Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Sejumlah pengamat hukum dan politik dari Universitas Lampung pesimistis gugatan dua pasangan calon gubernur Lampung ke Mahkamah Konstitusi (MK) bakal disidangkan.

Pengamat Hukum Yoga Mugni mengatakan secara formil dan materil gugatan tidak memenuhi untuk diproses lebih lanjut. "Kalau menurut saya, MK berkewenangan menerima dulu (gugatan). Tapi jika secara formil maupun materil tidak terpenuhi, MK berkewenangan tidak menyidangkannya," kata Yoga, Rabu (11/7).

Sementara secara formil, Yoga melihat banyak tahapan-tahapan yang tidak dilalui. Sedangkan secara materil, berdasarkan UU Pilkada, untuk Lampung gugatan hanya dapat dilakukan apabila terdapat selisih perolehan suara paling besar 1%. "Kalau lebih 1 persen secara materil tidak memenuhi. Nanti kan ada dismisal proses. Saya kira tidak akan disidangkan," kata dia.

Pengamat Politik Universitas Lampung Roby Cahyadi juga memiliki penilaian gugatan di MK dipastikan kandas. Dikarenakan berdasarkan pasal 158 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, dijelaskan gugatan hanya bisa diproses bila selisih suara antara 0,5%  sampai dengan 2% saja.

Sementara selisih suara Paslon nomor urut 3, Arinal-Nunik unggul 12% lebih. "Kalau pokok gugatannya adalah perselisihan hasil suara, saya rasa gugatan tidak tepat karena dipasal 158," kata Roby Cahyadi.

Akademisi FISIP Unila ini memaparkan, nomor registrasi yang diterima tim penggugat hanya sebatas pendaftaran karena ditutup pada 11 Juli tepatnya pukul 24:00 malam.

Proses selanjutnya meliputi sidang pendahuluan, berisi pembacaan gugatan, jawaban tergugat yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas hasil rekap suara pilgub, dan jawaban pihak terkait yaitu paslon nomor urut 3, Arinal-Nunik.

Lalu langsung sidang putusan dismisal process, berupa keputusan lanjut atau tidak ke pokok perkara dan sidang materi. "Menurut saya tidak akan lanjut karena kena pasal 158 mengenai selisih suara maksimum untuk lanjut pokok perkara," paparnya.

Sementara, pasangan calon nomor urut 1, M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri resmi mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Pilgub Lampung 2018 ke MK.

Ridho mendaftarkan gugatan diwakili kuasa hukumnya, Ahmad Handoko dan Rekan. Gugatan ini didaftarkan ke MK, Rabu (11/7) pukul 10.01 WIB.

Merujuk daftar gugatan perkara pilkada serentak di MK, yang dipublikasikan melalui website resmi MK, disebutkan gugatan Ridho-Bachtiar terdaftar dengan APPP Nomor 47/1/PAN.MK/2018.

Sementara pasangan calon gubernur Herman HN-Sutono mendaftarkan gugatan ke MK pukul 12.28 WIB. Gugatan Herman belum memiliki nomor registrasi. Kuasa hukum Herman-Sutono yang mendaftarkan gugatan adalah Sirra Prayuna dan Rekan. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.