Halloween party ideas 2015



KALIANDA -- Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali meningkat sejak dua hari terakhir. Sebanyak 248 kali letusan,  65 kali hembusan dan 46 kali gempa vulkanik,  terekam pada periode pengamatan, Kamis (9/8) pukul 00:00-24:00 WIB.

“Sejak 1 Agustus lalu, aktivitas gunung anak krakatau hanya keluarkan suara dentuman, pijaran api dan gempa tremor menerus. Namun selama dua hari ini,  anak krakatau kembali mengeluarkan letusan,hembusan dan gempa vulkanik maupun tremor,“ kata kepala Pos Pemantau GAK di Hargopancuran, kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi, Kamis (9/8) malam. 

Aktivitas gunung api yang masih tinggi itu, PVMBG pos PGA merekomendasikan kepada masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekat dalam radius 2 km dari kawah gunung. “Aktivitas GAK masih tinggi dengan status Wadpada level II. Jarak aman dari GAK adalah 2 km, “ kata Andi. 

Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan GAK merekam aktivitas gunung api periode pengamatan, Kamis (9/8/2018) mulai pukul 00:00-24:00 WIB, telah terjadi 248 kali letusan,  65 hembusan,  11 kali gempa tremor non-harmonik, 4 kali gempa harmonik dan 46 kali gempa vulkanik dangkal dan dalam disertai gempa tremor menerus (Microtremor) dengan amplitudo 1-15 mm (dominan 5 mm).

Gunung setinggi 305 mpdl itu secara visual asap kawah tidak teramati. Pada malam hari dari cctv teramati sinar api. Terdengar suara dentuman dan getaran yang lemah hingga keras dirasakan dari Pos PGA.

Pengamatan Visual GAK sehari sebelumnya, Rabu (8/8/2018) pukul 00.00-24.00 WIB, aktivitas letusan lebih tinggi dibanding hari ini. Terekam sebanyak 310 kali letusan, 2 kali vulkanik dangkal dan gempa tremor menerus (Microtremor) dengan amplitudo 1-45 mm (dominan 40 mm).

Asap kawah gunung setinggi 305 mpdl tidak teramati. Pada malam hari melalui cctv teramati sinar api dan terdengar suara dentuman serta getaran yang lemah hingga kuat dari Pos PGA. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.