Halloween party ideas 2015



KALIANDA -- Letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan selatan selat Sunda kembali meningkat dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (11/7).

Menurut laporan PVMBG Pos Pengamatan Gunung api Anak Krakatau periode pengamatan, Rabu (11/7) pukul 00.00-24.00 WIB, Gunungapi setinggi 305 mdpl meletus sebanyak 122 kali per hari dengan Amplitudo 22-55 mm dan durasi 20-144 detik.

Jumlah hembusan awan panas sebanyak 190 kali, Amplitudo 2-34 mm dengan durasi 20-106 detik. Tremor Non-Harmonik 3 kali, Amplitudo 4-11 mm dengan durasi 27-55 detik. Vulkanik dangkal capai 19 kali, Amplitudo 3-23 mm dengan durasi 3-13 detik. 

Kemudian vulkanik dalam sebanyak 3 kali, amplitudo 21-31 mm, S-P 1.1-2.4 detik dengan durasi 12-20 detik. Sementara kondisi cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat dengan suhu udara 22-33 °C dan kelembaban udara 63.5-97.6 %.

 Secara visual Gunung berkabut 0-III. Asap kawah tidak teramati dan pada malam hari teramati sinar api dan guguran lava pijar dari cctv dengan ombak laut tenang. 

Sehari sebelumnya Selasa (10/7), aktivitas letusan hanya 84 kali atau naik 18 kali dibandingkan dengan periode pengamatan 11-07-2018 pukul 00:00-24:00 WIB. Sedangkan hembusan mencapai 197 kali, Amplitudo : 3-33 mm dengan durasi : 20-138 detik dan Vulkanik Dangka berjumlah 29 kali, Amplitudo : 2-25 mm dengan durasi : 3-17 detik.

Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Hargopancuran, kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi mengimbau kepada masyarakat maupun wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah gunung dalam radius 1km karena aktivitas letusan dan hembusan awan panas dari gunung api dengan status waspada level II masih cukup tinggi.

“Aktivitas GAK masih tinggi, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat maupun wisatawan yang berada disekitar gunung,” kata Andi, Rabu (11/7).

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.