Halloween party ideas 2015



JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno dipilih oleh Ketua Umum Gerindra Orabowo Subianto sebagai Calon Wakil Presiden mendampinginya dalam perhelatan Capres 2019-2004. Hal itu diumumkan di kediaman Prabowo, Kertanegara, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (9/8) pukul 23.30.WIB. Elite PAN dan PKS menyaksikan deklarasi itu.

"Gerindra, PKS, dan PAN telah memberi kepercayaan kepada saya dan Saudara Sandiaga Uno untuk maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden Republik Indonesia," ujar Prabowo.

Soal majunya dalam Pilpres 2019-2024 ini, Prabowo berucap: "Saya ingin bekerja dan mengabdi demi kepentingan indinesia bukan kepenting lain. Perjuangan kami kekayaan bangsa untuk kepentingan bangsa, bukan kepentingan asing," ujarnya.

 Sandiaga langsung meminta doa restu untuk mendampingi Prabowo Subianto. "Singkat saja, kami mohon doa restu untuk menghadirkan pemerintahan yang kuat dan kemandirian bangsa," ucap Sandiaga. 

Koalisi Gerindra-PAN-PKS akan membawa Prabowo-Sandiaga ke Pilpres 2019. Sementara itu, Partai Demokrat (PD) menolak Sandiaga jadi duet Prabowo. PD baru akan membuat keputusan besok pagi. PD jadi satu-satunya partai parlemen yang belum membuat keputusan soal Pilpres 2019. 

Sebelumnya Sandiaga telah berpamitan dengan Gubernur DKI Anies Baswedan. Hal ini tampak pada rekaman milik Ajudan Sandiaga Uno, Pradana Putra. Dalam video tersebut, Anies tampak memeluk Sandi dengan erat. Anies yang mengenakan batik itu menepuk-nepuk punggung Anies.

Saat dikonfirmasi awak media, Sandi enggan menjawab dan langsung memasuki mobil. Dia hanya mengucek kedua mata dengan tangannya sebelum mobil melesat. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sudah bicara empat mata dengan Sandi terkait Cawapres 2019. Namun, Anies enggan membeberkan isi pembicara dengan Sandi.

"Sudahlah, sudah pasti," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Anies pun sudah mengantongi nama pengganti Sandi. Tapi, masih dirahasiakan hingga polemik Pilpres reda.

"Sampai semuanya final dulu baru kita bicarakan. Kan belum final semua kan kalau sudah final baru (diungkapkan)" ujarnya. Mantan Mendikbud ini lebih dulu ditawarkan menjadi pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Namun, ia tolak. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.