Halloween party ideas 2015



LOMBOK -- Gempa susulan berkekuatan 6,5 skala Richter (SR) mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyebabkan longsor di beberapa titik lereng Gunung Rinjani. Longsor terjadi di Bukit Pegangsingan dan Bukit Anak Dara, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. 

"Material batu-batu dari bagian atas gunung longsor menuruni lereng sehingga menimbulkan debu di lereng Gunung Rinjani," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (19/8).

Beruntung, kata Sutupo, tak ada korban jiwa dalam peritiwa itu. Sebab, Taman Nasional Gunung Rinjani sampai saat ini masih ditutup. Tidak ada aktivitas masyarakat dan wisatawan di dalam Gunung Rinjani. "Meski begitu petugas SAR akan melakukan penyisiran setelah gempa nantinya," ujar Sutopo.

Sebelumnya, gempa susulan kembali mengguncang wilayah Lombok. BMKG melaporkan gempa susulan yang dirasakan terjadi 2 kali yaitu 5,4 SR dan 6,5 SR. Gempa pertama dengan kekuatan 5,4 SR terjadi pada pusat gempa 25 km timur laut Lombok Timur dengan kedalaman 10 km pada Minggu (19/8) pukul 10.06 WIB. 

Kemudian, gempa kedua dengan kekuatan 6,5 SR dengan episentrum 32 km timur laut Lombok Timur, NTB, pada kedalaman 10 km pada 19 Agustus 2018 pukul 11.06 WIB. "Gempa tidak berpotensi tsunami," kata Sutopo.

Menurut Sutopo, guncangan gempa dirasakan keras selama 4-8 detik di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Barat, dan Lombok Tengah. Guncangan sedang selama 4-6 detik dirasakan di Kota Mataram, Kota Denpasar, Jembrana, Karangasem, Badung, Gianyar, Bangli, Tabanan, Klungkung dan Buleleng. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.