Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Ekspor-impor provinsi Lampung pada Juli 2018 meningkat signifikan hingga 39,96 persen, yakni 256,97 juta US dolar menjadi 359 juta US dolar. Sebanyak 76,36 persen disumbangkan dari lima golongan komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewan, nabati, batubara, kopi, teh, rempah-rempah, bubur kayu, dan produk kimia.

Dari kelima barang utama itu, terdapat produk-produk kimia yang pertama kalinya masuk kedalam daftar lima ekspor terbesar di Bumi Ruwa Jurai. Variasi ekspor pun dialami pada negara tujuan. Selain Tiongkok, India, dan Amerika Serikat, ada pula Korea Selatan yang menjadi pengimpor tersebar dari Lampung.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Lampung Bambang Widjonarko, mengatakan prtumbuhan ekspor produk kimia dibulan Juli 2018 cukup mengejutkan, karena dapat masuk dalam daftar lima barang utama ekspor. Total terdapat 24,51 juta US Dollar hasil ekspor dengan 6,81 persen sumbangannya untuk bulan Juli ini.

"Dari lima komoditas utama ada yang menarik di bulan Juli ini dengan masuknya produk kimia, karena sebelumnya belum pernah muncul. Memang sebelumnya produk kimia sudah termasuk, tetapi nilainya di Juli ini sangat signifikan," kata Bambang, Rabu (15/8).

Disamping itu, ada pula Korea Selatan yang turut menjadi pilihan variatif bagi Lampung sebagai negara tujuan ekspor keempat disamping Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. "Ini baik sebagai sasaran agar ekspor lebih bervariasi dari sisi komoditas dan negaranya, sehingga Lampung tidak bergantung pada tiga negara utama saja," ujarnya.

Dia melanjutkan, secara keseluruhan peningkatan ekspor Lampung terjadi dengan aktivitas pelabuhan yang makin bergerak. "Dibulan Juni durasi pelabuhan tidak sepanjang Juli, karena adanya cuti bersama yang memberhentikan segala transportasi angkutan barang. Hal itu sedikit banyaknya mempengaruhi ekspor impor," urainya. (*)

Post a Comment

Powered by Blogger.