Halloween party ideas 2015



KALIANDA -- Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau  (GAK) setinggi 305 mdpl terus meningkat. Sejak empat hari terakhir mulai terekam gempa tremor terus menerus dengan amplitudo 17-42 mm (dominan 42mm).

Meskipun aktivitas tinggi, kata Andi Suwardi selaku Kepala Pos Pantau Gunungapi Anak Krakatau di Hargopancuran Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, aktivitas letusan dan kegempaan GAK masih fluktuatif. Terkadang naik terkadang turun.

“Aktivitas hembusan, letusan dan kegempaan masih fluktuatif. Sementara status yang ditetapkan sejak tahun 2012 hingga saat ini belum mwningkat. Masih waspada level II,” kata Andi, Minggu (5/8) malam.

Terkait gempa berkekuatan 7.0 SR di Lombok Timur yang terjadi pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB, ujar Andi, tidak berpengaruh pada aktivitas GAK. Namun, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau merekomendasikan kepada masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekat dalam radius 2 km dari kawah gunung api yang berada di perairan Selat Sunda bagian Selatan tersebut.

“Aktivitas saat ini sedang memuntahkan material vulkanik dari dalam kawah berupa lontaran material pijar yang jatuh di sekitar tubuh Gunung Anak Krakatau, serta guguran lava pijar yang mengarah ke utara dan timur laut," ujar Andi.

Fenomena lain yang terpantau melalui visual pada malam hari teramati sinar api. Terdengar suara dentuman dan getaran yang lemah hingga keras dirasakan hingga Pos Pantau Gunung Anak Krakatau. Aktivitas GAK pada pada Minggu (5/8) pukul 00.00-22.00 WIB, telah merekam kegempaan tremor menerus (Microtremor) dengan amplitudo 17-42 mm (dominan 42 mm).

Aktivitas sebelumnya Sabtu (4/8/2018) pukul 00.00 WIB-24.00 WIB tercatat telah terjadi 63 kali letusan, 31 kali hembusan, 44 kali vulkanik dangkal, 3 kali vulkanik dalam dan gempa tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-15 mm (dominan 3 mm).

Gunung Anak Krakatau yang berada 305 meter diatas permukaan laut ini menunjukkan peningkatan sejak 18 Juni 2018 lalu. Berdasarkan Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) hampir seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau yang berdiameter 2 km merupakan kawasan rawan bencana. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.