Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung tahun 2017 mencapai 72,01 atau mengalami kenaikan sebesar 11,01 poin dibandingkan tahun 2016 yang capaiannya sebesar 61,00.

"Tingkat demokrasi Lampung tersebut masih termasuk dalam kategori sedang," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum, di Bandar Lampung, Selasa (28/8).

Ia menyebutkan, capaian IDI Lampung dari tahun 2009 hingga 2017 mengalami fluktuasi. Pada awal mula dihitung tahun 2009, capaian IDI hanya sebesar 67,47.

Angka tersebut, lanjutnya, terus mengalami perubahan hingga mencapai momen tertinggi pada tahun 2011 sebesar 74,08. "Meskipun pada akhirnya terus berfluktuasi hingga menjadi 72,01 pada tahun 2017," kata Yeane.

Kepala BPS Lampung itu menjelaskan, fluktuasi angka IDI adalah cerminan situasi dinamika demokrasi di Lampung. IDI sebagai sebuah alat ukur perkembangan demokrasi yang khas memang dirancang untuk sensitif terhadap naik-turun kondisi demokrasi.

Menurutnya, IDI disusun secara cermat berdasarkan kejadian (evidence-based), sehingga potret yang dihasilkan merupakan refleksi realitas kehidupan demokrasi yang terjadi.

Angka IDI Lampung 2017 merupakan indeks komposit yang disusun dari nilai tiga aspek yakni aspek?kebebasan sipil yang bernilai 74,12; aspek hak-hak politik yang bernilai 67,20; dan aspek lembaga demokrasi yang bernilai 77,00.

Yeane mengatakan, pada 2017, ketiga aspek yaitu aspek kebebasan sipil dan aspek hak politik dan aspek lembaga demokrasi mengalami kenaikan.

Aspek kebebasan sipil mengalami kenaikan sebesar 13,63 poin (dari 60,49 menjadi 74,12), hak-hak politik naik 7,88 poin (dari 59,32 menjadi 67,20), dan lembaga-lembaga demokrasi naik 12,70 poin (dari 64,31 menjadi 77,00). "Bila dilihat berdasarkan kategorinya, ketiga aspek demokrasi di Lampung masuk kategori sedang," katanya pula. (*)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.