Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Neraca perdagangan Lampung bulan Juli 2018 semakin mengalami peningkatan. Nilai ekspor sebesar 359,67 juta US Dollar dan impor senilai 239,28 juta US Dollar membuat neraca perdagangan mengalami surplus hingga 120,39 juta US Dollar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Yeane Irmaningrum menjelaskan nilai total ekspor Juli mengalami peningkatan sebesar 102,70 juta US Dollar atau naik 39,96 persen dibandingkan bulan Juni. Komoditas terbesar yang diekspor masih dikuasai lemak dan minyak hewan dan nabati hingga 33,15 persen.

"Komoditas itu terus tumbuh sebesar 3,88 persen. Sementara komoditas utama lainnya juga turut naik, seperti batu bara sebesar 37,82 persen, kopi, teh, dan rempah-rempah (52,55 persen), bubur kayu (171,35 persen), dan produk kimia (209,73)," kata Yeane di kantor BPS Lampung, Rabu (15/8).

Pertumbuhan neraca perdagangan itu turut didukung nilai impor Juli yang terus menurun sebesar 1,94 juta US Dollar atau 0,81 persen dibanding bulan lalu. Penurunan signifikan diberikan tiga golongan barang utama impor, yaitu gula (30,03 persen), biji-bijian berminyak (20,85 persen), dan pupuk (17,49 persen).

Sementara kontribusi lima komoditas utama bulan Juli 2018 ini mencapai 32,49 persen, dari binatang hidup 9,22 persen, gula 7,98 persen, sisa industri makanan 7,22 persen, biji-bijian berminyak 4,37 persen, dan pupuk 3,7 persen. "Pada negara asal impor banyak datang dari Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan Nigeria," ujarnya. (*)


Post a Comment

Powered by Blogger.