Halloween party ideas 2015



KALIANDA -- Bukan hanya petani padi yang kesulitan air pada musim kemarau. Kondisi ini juga dialami petani tambak udang di pesisir timur Kabupaten Lampung Selatan yang terpaksa berhenti beroperasi lantaran siring untuk masuk air laut dan air tawar juga mulai kering.

"Kami terpaksa berhenti 'nambak' untuk sementara waktu, karena kesulitan air. Satu-satunya siring untuk air tawar dan air laut masuk saat pasang, saat ini mulai mengering," kata Sutino, petambak di pesisir timur Dusun Sidodadi, Desa Sidoasih, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Selasa (31/7).

Selain kemarau, ujarnya, air laut tidak masuk sampai lokasi tambak,  lantaran siring terjadi pendangkalan berupa tumpukan lumpur. "Tambak yang tidak beroperasi saat musim kemarau ditambah dengan adanya pendangkalan adalah tambak yang jauh dari bibir laut, seperti tempat kami ini," katanya.

Ia berharap pemerintah melakukan upaya agar siring tidak lagi dipenuhi lumpur. "Sehingga air laut yang masuk ke tambak melalui siring tersebut menjadi lancar," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Meri (36) petani tambak udang di Dusun Bunut, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi. Dia mengungkapkan bukan hanya musim kemarau, saat hujan juga air yang masuk ke aliran air menjadi  terhambat karena endapan lumpur di sepanjang aliran air tersebut.

"Kami berharap pemerintah dapat melakukan pengerukan lumpur. Sebab saat kemarau seperti ini air siring tidak mampu lagi menjangkau tambak yang jauh dari bibir pantai," ungkapnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.