspanegara, SE, Ak,. Gelar Suttan Jaya Kesuma Ke IV dan kenudian dilakukan prosesi Penyematan tanda Kekerabatan atau Pengahut oleh Sai Batin Kepaksian Buai Belunguh Yanuar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti Kepada Bupati Lambar Parosil Mabsus.

Adapun hasil Hippun Adat Sai Batin Paksi Pak (Musyawarah Agung Para Suttan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak) dengan hasil keputusan yaitu, :

1. Menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemkab Lambar dan DPRD Lambar atas perhatian dan bantuan dalam pelestarian adat Sai Batin di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak.

2. Mengapresiasi Pembangunan yang telah dilakukan Pemkab Lambar atas Pembangunan infrastuktur secara maksimal dan bisa dirasakan pemanfaatannya oleh masyarakat.

3. Para Sai Batin juga meminta Pemkab Lambar untuk dapat menganggarkan biaya Pemeliharaan Gedung Dalom yang memadai mengingat kondisi Gedung Dalom Kepaksian, sangat banyak membutuhkan perbaikan.

4. Pemeliharaan dan Perbaikan kepada simbol tradisi masyarakat Sai Batin yang berdiri kokoh di Taman Kota Ham Tebiu, yaitu Tugu Sekura untuk dapat disesuaikan dengan teradisi aslinya, yaitu menggunakan wajah Sekura Betik.

5. Siger lekuk pitu adalah simbol keagungan milik Sai Batin, untuk itu diperlukan Hak Paten Sai Batin Paksi Pak meminta untuk dapat direkomendasikan oleh Pemkab Lambar kepada HKI sebagai Hak Milik Paksi Pak Sekala Brak.

6. Dalam rangka pelestarian Seni dan Adat Budaya perlu dilakukan pementasan–pementasan seni budaya tradisi kerajaan, untuk itu diperlukan Gedung yang berfungsi untuk menyediakan sarana tersebut, serta pertemuan–pertemuan penting dalam masalah Adat Istiadat tersebut, dalam hal ini diharapkan agar Pemkab Lambar dapat membangun Gedung Taman Budaya untuk mengedukasikan kepada anak cucu serta wisatawan tentang kebesaran adat istiadat dari Merajaan Paksi Pak Sekala Brak, sangat diperlukan Pembangunan Museum Paksi Pak Sekala Brak.

7. Alat tradisional Gamolan Pekhing adalah alat musik yang diwariskan oleh nenek moyang kita di Bumi Sekala Brak agar supaya alat musik tersebut dapat diwariskan kepada generasi mendatang untuk dapat dimasukan pembelajarannya kedalam kurikulum mulai dari tingkat SD hingga tingkat SMA.

8. Guna penertiban tanah-tanah ulayat dari Kerjaan Adat Paksi Pak Sekala Brak diharapkan Pemkab Lambar untuk dapat memfasilitasi pengurusan kepemilikan tanah-tanah adat tersebut.

9. Sebagai sebuah “kehangguman” kita bersama “bubasa”/etika dalam berbicara sangat diperlukan dalam adat Lampung, untuk itu diminta kepada Pemkab Lambar untuk dapat memasyarakatkan “bubasa” dan serta mempergunakan pada lingkup Pemkab.

10. Meminta kepada Pemkab Lambar untuk dapat membuat Perda tentang Adat Sai Batin guna menjadi Pedoman dalam menjalankan adat istiadat di Bumi Sekala Brak secara tertulis dan dapat diwariskan kepada generasi penerus.

11. Sai Batin Paksi Pak Sekala Brak akan selalu mendampingi Pemkab Lambar dalam menjalankan roda Pemerintahan dan Pembangunan di Kabupaten Lambar, dalam setiap kesempatan Sai Batin Paksi Pak senantiasa hadir dalam kegiatan besar dari Kabupaten Lambar untuk itu diperlukan pembuatan Rumah Singgah yang berfungsi sebagai destinasi Pariwisata Lambar. Sebagai bahan pertimbangan Sai Batin Kepaksian Buai Nyerupa mempunyai Tanah seluas 3 Hektare yang dapat dipergunakan untuk Pembangunan Rumah Singgah tersebut.

12. Seperti halmya dengan Pembangunan infrastuktur, Pembangunan manusia (jiwa) perlu dilaksanakan secara optimal, untuk itu program-porgram yang telah dijalankan untuk dapat dijadikan pedoman, diantaranya : a. Secara periodik dilakukan Festival Sekala Bekhak sebagai salah satu upaya Pemeliharaan kearifan lokal, khususnya nilai-nilai budaya yang terkandung dalam adat Sai Batin, serta mengajarkan tentang kecintaan kepada budaya dan alam sebagai anugerah Allah SWT., b. Secara periodik Pemkab Lambar dapat memberangkatkan masyarakat Adat guna menunaikan ibadah Umroh.

13. Agar pihak eksekutif dan legislatif meninjau kembali hasil keputusan Hippun Adat tahun yang lalu dan memperioritaskan program yang telah diusulkan oleh Sai Batin Paksi Pak.

Demikian hasil Musyawarah Adat ini dibuat, untuk disampaikan kepada pihak ekskutif dan legislatif Kabupaten Lambar sebagai pemegang kebijakan dalam hal Pembangunan di Kabupaten Lampung Barat, agar dapat dipertimbangkan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

Acara akbar tersebut dihadiri oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Lambar Drs. Mad Hasnurin., Ketua DPRD Lambar Edi Novial., Kapolres Lambar AKBP Tri Suhartanto S.IK., Kasdim 0422 Lambar Agus S., Forkompinda dan Muspida, serta para Kepala OPD dan Para Saibatin Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak, yaitu Sai Batin Kepaksian Buai Belunguh Yanuar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti., Sai Batin Kepaksian Buai Pernong Pangeran Edward Syah Pernong Gelar Suttan Sekala Bekhak Yang Dipertuan Ke 23 yang diwakilkan oleh Gusti Sembahan dr. Widyatmoko Kurniawan Sp.B., Sai Batin Kepaksian Buai Nyerupa Drs. Salman Parsi, Gelar Suttan Piekulun Jayadiningrat., Sai Batin kepaksian Buai Bejalan Diway Salayar Akbar Puspanegara, SE, Ak,. Gelar Suttan Jaya Kesuma Ke IV, serta para tamu undangan lainnya. (*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.