Halloween party ideas 2015



BANDAR LAMPUNG -- Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 5,5 persen dari sebelumnya 5,25 persen. Kenaikan tarif tersebut dinilai akan mendatangkan kekhawatiran terhadap peningkatan bunga kredit yang akan mendatangkan resiko.

Pengamat Ekonomi Universitas Lampung, Asrian Hendi Caya menjelaskan kenaikan suku bunga merupakan kebijakan strategis dalam menanggulangi ketidakpastian global yang menyebabkan terus terperosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Namun, suku bunga hanya salah satu instrumen saja.

"Menaikkan bunga itu untuk mengurangi uang yang beredar dengan harapan inflasi akan turun. Turunya inflasi akan menguatk nilai rupiah. Artinya kebijakan ini untuk membantu menguatkan nilai rupiah yang semakin lemah disamping terus didorong dari peningkatan ekspor," kata Asrian, Selasa (28/8).

Menurutnya, dengan tingginya suku bunga menciptakan bentuk kekhawatiran pula pada meningkatnya bunga kredit, sehingga berpotensi membesarnya resiko kredit. "Tapi tidak suku bunga acuan ini tidak otomatis menaikkan bunga kredit. Sebab, BI punya target peningkatan kredit yang harus dicabut," ujarnya.

Kendati demikian, dalam jangka pendek dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang tengah goyang, kenaikan suku bunga diharapkan bisa membuat masyarakat cenderung banyak menabung, sehingga memberikan kesempatan untuk lebih banyak memberikan pinjaman atau mendorong investasi.

"Kedepannya hingga akhir tahun ini, suku bunga acuan bida saja naik kembali. Tergantung respon kebijakan dan perkembangann perekonomian global. Sebab, ekonomi global juga sedang mengalami ketidakpastian. Apalagi Donald Trump (Presiden AS) terus mengeluarkan kebijakan yang sangat kontroversi," tuturnya. (*)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.