Halloween party ideas 2015



KALIANDA -- Harga jagung pada sejumlah perusahaan pengolahan jagung yang ada di sepanjang Jalinpantim kecamatan Ketapang,  Lampung Selatan menembus Rp4.150 per kilogram. Kenaikan harga pada saat musim panen ini disambut gembira oleh para petani. Pasalnya panen musim lalu  harga jagung hanya Rp3.000 sampai Rp3.050 per kilogram dengan potongan kadar air 35%.

“Panen kali ini nasib petani lebih baik.  Harga tinggi potongan kadar air kecil,  kisaran 20%. Berbeda saat panen musim lalu, harga hanya Rp3.000/kg potongan kadar air 32%. Setelah dipotong kadar air,  petani cuma terima harga Rp2.040/kg,” kata Baker, petani jagung di desa Kemukus, Kecamatan Ketapang, Lamsel, Selasa (31/9).

Ia berharap harga jagung akan bertahan tinggi seterusnya.  Sebab dengan harga tinggi,  petani tidak cemas dan was was akan merugi.  “Tingginya modal jagung membuat kami takut saat harga jatuh seperti musim panen sebelumnya,” ujarnya. 

Terpisah, Kadek Sutris selaku Kepala gudang pabrik jagung CV Chandra dijalinpantim Bambukuning desa Legundi,  kecamatan ketapang, harga jagung terus merangkak naik sejak akhir musim panen pada April lalu.  Dimana saat itu harga Rp 3.050/kg terus menanjak Rp 3.400, Rp 3,500 dan Rp 3.850/ kg.  Kemudian harga kembali naik hingga bertahan sampai saat ini. “Saat ini kami membeli jagung dari petani Rp 4.150/kg dengan kadar air 15%,” ujar dia. 

Naiknya harga  pada saat panen,  ujarnya, disebabkan oleh sejumlah faktor. Diantaranya kualitas, curah hujan tidak s sesering panen musim lalu,“ tandasnya. (*/LP)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.