Halloween party ideas 2015



GUNUNG SUGIH -- Produksi kloset narapidana lembaga pemasyarakatan (Lapas) Gunungsugih mendapat perhatian dan pujian dari perwakilan Kemenkes. 

Perhatian dan pujian disampaikan saat auditor Madaya Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan (Irjen Kemenkes) Retno Budiarto bersama tim Dinas Kesehatan Lampung Tengah, Rabu (15/8). 

Auditor Madya Inspektorat Jenderal Kemenkes RI atau Pengendali Teknis Audit Kinerja Program Pencegahan dan Penurunan Stunting pada Dinas Kesehatan Lampung Tengah, Retno Budiarti memberikan apresiasi kepada pihak Lapas atas terjalinnya kerjasama di bidang kesehatan, baik yang di dalam Lapas maupun kepedulian Lapas terhadap lingkungan masyarakat setempat.

“Sebagai perwakilan Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI, kami sangat berterima kasih atas kontribusi lapas dalam program pencegahan dan penurunan stunting dengan memproduksi bowel kloset dan membagikannya secara gratis, semoga kerja sama ini dapat berlanjut seterusnya dan diikuti oleh seluruh Dinkes di Indonesia. Saya akan laporkan secara khusus kepada Menteri Kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Gunungsugih Syarpani mengatakan, masih banyak rumah warga yang belum mempunyai WC layak pakai, jadi pihaknya berinisiatif dengan memproduksi bowel kloset sebagai salah satu cara pencegahan dan penurunan stunting dengan memproduktifkan pasukan merah putih narapidana yang bekerja sama dengan Puskesmas Gunung Sugih.

"Lapas Gunung Sugih ingin membuktikan kepeduliannya terhadap masyarakat Lampung Tengah khususnya Desa Buyut Udik, dimana lokasi lapas berdiri," tambahnya. (*/LP)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.